Negara Nyaris Bangkrut, Bayi-bayi Dirawat di Kardus

Reporter : Irma Suryani
Sabtu, 24 September 2016 08:01
Negara Nyaris Bangkrut, Bayi-bayi Dirawat di Kardus
Krisis ekonomi yang melanda negara ini benar-benar parah. Sehingga dokter menggunakan kardus. Bukan inkubator, sebagai tempat menaruh bayi yang baru lahir.

Dream - Foto-foto bayi tidur di dalam kardus yang beredar secara online telah menyebabkan kemarahan para netizen. Serangkaian foto itu telah mengungkapkan situasi menyedihkan di Venezuela. 

Manuel Ferreira, direktur Hak Asasi Manusia untuk kelompok Koalisi Persatuan Demokrat Roundtable, mengatakan foto-foto itu diambil di Rumah Sakit Domingo Guzman Lander di Barcelona, di sebelah timur laut negara bagian Anzoategui.

Foto-foto menyedihkan itu diduga diambil oleh staf rumah sakit secara diam-diam.

Menurut laporan, sejumlah rumah sakit saat ini kekurangan sumber daya di negara yang sedang menghadapi krisis keuangan, makanan dan bahan bakar itu.

Douglas Leon, Presiden Federasi Kedokteran Venezuela (FMV), mengaku beberapa rumah sakit menggunakan hanya lima persen dari peralatan medis yang mereka butuhkan.

Menurut Federasi Farmasi Venezuela, beberapa rumah sakit kekurangan obat-obatan lebih dari 80 persen dan sekitar 13.000 dokter. Lebih dari 20 persen staf medis di negara Amerika Selatan itu bekerja di luar negeri dalam empat tahun terakhir karena krisis industri kesehatan dan gaji yang rendah.

Direktur Jaminan Sosial Venezuela, Carlos Rotondaro, sangat marah terhadap munculnya foto-foto bayi dalam kardus itu.

" Kami tidak membenarkan tindakan yang diambil oleh seorang profesional tanpa izin dari manajemen. Rumah sakit kami harus melayani ratusan pasien meskipun media berupaya untuk memanipulasi hal itu," tulisnya di Twitter.

Pada bulan Juni, sekelompok profesional medis pergi ke Parlemen Nasional untuk membicarakan masalah kekurangan obat-obatan di dalam negeri.

Cristian Pino, seorang dokter dan direktur Rumah Sakit University of Los Andes, di negara bagian Merida, mengatakan kepada Presiden Nicolas Maduro, " Kami perlu bekerja sama dan mengesampingkan perbedaan untuk bekerja bersama-sama untuk keluarga Venezuela." (ism)  

1 dari 1 halaman

Komentar Presiden Peru

Presiden Peru, Pedro Pablo Kuczynski, mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa ia prihatin dengan situasi ekonomi di Venezuela, dengan mengutip masalah kekurangan makanan dan obat-obatan.

" Ini tidak dapat dihindari bahwa saya menyebutkan kepedulian kami terhadap situasi politik, ekonomi dan sosial yang dialami tetangga kami yang ramah Venezuela," kata Kuczynski.

Tapi pidatonya itu dicap sebagai 'serangan serampangan' oleh perwakilan Venezuela untuk PBB, Rafael Ramirez.

" Itu adalah pidato yang sangat disayangkan karena hal itu menunjukkan bahwa negara-negara tertentu terus ikut campur dalam urusan internal kami."

Venezuela telah mengalami penurunan produksi minyak 2,4 juta barel per hari, atau 350.000 lebih rendah dari tahun lalu, New York Times melaporkan.

Akibat krisis, Venezuela mengalami inflasi yang tak terkendali. Harga roti semakin naik setiap hari sementara pekerja tambang minyak mengatakan mereka digaji kurang dari 1 dolar AS seharinya karena

(sumber: dailymail)

Beri Komentar