Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh Dibaca Hanya Sekali, Bolehkah?

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 6 Mei 2021 10:10
Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh Dibaca Hanya Sekali, Bolehkah?
Berikut informasinya.

Dream – Ibadah puasa dimulai sebelum terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Atau yang biasa disebut sebagai waktu berbuka puasa.

Ibadah puasa Ramadan mensyaratkan adanya niat sebelum dilaksanakan. Sebab, niat menjadi kunci sah tidaknya puasa ini.

Ulama menyatakan niat puasa dilafalkan pada malam hari sebelumnya atau sesaat sebelum waktu Subuh tiba. Jika tidak diucapkan pada waktu tersebut, maka puasanya dianggap tidak sah.

Dasarnya adalah hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa'i dan Ibnu Majah dari Hafshah Ummul Mukminin RA.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya."

1 dari 7 halaman

Bolehkah Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh Diucapkan sekali?

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Dikutip dari bincangsyariah, jumhur (mayoritas) ulama mensyaratkan niat puasa dilakukan setiap hari selama Ramadan. Sebab, puasa Ramadan merupakan ibadah mustaqillah (mandiri), tidak dapat dikaitkan dengan hari sebelum maupun sesudahnya.

Taqiyuddin Abu Bakar Muhammad Al Hushni dalam Kifayatul Akhyar mengingatkan dengan pendapatnya sebagai berikut.

" Puasa tidak sah tanpa niat. Keharusan niat didasarkan pada hadis. Tempat niat itu di hati. Karenanya, niat tidak disyaratkan secara lisan. Ketentuan ini disepakati bulat ulama tanpa perbedaan pendapat."

" Niat puasa wajib dipasang setiap malam. Karena, puasa dari hari ke hari sepanjang Ramadan merupakan ibadah terpisah. Coba perhatikan, bukankan puasa Ramadan sebulan tidak menjadi rusak hanya karena batal sehari? Kalau ada seseorang memasang niat puasa sebulan penuh di awal Ramadan, maka puasanya hanya sah di hari pertama.”

Penjelasan Taqiyuddin menyatakan niat puasa Ramadan tidak boleh dilakukan sekali untuk sebulan.

Namun niat puasa Ramadan harus dibaca setiap malam. Sebab, nilai ibadah puasa Ramadan berbeda setiap harinya.

2 dari 7 halaman

Pendapat Imam Malik

 

Tetapi, Imam Malik berpendapat berbeda. Ulama rujukan Mazhab Maliki ini menyatakan niat puasa Ramadan sekali untuk sebulan penuh sudah cukup.

Dalam pandangan Imam Malik, memperbaharui niat setiap malam hukumnya sunah. Tetapi, apabila dia mengalami kondisi yang menyebabkan puasanya terputus seperti sakit, haid, bepergian, dan sebagainya, maka wajib mengulang niatnya.

Imam Malik mengqiyaskan (analogi) dengan sholat yang hanya butuh sekali niat untuk seluruh gerakannya. Begitu pula dengan puasa Ramadan, cukup sekali di awal bulan untuk sebulan penuh.

3 dari 7 halaman

Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh

 

Sedangkan lafal niat puasa Ramadan untuk sebulan penuh sebagai berikut.

Nawaitu shauma jami’i shahri ramadhan hadzihis sanah taqlidal imamal maliki fardhal lillahi ta’ala.

Artinya,

" Saya niat puasa sebulan penuh Ramadan tahun ini mengikuti pendapat Imam Malik untuk memehui kewajiban karena Allah SWT."

 

4 dari 7 halaman

Niat Puasa Ramadan Setiap Hari

 

Berniat untuk puasa memang harus dilakukan didalam hati. Namun disunnahkan juga untuk dilafalkan.

Waktu untuk mengucapkan niat puasa Ramadan terhitung mulai dari setelah waktu buka puasa yaitu tenggelamnya matahari hingga sebelum terbit fajar Subuh.

Bacaan niat puasa Ramadan yang dibaca setiap hari adalah sebagai berikut:

Nawaitu shauma ghadin an adaai fardli syahri ramadlani hadzihis sanati fardlal lillahi ta’ala.

Yang artinya: “ Saya berniat puasa esok hari untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

 

5 dari 7 halaman

Keutamaan Puasa Ramadan

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Bulan Pengampunan Dosa

Keutamaan bulan Ramadan yang pertama adalah sebagai bulan pengampunan dosa. Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk mengambil kesempatan bertaubat.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

" Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi." (HR. Muslim)

Dengan berpuasa pada bulan Ramadan ini, maka bisa menghapus dosa-dosa yang telah kamu lakukan. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya:

" Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, sholat tarawih yang dikerjakan pada setiap malam di bulan Ramadan juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang artinya:

Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan sholat malam pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Pahala yang Berlipat Ganda

Keutamaan bulan Ramadan berikutnya adalah pahala yang berlipat ganda untuk setiap ibadah yang kamu laksanakan. Amalan-amalan pada bulan Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

" Pahala umrah pada bulan Ramadan menyamai pahala ibadah haji." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedangkan keutamaan bulan Ramadan dalam riwayat yang lain juga disebutkan, pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji bersamaku (Nabi Muhammad SAW).

Dalam riwayat lain juga disebutkan, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata,

" Apabila telah tiba bulan Ramadan, maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah SWT, dan tasbih di bulan Ramadan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain."

6 dari 7 halaman

Bulan yang Penuh Berkah

Bulan Ramadan sering juga disebut dengan bulan yang penuh berkah, atau syahrun mubarak. Hal ini berdasarkan pada dalil hadits Nabi Muhammad SAW yang memiliki arti,

" Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian." (HR. Agmad, An-NasaI dan Al-Baihaqi).

Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan ini, maka Allah SWT akan melipatgandakan pahalanya. Selain itu di dalam bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, melainkan banyak keberkahan lainnya.

Bulan Diturunkannya Al-Quran

Keutamaan bulan Ramadan salah satunya adalah bulan Al-Quran atau syahrul Quran. Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadan ini menjadi bukti nyata kemuliaan bulan Ramadan.

Allah SWT berfirman yang artinya,

" Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)" . (QS. Al-Baqarah: 185).

7 dari 7 halaman

Adanya Malam Lailatul Qadar

Keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Di bulan Ramadan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya Alquranul Karim.

Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

Keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta setan-setan diikat. Dengan demikian, Allah SWT telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang telah diperbuat pada bulan Ramadan.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

 

Beri Komentar