Media Australia Menulis Pengakuan `Penembak` Terpidana Mati

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 11 Maret 2015 16:45
Media Australia Menulis Pengakuan `Penembak` Terpidana Mati
Sebelumnya, salah satu terpinda mati kasus narkoba yang akan dieksekusi bersumpah akan 'gentayangan' untuk menghantui eksekutor. Apa kata dia?

Dream - Salah seorang anggota regu tembak yang akan mengeksekusi 11 terpidana mati, termasuk 2 warga Australia Andrew Chan and Myuran Sukuraman, diberitakan berbagi perasaannya kepada koresponden media Australia, News Corp. Laporan News Corp itu kemudian dikutip oleh sejumlah media di Australia. 

Kepada koresponden News Corp, pria muda itu yang menjadi anggota salah satu kesatuan itu menjelaskan bahwa dia menjadi salah satu penembak yang menembak lima terpidana mati di Nusakambangan pada 18 Januari malam lalu.

Dan kali ini, dia kembali diberi tugas sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati gelombang kedua, yang tinggal menunggu beberapa hari saja.

Kepada responden News Corp dikutip News.com.au, Rabu 11 Maret 2015, si eksekutor bercerita tentang pengalamannya sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati di Nusakambangan dan juga tentang perasaannya. 

Selama ini, begitu media itu menulis, dia tidak akan pernah tahu apakah diberi senapan dengan peluru tajam atau hampa.

Saat ditanya bagaimana perasaannya sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati, pria yang tak ingin disebut identitasnya ini mengatakan itu adalah sebuah rahasia.

" Ini, saya akan simpan sebagai sebuah rahasia selamanya."

Ketika ditanya soal perasaan itu, pria ini terdiam cukup lama. Dia kemudian mengusap mata dengan tangannya dan menatap ke langit.

" Saya harus menjalankan tugas yang sudah diberikan. Saya tidak punya pilihan lain," katanya.

" Tapi sebagai manusia, saya tidak akan melupakan hal itu untuk selamanya," tambahnya.

Perbincangan singkat tersebut, begitu media itu menulis, dilakukan melalui seorang penerjemah News Corp yang terpercaya.

Memang belum diketahui secara pasti apakah liputan media itu benar atau tidak soal pengakuan ini.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, pada Senin kemarin polisi telah menyiapkan mental 13 regu tembak untuk menjalankan eksekusi gelombang kedua. Setiap regu terdiri dari 12 penembak.

Mengenai waktu pelaksanaan eksekusi dan jumlah yang menjalani pidana mati hingga kini belum ada kabar yang pasti.  (Baca: Mati Suri 36 Kali Sampai Uang Rp 390 Juta Dibakar Istri)

Sebelumnya, Zainal Abidin terpidana mati kasus narkoba bersumpah akan 'gentayangan' untuk menghantui eksekutor dan seluruh penegak hukum.

" Saya tidak bisa menerima perlakuan hukum yang tidak adil ini. Untuk orang-orang kecil seperti saya," kata Zainal dalam sebuah surat yang ditulis dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, pada 5 Maret 2015.

" Jika eksekusi tetap dilakukan, Saya akan menjadi hantu dan membalas dendam, termasuk kepada anak-anak dan istri-istri semua penegak hukum yang terlibat."  

Zainal adalah satu-satunya warga Indonesia di antara 10 penjahat narkoba yang akan dieksekusi di hadapan regu tembak, bersama dengan terpindana Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Baca selengkapnya di sini.

Anda ingin tahu penembak jitu terbaik dunia, yang salah satunya adalah Tatang Koswara? Pria yang meninggal di sela syuting 'Hitam Putih' di Trans7. Silakan klik halaman selanjutnya. (Ism) 

1 dari 3 halaman

Tatang `Siluman-3` Koswara

Dream - Bangsa Indonesia kehilangan putra terbaiknya, Tatang Koswara. Sniper handal dunia itu tutup usia akibat serangan jantung saat tampil di acara 'Hitam Putih' yang dipandu Deddy Corbuzier, Selasa kemarin.

Pria asal Cibaduyut, Bandung itu masuk jajaran penembak jitu terbaik di dunia. Dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons karya Peter Brookesmith terbitan 2000, nama Tatang masuk dalam daftar 14 besar Sniper's Roll of Honour di dunia.

Berbekal ijazah SR (Sekolah Rakyat) atau Sekolah Dasar, ia melamar sebagai prajurit tamtama di Banten pada 1966. Saat itu, sebenarnya ia memiliki ijazah Sekolah Teknik (setara SMP). Selang beberapa tahun, Tatang mengikuti penyesuaian pangkat sesuai ijazah yang dimilikinya.

Sebagai bintara, Tatang ditempatkan di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pusenif). Di sana pula Tatang mengikuti berbagai pelatihan, mulai kualifikasi raider hingga sniper. Tatang menggunakan sandi `S-3` alias `Siluman 3`.

Tatang kemudian ditugaskan dalam Timor Timur pada 1977-1978. Di bekas provinsi Indonesia itu, 49 orang Fretilin menjadi korban tembakan jitu Tatang.

Kala itu Tatang hanya berbekal 50 butir, satu peluru untuk satu nyawa. Sedangkan satu peluru ia sisakan buat dirinya. Bila tertangkap, Tatang akan menembak dirinya sendiri dibanding jatuh ditangan lawan.

2 dari 3 halaman

Wanita Mematikan

Dream - Dream - Selama Perang Dunia II, Uni Soviet sering melibatkan sniper wanita. Banyak yang percaya bahwa wanita lebih baik dalam hal menembak jitu dibanding pria.

Klaudia adalah salah satunya yang bersedia berjuang demi Rusia untuk menghadapi pasukan tentara Axis saat usianya masih 17 tahun. Dari seluruh 2.000 sniper wanita Rusia, Klaudia adalah yang terbaik.

Begitu terjun dalam perang, teman baiknya, Marusia Chikhvintseva, dibunuh oleh sniper Jerman. Inilah yang konon mendorong Klaudia menjadi pembunuh mematikan.

Dia dilaporkan telah membunuh 257 tentara Axis. Sebagai perbandingan, sniper terbaik AS, Chris Kyle, diklaim membunuh 225 musuh. (Ism)

3 dari 3 halaman

Carlos `Gunny`

Dream - Dikenal sebagai " Gunny" dalam kesatuannya, Sersan Carlos Hathcock II Norman dikonfirmasi telah membunuh lebih dari sembilan puluh tentara musuh selama Perang Vietnam. Sebagai seorang sniper atau penembak jitu, ia sangat terampil dalam mengantisipasi gerakan musuh.

Meskipun telah dikonfirmasi membunuh 93 musuh, jumlah sebenarnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi. Banyak yang percaya jumlah tersebut lebih dari 300.

Konon, Gunny menembak korban pertamanya, tanpa benar-benar pernah melihatnya lebih dahulu. Ia malah melihat kilatan cahaya di pohon-pohon dan menembak apa yang dia pikir adalah seorang tentara musuh. Tembakan terkenal ini telah diadaptasikan dalam film seperti The Sniper dan Saving Private Ryan. (Ism)

Beri Komentar