Yakin Istri Wafat Diganggu Jin, Saat Kepalanya Dibedah Ada...

Reporter : Sugiono
Sabtu, 17 Maret 2018 16:00
Yakin Istri Wafat Diganggu Jin, Saat Kepalanya Dibedah Ada...
Kisah ini patut menjadi pelajaran bagi kita semua dalam bersikap ketika menghadapi anggota keluarga yang sakit.

Dream - Baik pengobatan modern maupun pengobatan alternatif, keduanya bertujuan sama, yaitu menyembuhkan dan mencegah penyakit, serta memperbaiki kesehatan atau setidaknya menjaganya.

Pengobatan alternatif tidak salah. Karena pengobatan alternatif bisa menyembuhkan penyakit yang tidak bisa dinalar sesuai logika pengobatan medis modern.

Namun, yang menjadi kekhawatiran kita adalah masalah keamanan dan efektivitas pengobatan alternatif yang digunakan dalam mencegah atau mengobati penyakit tertentu.

Apa yang dikisahkan seorang dokter Malaysia bernama Zaid Zolkipli dari kamar bedah melalui akun Facebooknya ini mungkin patut jadi renungan kita semua.

Zaid dihadapkan dengan kasus kematian seorang wanita muda yang konon mengalami gangguan makhluk halus. Namun setelah dilakukan pembedahan autopsi diketahui bahwa kematiannya akibat infeksi bakteri di selaput otak.

Bagaimana Dr Zaid menghadapi masalah pelik seperti itu? Mari kita ikuti kisahnya di halaman berikut ini.

1 dari 2 halaman

Dibilang Kena Gangguan Makhluk Halus

Saya pernah menerima kasus kematian seorang wanita muda berusia awal 20-an. Dia baru beberapa bulan melahirkan bayi pertamanya.

Beberapa minggu sebelum kematian, kesehatan wanita itu secara bertahap menurun. Dia mengalami demam jangka panjang.

Tubuhnya menjadi lemah dan tak bertenaga. Berat badan dan nafsu makannya menurun. Dia juga tampak murung, menyendiri dan tidak ceria.

Suami dan keluarga mengambil inisiatif dengan membawa wanita itu ke seorang ustaz dan juga beberapa praktisi medis alternatif.

Rata-rata mereka memberikan penjelasan yang sama. Wanita itu diganggu makhluk halus yang menyebabkan sikap dan tingkat kesehatannya berubah.

Beberapa kali mereka membawa wanita itu menjalani pengobatan alternatif, tapi tidak banyak yang berubah. Bahkan, almarhumah semakin memburuk.

Puncaknya, almarhumah mulai mengigau, bertindak agresif dan tidak bisa merawat bayi yang baru berusia beberapa bulan.

Pengobatan alternatif tidak berhasil, keluarga membawa wanita itu berobat ke rumah sakit.

Dia kemudian dimasukkan ke bangsal sakit jiwa. Wanita itu diberikan obat dan air sebagai suplemen.

Almarhumah sempat dirawat di rumah sakit itu selama dua hari. Tapi keluarga memutuskan untuk membawanya pulang untuk meneruskan pengobatan melalui ustaz.

Beberapa hari setelah itu, wanita tersebut meninggal dan berada di atas meja operasi saya untuk proses autopsi.

2 dari 2 halaman

Merasa Geram Dengan Kasus Yang Dihadapi

Tanpa bermaksud buruk, saya bertanya kepada sang suami, bagaimana perasaannya tentang kematian istrinya di tengah mencari pengobatan alternatif.

Dia tampak tenang dan ridha. Dia mengatakan bahwa ini adalah takdir dan penyakit  istrinya memang tidak bisa disembuhkan.

Saya merasa geram mendengar jawaban sang suami. Geram bukan karena dia mengabaikan perawatan modern dan berobat ke ustaz. Pengobatan modern memang tidak menjamin pemulihan 100%.

Saya bahkan membiarkan banyak pasien yang mengambil risiko meninggalkan rumah sakit untuk menjalani perawatan alternatif. Terutama untuk penyakit batu ginjal, nyeri sendi atau patah tulang.

Dalam kasus ini, saya geram karena almarhumah tidak bisa memutuskan sendiri pengobatan apa yang diperlukannya. Semua keputusan dibuat oleh suami dan keluarga.

Saya juga geram dengan sikap tidak bertanggung jawab pengobatan alternatif yang begitu berani menangani penyakit yang bukan dalam bidang pengetahuan mereka.

(Sumber: Siakapkeli.my)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'