(Foto: Accionambassadorsblog.com)
Dream - Seorang sopir bajaj asal India, Amit Gupta, tak menyangka kejujurannya mengembalikan barang penumpang akan berbuah manis. Sekarang dia tak perlu berjuang susah payah untuk membiayai pendidikan anak-anaknya karena mereka bisa bersekolah secara gratis.
Dua bulan yang lalu, Sarla Namboodiri, yang mengelola Arunodaya English School di Chembur untuk anak-anak pra-sekolah dan SD, naik bajaj menuju mobilnya yang diparkir agak jauh dari kampus.
Wanita 68 tahun itu selalu memarkir mobilnya tak jauh dari kampus. Dan ketika malas berjalan, Namboodiri akan memanggil bajaj untuk mengantarnya ke tempat parkir mobilnya saat pulang sekolah.
Pada 21 Desember lalu, dia juga naik bajaj ke tempat parkir mobilnya. Namun saat itu tasnya ketinggalan di bajaj yang dikemudikan oleh Gupta.
" Setelah masuk mobil, saya menyadari bahwa saya telah meninggalkan tas saya di bajaj dan saya panik," kata Namboodiri.
Dia pantas panik karena di dalam tas tersebut terdapat uang tunai 80,000 Rupee, setara Rp17 juta. Itu adalah uang sekolah yang dibayarkan oleh murid-murid di kampus tempat dia bekerja.
Tidak itu saja. Namboodiri juga kehilangan kartu kredit dan kartu debit, SIM, STNK, dua ponsel, kunci rumah dan kunci loker, serta dua kartu lainnya.
" Saya hidup sendirian dan sekolah tutup esok harinya. Sejenak, saya tidak tahu harus berbuat apa," kata Namboodiri.
© Dream
Namun Namboodiri memutuskan untuk kembali ke sekolah dan meminta seseorang untuk mencari bajajnya. Salah satu satpam pergi ke jalan utama dan bertanya ke seorang penjual sirih.
Penjual itu mengatakan bahwa seorang sopir bajaj baru saja berhenti di warungnya dan namanya adalah Amit Gupta.
Karena Namboodiri tidak memiliki nomor yang bisa menghubungi Gupta, dia mulai mempertimbangkan untuk membuat laporan ke polisi.

Tapi beruntung, setengah jam kemudian, Gupta kembali ke sekolah bersama tas Namboodiri.
Gupta mengatakan bahwa ada penumpang lain yang melihat tas itu dan dia ingat itu adalah tas Namboodiri.
" Setelah dia pergi, saya tidak terpikir untuk menanyakan identias atau nomor yang bisa dihubungi. Saya kembali bertanya kepada penjual sirih, tapi nomor yang dia berikan salah," kata Namboodiri.
Namboodiri sempat tidak masuk sekolah seminggu akibat sakit. Namun, dia terus berusaha mencari Gupta.
Dan awal pekan ini, Namboodiri berhasil melacak Gupta dan memanggilnya ke sekolah.
© Dream
Setelah berbincang dengan Gupta, Namboodiri pun mengetahui latar belakang kehidupan sopir bajaj itu.
" Dia ternyata tidak beruntung dalam hal finansial. Kedua anaknya tidak bisa sekolah karena terbentur masalah biaya."
" Sebagai mantan guru dan latar belakang saya di dunia pendidikan, saya memutuskan untuk memberikan pendidikan gratis kepada kedua anak Gupta," ujar Namboodiri.
Gupta sangat beryukur dengan tawaran Namboodiri. Tidak itu saja, Namboodiri juga memberinya uang tunai sebesar 10,000 Rupee, setara Rp2,1 juta.
" Seandainya Gupta tidak mengembalikan tas, saya pasti menghadapi banyak masalah," pungkas Namboodiri.
(Sumber: indiatimes.com)
Advertisement