Sholat Berjamaah yang Tepat Sesuai Syariat, Lengkap dengan Adab dan Keutamaannya

Reporter : Reni Novita Sari
Jumat, 27 November 2020 09:47
Sholat Berjamaah yang Tepat Sesuai Syariat, Lengkap dengan Adab dan Keutamaannya
Berikut tata cara sholat berjamaah, lengkap dengan adab dan keutamaannya

Dream- Sholat merupakan tuntunan ibadah wajib yang harus ditunaikan oleh seluruh umat muslim. Bukan tanpa alasan, sholat sendiri masuk dalam rukun islam kedua yang menjadi tiang agama sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT.

Bagi setiap muslim, wajib menunaikan ibadah sholat lima waktu di setiap harinya. Mulai dari sholat subuh, dhuhur, ashar, maghrib, daan isya. Kelima sholat ini bisa dikerjakan secara berjamaah di masjid, maupun dikerjakan sendiri di rumah. Namun ibadah sholat yang dilakukan secara berjamaah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dibandingkan sholat yang dikerjakan seorang diri.

Selain sholat fardhu atau wajib, sholat yang biasanya dikerjakan secara berjamaah adalah tarawih, witir, dhuha, sholat jumat dan masih banyak lagi. Dalam menjalankan ibadah sholat berjamaah sendiri, terdapat tata cara dan adab tertentu yang perlu dilakukan. Dilansir dari beberapa sumber, berikut tata cara sholat berjamaah, lengkap dengan adab dan keutamaannya.

1 dari 5 halaman

Adab Salat Berjamaah

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Namun, sebelum membahas sholat berjamaah dan keutamaannya, terdapat adab sholat berjamaah di masjid yang nampaknya sering dilupakan umat muslim.

1. Wudhu

Ketika Anda hendak salat berjemaah di masjid, sebaiknya sudah mengambil air wudhu sejak dari rumah. Hal ini sesuai dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

" Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajatnya" . (HR. Muslim)

2. Membaca Doa

Tata cara salat berjemaah termasuk dengan menjalankan adabnya, membaca doa dalam perjalanan menuju masjid.

" ALLAHUMMAJ'AL FII QOLBI NUURA WA FII BASHARI NUURA WA FII SAM'I NUURA WA'AN YAMIINIHI NUURA WA'AN YASAAARII NUURA WA FAUQI NUURA WA TAHTI NUURA WA AMAANI NUURA WA KHALFI NUURA WAJ'AL LII NUURA" .

Artinya: " Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dari kananku, cahaya dari kiriku, cahaya di belakangku. dan jadikanlah untukku cahaya" . (HR. Muslim).

3. Membaca Doa Masuk dan Keluar Masjid

Ajaran Islam disunnahkan ketika masuk masjid seharusnya mendahulukan kaki kanan baru kaki kiri, sambil memanjatkan doa sebagai berikut:

ALLOHUMMAFTAHLII ABWAABA RAHMATIK

Artinya: Ya Allah! Bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu

Sedangkan ketika keluar masjid sebaiknya membaca doa:

ALLAHUMMA INNI AS-ALUKA MIN FADHLIK'

Artinya: Ya Allah! Aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu

4. Tidak Melewati Orang yang Sedang Sholat

Adab salat berjemaah berikutnya yakni dengan tidak melewati orang yang sedang salat. Selain tidak sopan, berjalan di depannya akan membuat salat menjadi tidak khusyul dan pasti terganggu. Berdasarkan sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Seandainya orang yang lewat di depan orang yang salat mengetahui (dosa) yang ditanggungnya, niscahya ia memilih untuk berhenti selama 40 (tahun), itu lebih baik baginya dari pada lewat di depan orang yang sedang salat. (HR. Bukhari 510 dan Muslim 1132).

5. Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid

Adab salat berjemaah selanjutnya dengan menunaikan salat tahiyatul masjid ketika sudah masuk dan sebelum duduk.

" Jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam masjid, maka hendaklah ia sholat dua rakaat sebelum dia duduk" . (HR. Bukhari 537 dan Muslim 714)

6. Menjawab Panggilan Azan dan Berdoa

Menjadi sunnah bagi umat muslim yang mendengar azan, maka menjawab setiap kalimat panggilan tersebut. Ketika muadzin mengumandangkan iqamah juga terdapat kalimat jawaban.

Semisal, bila muazin berucap " Allahu akbar Allahu akbar" maka Anda jawab dengan ucapan yang sama, " Allahu akbar Allahu akbar" . Bacaan doa seusai mendengar azan:

" ALLAAHUMMA ROBBA HAADZIHID DAWATIT TAAMMAH, WASHSHOLAATIL QOO-IMAH, AATI SAYYIDANAA MUHAMMADANIL WASHIILATA WAL FADHIILAH, WASYSYAROFA, WAD DARAJATAL, AALIYATAR ROFIIAH, WABATSHU MAQOOMAM MAHMUUDANIL LADZII WAADTAH, INNAKA LAA TUKHLIFUL MIIAADZ" .

Artinya:

" Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-wasilah (derajat di surga), dan al-fadhilah (keutamaan) kepada nabi Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau janjikan. (HR. Bukhari, Abu dawud, Tarmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)" .

7. Membaca Doa Sesudah Iqomah

" ALLAAHUMMA ROBBA HAADZIHID DAWATIT TAAMMAH, WASHSHOLAATIL QOO-IMAH, SHALLI WA SALLIM ALAA SAYYIDINIA MUHAMMADIN WA AATIHI SULAHU YAUMUL QIYAAMAH" .

Artinya:

" Ya Allah Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna, memiliki salat yang ditegakkan, curahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan berilah/kabulkanlah segala permohonannya pada hari kiamat" .

8. Merapikan Shaf Sholat

Adab salat berjemaah selanjutnya dengan meluruskan dan merapikan barisan salat. Perhatikan depan, belakang, kanan dan kiri apakah para jamaah telah berada pada shaf yang tepat. Sesuai dalam hadis berikut, Rasulullah SAW bersabda:

" Hendaknya kalian bersungguh-sungguh dalam meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah sungguh-sungguh kana memperselisihkan di antara wajah-wajah kalian" . (HR. Bukhari 717 dan Muslim).

2 dari 5 halaman

Tata Cara Salat Berjamaah

1. Membaca Niat

Mengambil contoh dari bacaan niat salat Zuhur, tentunya antara imam dengan makmum berbeda bacaannya.

Sebagai Imam:

" USHOLLI FARDODH DHUHRI ARBA'A RAKA'ATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN IMAAMAN LILLAHI TA'ALA" .

Artinya: " Saya niat sholat fardhu dhuhur dua rakaat dengan adzan menjadi imam karena Allah Ta'ala" .

Sebagai makmum:

USHOLLI FARDODH DHUHRI ARBA'A RAKA'ATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN IMAAMAN LILLAHI TA'ALA

Artinya: " Saya niat sholat fardhu dhuhur dua rakaat dengan adzan menjadi makmum karena Allah Ta'ala" .

2. Makmum Berada di Belakang Imam

Apabila jumlah makmum terlalu banyak dengan ruangan yang kurang memadai, poisi imam boleh dekat dengan makmum. Dekat namun tidak sejajar, beri jarak dengan tumit makmum minimal tidak mendahului tumit imam.

Jika makmum hanya satu orang, maka posisi saling berdampingan. Ketika ada makmum lain yang datang atau makmum masbuk, maka makmum pertama atau yang sebelumnya tadi mundur selangkah. Sehingga posisi imam ada di depan.

3. Mengikuti Gerakan Imam

Tata cara salat berjemaah pastinya menjadi sah ketika makmum mengikuti setiap gerakan sang imam. Dilarang mendahului gerakan, bagii shaf yang dibelakang dapat mengikuti yang di depannya, dan seterusnya.

4. Berada dalam Satu Masjid

Tata cara salat berjemaah yang benar berikutnya tentu imam dan makmum berada dalam satu tempat yang sama. Apabila masjid terlalu penuh dan mengharuskan sebagian shaf ada di luar, maka salat tetap dianggap sah, selama makmum mengetahui setiap gerakan salat dengan jelas.

3 dari 5 halaman

Tata Cara Salat Berjemaah Jika Terlambat

  • Segera masuk masjid dengan tetap tenang dan tidak mengganggu prosesi ibadah salat.
  • Apabila imam sudah rukuk, maka makmum yang terlambat harus langsung menempatkan diri, membaca niat, dan menyusul gerakan imam pada saat itu.
  • Makmum tetap menunaikan salat dengan jumlah rakaat salatnya. Semisal makmum terlambat pada rakaat pertama di salat Zuhur, maka harus menambah jumlah rakaat hingga menjadi lengkap 4 rakaat.
4 dari 5 halaman

Perbedaan Pria dan Wanita dalam Sholat Berjamaah

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Pria dalam Sholat

  • Meregangkan dua siku tangannya dari kedua lambungnya waktu rukuk dan sujud.
  • Waktu rukuk dan sujud mengangkat perutnya dari dua pahanya.
  • Menyaringkan suara atau bacaan di tempat keras.
  • Bila memberi tahu imam yang salah doa atau gerakan salat, mengucap tasbih, SUBHANNALLAH. Artinya : Maha suci Allah.
  • Menutup aurat, batasnya dari pusar hingga lutut.

Wanita dalam Sholat

  • Merapatkan satu anggota kepada anggota lainnya. Posisi tangan tidak terlalu regang dibandingkan pria.
  • Meletakkan perutnya pada dua tangan atau sikunya ketika sujud. Posisi siku terangkat dari lantai namun tidak terlalu tinggi, telapak tangan di samping telinga.
  • Merendahkan suara bacaan, terutama ketika berjamaah ada pria yang bukan muhrimnya.
  • Apabila memberi tahu imam yang tidak sengaja melakukan kesalahan dalam salat, cukup menepuk tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri.
  • Menutup aurat wanita, yakni seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
5 dari 5 halaman

Keutamaan Sholat Berjamaah di Masjid

1. Pahala 27 Kali Lipat

Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda bahwa “ Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian, akan sangat disayangkan jika seorang umat muslim melewatkan sholat berjamaah untuk sholat sendirian karena pahala yang didapatkan jauh berbeda. Namun, jika keadaan tidak memungkinkan, sholat sendirian pun diizinkan selama tidak meninggalkan sholat.

2. Mendapatkan Naungan dari Allah SWT Pada Hari Kiamat

Hal ini sesuai sabda Rasulullah yang menjelaskan bahwa hanya 7 golongan umat muslim yang akan mendapatkan naungan dari Allah SWT pada hari kiamat, yaitu salah satunya adalah “ seseorang yang hatinya bergantung di masjid-masjid.”

3. Allah SWT akan Meninggikan Derajat

Bagi orang-orang yang menunaikan sholat berjamaah di masjid, Allah SWT menjanjikan kenaikan derajat dan menghapus dosa yang telah dilakukan di dunia. Seperti dalam hadist riwayat muslim berikut:

”Menyempurnakan wudhu’ pada saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid-masjid, dan menunggu shalat setelah melaksanakan shalat. Maka, itulah ar-tibath (berjuang di jalan Allah).” (HR. Muslim)

4. Allah SWT Menjanjikan Surga

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda

“ Ada tiga golongan yang semuanya dijamin oleh Allah Ta’ala, yaitu orang yang keluar untuk berperang di jalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala dan ghanimah, kemudian orang yang pergi ke masjid, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalau memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala, dan orang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka ia dijamin oleh Allah.” (HR. Abu Dawud)

Beri Komentar