Sifat-sifat Nabi Yusuf yang Pantas Dijadikan Teladan dalam Kehidupan Sehari-hari

Reporter : Arini Saadah
Minggu, 3 April 2022 06:01
Sifat-sifat Nabi Yusuf yang Pantas Dijadikan Teladan dalam Kehidupan Sehari-hari
Nabi Yusuf telah melalui perjalanan hidup yang keras.

Dream – Kisah Nabi Yusuf alaihisalam sangat patut dijadikan teladan bagi perjalanan hidup manusia. Nabi Yusuf merupakan sosok yang taat kepada Allah dan senantiasa berjalan pada kebaikan. Nabi Yusuf juga merupakan sosok yang cerdas dan jujur dalam hidupnya meskipun mengalami berbagai tantangan.

Kisah Nabi Yusuf tentu pantas menjadi teladan bagi umat manusia. Bahka diceritakan dari al Baihaqi bahwa terdapat golongan Yahudi yang jadi muallaf lantaran mendengar kisah Nabi Yusuf yang luar biasa.

Perjalanan hidup Nabi Yusuf mulai dari dibuang ke sumur oleh saudaranya sendiri, dipenjara karena fitnah Zulaikha, hingga akhirnya dipercaya menjadi tangan kanan Raja Mesir.

Berbagai kisah tersebut telah melalui perjalanan yang sangat panjang, sehingga layak dijadikan suri tauladan bagi umat Muslim agar tidak sombong dan selalu mentaati perintah Allah.

Dalam artikel kali ini, Dream telah merangkum dari berbagai sumber tentang hikmah dari perjalanan hidup Nabi Yusuf yang layak dijadikan teladan bagi umat Islam.

1 dari 4 halaman

1. Tidak Sombong dengan Ketampanannya

Nabi Yusuf dikenal sebagai nabi yang memiliki ketampanan luar biasa. Wajah bersih dan tampan membuat para wanita pada zaman itu tergila-gila. Bahkan ada sebuah kisah para wanita memotong jari mereka sendiri akibat terpesona dengan ketampanan Nabi Yusuf.

Meskipun dikaruniai wajah tampan rupawan, rupanya tidak membuat Nabi Yusuf sombong.  Nabi Yusuf tetap bersikap rendah hati dan tidak mendambakan pujian dari orang lain. Bahkan ia menganggap ketampanannya adalah ujian yang perlu ia lalui dengan ketaatan kepada Allah.

Kerendahan hati inilah yang tentu menjadi pelajaran penting untuk diteladani semua orang terutama kaki-laki, bahwa ketampanan hanya titipan Allah yang sewaktu-waktu bisa hilang.

 

2. Senantiasa Menjaga Hawa Nafsunya

Dengan ketampanan yang dimiliki, biasanya seseorang akan mudah tergoda dan kesulitan menahan hawa nafsunya. Namun berbeda dengan Nabi Yusuf, meskipun mendapat godaan dari banyak wanita cantik, Nabi Yusuf senantiasa menjaga hawa nafsunya.

Nabi Yusuf mampu mengendalikan hawa nafsunya sehingga tidak terjerat dengan godaan setan. Rayuan dari banyak wanita tidak ia tanggapi, ia justru malah semakin meningkatkan imannya kepada Allah Swt.

2 dari 4 halaman

3. Tidak Menyimpan Dendam

Nabi Yusuf merupakan anak ke-12 yang paling berbeda dari saudara-saudaranya. Sifat yang baik dari Nabi Yusuf membuatnya disayangi oleh orang tua dan orang di sekitarnya. Hal itulah yang membuat semua saudara-saudaranya merasa iri. Sampai pada tindakan Nabi Yusuf dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya.

Meski kerap diperlakukan tidak baik, Nabi Yusuf tidak pernah menyimpan dendam kepada saudara-saudaranya. Inilah sifat yang perlu diteladani oleh umat Islam untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain. Sebab menyimpan dendam hanyalah akan menyakiti diri sendiri.

 

4. Selalu Waspada dengan Kemungkinan Buruk

Kisah Nabi Yusuf mengingatkan kepada manusia bahwa hal buruk bisa terjadi kapan saja dan berasal dari mana saja. Suatu ketika Nabi Yusuf pernah diserang oleh serigala dan rencana pembunuhan oleh saudaranya sendiri.

Namun Nabi Yusuf bisa lolos dari semua kemungkinan terburuk tersebut atas pertolongan dari Allah Swt.Hal itu membuatnya selalu waspada dengan kemungkinan buruk yang terjadi dalam hidupnya.

Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa hal buruk bisa menimpa siapa saja. Dengan begitu sebaiknya kita menyiapkan mental untuk menghadapinya.

3 dari 4 halaman

4. Selalu Sabar Menghadapi Cobaan Hidup

Cobaan dan ujian adalah satu paket tantangan yang dialami manusia selama hidup di dunia. Hidup tanpa cobaan sebagaimana minuman tanpa gula, tidak ada rasanya.

Namun demikian banyak orang yang tidak sabar ketika menghadapi cobaan. Bahkan sebagian orang sampai melakukan hal-hal yang buruk karena tidak kuat menghadapi cobaan yang datang.

Semestinya kita sebagai umat muslim belajar dari sifat Nabi Yusuf yang selalu sabar menghadapi cobaan. Ia telah menjalani kehidupan yang keras. Mulai dari terpisah dari orang tuanya, menghadapi godaan wanita, difitnah, dipenjara, hingga dimusuhi saudara-saudaranya sendiri.

Berbagai cobaan yang dihadapi Nabi Yusuf tidak membuatnya putus asa. Justru ia malah semakin meningkatkan iman dan takwa kepada Allah. Sebab sebagai umat Muslim kita harus yakin bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

4 dari 4 halaman

5. Tidak Menyombongkan Riwayat Garis Keturunannya

Banyak orang menyombongkan riwayat garis keturunan. Mereka lupa bahwa ada Nabi yang sangat mulia dan tidak mengajarkan agar manusia tidak menyombongkan hal tersebut.

Nabi Yusuf adalah utusan Allah yang memiliki garis keturunan luar biasa. Pasalnya mulai dari buyut, kakek, dan ayahnya adalah seorang Nabi Allah.

Namun demikian hal itu tidaklah membuatnya sombong dengan garis keturunan tersebut. Hal inilah yang perlu dicontoh oleh manusia. Mengingat masih banyak orang yang menyombongkan garis keturnan keluarganya.

Itulah beberapa hikmah yang bisa diteladani dari kisah perjalanan Nabi Yusuf. Sebenarnya masih banyak pelajaran dari kisahnya, namun jika kita bisa meneladani sifat-sifat Nabi Yusuf di atas, maka kita termasuk golongan orang yang beruntung.

Beri Komentar