Surat Al Maidah Ayat 48 Arab, Latin, Terjemahan dan Penjelasan Tafsir

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 29 Desember 2020 14:58
Surat Al Maidah Ayat 48 Arab, Latin, Terjemahan dan Penjelasan Tafsir
Surat al maidah ayat 48 ini juga menjelaskan bahwa tiap umat beragama memiliki syariat dan manhaj masing-masing.

Dream – Surat al Maidah ayat 48 perlu diketahui arti dan maknanya karena mengandung pelajaran yang sangat baik sebagai pedoman. Surat Al Maidah merupakan surat ke-5 dalam Al Quran yang tergolong surat madaniyah.

Surat Al maidah memiliki arti ‘hidangan’ yang terdiri dari 120 ayat. Sebab ayat-ayat dalam surat Al Maidah menceritakan peristiwa perjamuan Nabi Isa alaihissalam dengan para pengikutnya dengan hidangan yang turun dari langit dan dimaknai sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Ayat-ayat dalam surat Al Maidah diturunkan setelah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah yaitu sewaktu peristiwa haji wada’.

Salah satu ayat yang perlu dipahami maknanya adalah surat Al Maidah ayat 48. Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasannya disertai tafsir dan isi kandungannya.

1 dari 5 halaman

Surat Al Maidah Ayat 48 Arab

Dikutip dari quran.kemenag.go.id, berikut bunyi surat al maidah ayat 48 arab:

Ilustrasi© kemenag.go.id

Surat Al Maidah Ayat 48 Latin

Wa anzalnaa ilaikal-kitaba bil haqqi mushaddiqal lima baina yadaihi minal kitaabi wa muhaiminan ‘alaihi fahkum bainahum bimaa anzalallahu wa laa tattabi’ ahwaa-ahum ‘ammaa jaa-aka minal haqq, likullin ja'alnaa mingkum syir'ataw wa min-haajaa, walau syaa`allahu laja'alakum ummataw waahidataw wa laakil liyabluwakum fii maa aataakum fastabiqul-khairaat, ilallahi marji'ukum jamii'an fa yunabbi’ ukum bimaa kuntum fiihi takhtalifuun.

2 dari 5 halaman

Terjemahan Surat Al Maidah Ayat 48

Ilustrasi© Pixabay

" Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.

Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan."

3 dari 5 halaman

Tafsir Surat Al Maidah Ayat 48

Dilansir dari umma.id, tafsir surat Al Maidah ayat 48 yang satu ini disarikan darii Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fii Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar dan Tafsir Munir supaya lebih bisa dipahami dengan mudah. Berikut tafsir surat Al Maidah ayat 48 yang merupakan intisari dari tafsir tersebut:

Ilustrasi© freepik.com

1. Iman Kepada Al Quran dan Kitab-Kitab Sebelumnya

Tafsir surat Al Maidah ayat 48 adalah menjelaskan salah satu fungsi al Quran sebagai pembawa kebenaran, membenarkan sebelumnya, dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang. Ayat 48 ini menjelaskan bahwa Allah menurunkan Al Quran kepada Muhammad Saw dengan haq. “ Yakni membawa kebenaran dan tiada keraguan di dalamnya,” tulis Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

2. Al Quran Sebagai Pedoman Hidup

Tafsir surat al maidah ayat 48 selanjutnya adalah Allah memerintahkan manusia untuk berpegang teguh kepada al quran dan menjadikannya pedoman hidup.

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa surat al maidah ayat 48 turun berkenaan dengan orang ahli kitab yang meminta keputusan kepada Rasulullah. Mulanya beliau diberi pilihan untuk memutuskan perkara mereka atau mengembalikan perkata itu kepada kitab mereka masing-masing. Namun allah menurunkan ayat 48 ini.

“ Dengan turunnya ayat ini, rasulullah dieprintahkan untuk memutuskan perkara di antara mereka (ahli kitab) dengan apa yang ada pada al quran,” kata Ibnu Katsir.

4 dari 5 halaman

3. Tiap Umat Memiliki Syariat Masing-Masing

Surat al maidah ayat 48 ini juga menjelaskan bahwa tiap umat beragama memiliki syariat dan manhaj masing-masing, seperti dalam kalimat ‘untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.”

Ilustrasi© freepik.com

Menurut Ibnu Abbas dan Mujahid, syir’ata adalah tuntunan, minhaja adalah jalan. Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan syir’ata adalah apa yang disyariatkan Allah untuk para hambanya berupa agama, sistem, aturan dan hukum-hukumnya. Sedangkan minhaja adalah jalan terang yang ditempuh manusia dalam beragama.

4. Berlomba-Lomba dalam Kebaikan

Melalui al maidah ayat 48 Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berlomba dalam kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, mudah saja bagi-Nya menjadikan seluruh manusia sejak nabi adam hingga kiamat menjadi satu umat saja. Namun Allah hendak menguji manusia. Karenanya Dia memerintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Ibnu Katsir menjelaskan Allah telah menetapkan berbagai macam syariat untuk menguji hamba-Nya dengan memberi pahala kepada orang yang taat dan menyiksa mereka yang durhaka.

“ Berlomba-lombalah kamu semuanya berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik di dalam dunia ini, dengan memegang pokok pertama yaitu ketaatan kepada Allah dan percaya bahwa di belakang hidup yang sekarang ini ada lagi hidup akhirat,” tulis Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar.

5 dari 5 halaman

5. Semua Akan Kembali Kepada Allah

Tafsir surat al maidah ayat 48 ini juga menegaskan bahwa manusia akan kembali kepada-Nya. Seperti yang dikatakan Buya Hamka, di belakang hidup yang sekarang ini ada lagi hidupa khirat. Bahwa semua akan kembali kepada Allah dan akan diberitahukan apa yang diperselisihkan.

Apa yang diperselisihkan adalah tentang akhirat itu sendiri. Orang kafir tidak percaya adanya akhirat, mereka berselisih mengenai hal yang pasti. Kelak mereka akan diberitahu dan mendapatkan balasannya siksa.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar