Surat Al Maidah Ayat 8, Tegakkah Keadilan Karena Allah SWT

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 29 Januari 2021 11:05
Surat Al Maidah Ayat 8, Tegakkah Keadilan Karena Allah SWT
Ayat ini berkaitan dengan dengan persaksian dalam hukum.

Dream – Bersikap jujur dan adil dalam setiap tindakan merupakan hal utama yang harus dilakukan. Namun, seringkali seseorang luput sehingga membuat ia tergoda untuk berbuat curang.

Salah satu ayat yang menjelaskan tentang keadilan dalam kehidupan terdapat dalam surat Al Maidah ayat 8. Ayat ini berkaitan dengan dengan persaksian dalam hukum.

Keadilan harus ditegakkan tanpa memandang siapa pun orang tersebut. Meskipun terdapat kebencian didalam hati, hal tersebut tak boleh membuatmu bersikap tidak adil.

Selain itu, surat Al Maidah ayat 8 juga menerangkan perintah kepada orang mukmin agar melaksanakan amal dan pekerjaan dengan cermat, teliti, dan penuh kejujuran.

Baik pekerjaan yang berhubungan dengan urusan agama maupun pekerjaan yang berkaitan dengan urusan kehidupan duniawi.

 

1 dari 4 halaman

Bacaan Surat Al Maidah Ayat 8

Bacaan Arab

Al Maidah ayat 8© Dream.co.id

Bacaan Latin

Ya ayyuhallazina amana kunu qawwamina lillahi syuhadaa bil-qisti wa la yajrimannakum syanaanu qaumin 'ala alla ta'dila, i'dilu, huwa aqrabu lit-taqwa wattaqullah, innallaha khabirum bima ta'malun

Terjemahan

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

2 dari 4 halaman

Sebab Turunnya Surat Al Maidah Ayat 8

Ilustrasi© Freepik

 

Sebab turunnya surat Al Maidah ayat 8 adalah berkenaan dengan Usman bin Thalhah bin Abu Thalhah ketika terjadi peristiwa Fathu Makkah (Penaklukan Makkah). 

Nama asli Abu Thalhah ayah Usman ini ialah Abdullah bin Abdul Uzza bin Usman Abdid Daar bin Qusyai bin Kilab al-Quraisy Al-Athabari. Ia merupakan juru kunci (hajib) yang mulia.

Menurut Ibnu Katsir sebab turun ayat ini adalah ketika Rasulullah SAW. meminta kunci Ka'bah darinya (Usman) sewaktu penaklukan Mekkah lalu menyerahkannya kembali kepadanya.

Dan kisah selanjutnya Ali bin Abu Thalib juga memohon kepada Rasulullah SAW. agar kunci diserakan kepadanya. Namun, Rasulullah SAW menyerahkan kepada Usman bin Thalhah bin Abu Thalhah. 

 

 

3 dari 4 halaman

Begitu pula Ibnu Marduwaih meriwayatkan dari jalan Thoriq Al-Kalabi dari Abu Sholih dari Ibnu Abbas, ketika terjadi Fathu Mekkah Rasulullah SAW. memanggil Usman bin Thalhah bin abi Thalhah untuk menyerahkan kunci Ka'bah.

Ketika Usman bin Thalhah hendak menyerahkan kunci tersebut, Abbas berdiri kemudian berkata kepada Rasul agar menyerahkan kunci itu kepada Ali bin Abi Thalib. 

Mendengar perkataan Abbas tersebut, Usman bin Thalhah urung menyerahkan kunci tersebut kepada Rasullah SAW. Lantas Rasulullah meminta kembali kepada Usman ketika Usman hendak menyerahkannya. Abbas kembali berdiri dan berkata seperti perkataan semula. Usman pun urung menyerahkan kunci tersebut. Kejadian ini berulang sampai tiga kali. 

Rasulullah saw. bersabda : " Hai Usman, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir, serahkanlah kunci itu kepadaku" Mendengar Rasulullah berkata demikian, Usman pun menyerahkan kunci tersebut. Setelah Rasulullah menerima kunci tersebut, Rasul masuk ke dalam Ka'bah dan melihat gambar Nabi Ibrahim.

Rasulullah meninta air dan membersihkan gambar tersebut. Setelah itu beliau melakukan thawaf, namun baru sekitar satu atau dua putaran malaikat Jibril turun dan menyampaikan surat Al Maidah ayat 8.

Maksudnya adalah jadilah kalian sebagai penegak kebenaran karena Allah SWT. bukan karena manusia atau mencari popularitas. Dan tegakkanlah keadilan itu terhadap orang lain meskipun kamu membencinya. 

 

 

4 dari 4 halaman

Dalam ashohihain telah ditegaskan dari Nu'man bin Basyir " Ayahku pernah memberiku suatu pemberian, lalu Ibuku Amrah binti Rawhah, berkata : " Aku tidak rela sehingga engkau mempersaksikan pemberian itu kepada Rasulullah SAW. Kemudian ia (ayahku) mendatangi Rasulullah SAW. dan meminta beliau menjadi saksi atas sedekahku itu. maka beliaupun bersabda : " Apakah setiap anakmu engkau beri hadiah seperti itu juga? " tidak" jawabnya, maka Rasulullah SAW. bersabda : " Sesungguhnya aku tidak mau bersaksi atas suatu ketidakadilan" . Kemudian ayahku pulang dan menarik kembali pemberian tersebut.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar