Tata Cara Sholat Dhuha, Jumlah Maksimal 8 atau 12 Rakaat? Ini Masing-masing Dalilnya

Reporter : Arini Saadah
Senin, 22 November 2021 06:01
Tata Cara Sholat Dhuha, Jumlah Maksimal 8 atau 12 Rakaat? Ini Masing-masing Dalilnya
Dengan berbagai landasan dalil di bawah ini, maka kamu bisa menjalankannya sesuai pendapat ulama yang diyakini.

Dream - Sholat Dhuha merupakan amalan sunnah yang sudah begitu akrab di kalangan Umat Islam. Sholat sunnah yang satu ini memiliki banyak keistimewaan sehingga banyak orang muslim berusaha untuk menjalankannya.

Tata cara sholat dhuha sangat mudah dipelajari. Hukum sholat dhuha yang merupakan sunnah muakkad membuat amalan yang satu ini sangat dianjurkan. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa melakukannya dan menjadikannya sebagai suatu wasiat.

Selain itu, Sholat Dhuha juga memiliki beberapa keutamaan. Salah satunya merupakan sarana untuk memohon ampunan dosa. " Orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lalai," (HR Al Baihaqi dan An Nasai)

Sholat dhuha juga memiliki keutamaan termasuk bagian dari sedekah. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“ Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat."

Setelah mengetahui keutamaannya, umat Muslim juga perlu memahami tata cara sholat Dhuha dengan baik dan benar. Agar lebih jelasnya, berikut Dream rangkum dari berbagai sumber tentang tata cara sholat dhuha minimal dikerjakan dua rakaat dan maksimal delapan rakaat.

1 dari 4 halaman

Dalil Delapan Rakaat

Doa Sholat Dhuha yang Dilengkapi dengan Tata Cara dan Waktu Paling Tepat Mengerjakannya© MEN

Tata cara Sholat Dhuha bisa kamu kerjakan dengan kelipatan dua rakaat. Minimal dua rakaat dan sekali salam. Sementara maksimal jumlah rakaat Sholat Dhuha adalah 8 rakaat dengan salam di setiap dua rakaat. Batas maksimal jumlah rakaat sholat dhuha ini merupakan pendapat mayoritas ulama dari Mazhab Syafi'i. Sementara itu Imam ar-Rafi’iy dan Imam ar-Ruyani mengatakan, paling banyak 12 rakaat, seperti dilansir dari republika.id.

Seorang ulama besar mazhab Syafi’i, Imam an-Nawawi, menyebutkan sholat Dhuha minimal dua rakaat, paling banyak delapan rakaat. Pendapat ini merupakan pendapat mushannif dan mayoritas ulama.

Dalil yang dipakai mayoritas ulama tersebut adalah hadis yang diriwayatkan Imam Abu Dawud, dari Ummu Haani’ beliau berkata, " sesungguhnya Nabi SAW pada saat pembebasan Kota Makkah melakukan sholat Dhuha delapan rakaat, dan beliau salam setiap dua rakaat." (HR Abu Dawud)

2 dari 4 halaman

Penjelasan Dalil 12 Rakaat

Bacaan Doa Sholat Dhuha Lengkap Beserta Artinya© MEN

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,Imam ar-Rafi’iy dan Imam ar-Ruyani menyebutkan jumlah rakaat Sholat Dhuha paling banyak 12 rakaat.

Adapun dalil yang dipakai Imam ar-Rafi’i dan Imam ar-Ruyani adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi, dari Abu Dzar, beliau berkata,

" Nabi SAW bersabda, jika kamu sholat Dhuha dua rakaat maka tidak akan dicatat sebagai orang yang lalai, jika kamu sholat empat rakaat maka akan dicatat sebagai muhsinin, jika kamu sholat enam rakaat maka dicatat sebagai orang yang sering berdiri shalat, jika kamu sholat delapan rakaat maka dicatat sebagai orang yang sukses atau beruntung, jika kamu shalat 10 rakaat maka dosamu tidak akan dicatat di hari itu, jika kamu shalat 12 rakaat maka Allah akan bangunkan rumah di surga bagimu." (HR al-Baihaqi dan beliau mendhaifkannya).

3 dari 4 halaman

Tata Cara Sholat Dhuha

Tata cara Sholat Dhuha sebenarnya sama seperti sholat sunnah lain pada umumnya, yaitu sholat dua rakaat dengan satu salam. Perbedaan tata cara Sholat Dhuha dari shalat sunnah lainnya terletak pada bacaan niat, doa, dan waktunya. Sementara itu, tata cara Sholat Dhuha bisa dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal delapan rakaat.

  • Niat Sholat Dhuha

USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.

Artinya: “ Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

  • Takbirotul Ihram
  • Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  • Membaca Surah Al-Fatihah
  • Membaca Surah Ad-Dhuha
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca Surah Al-Fatihah
  • Membaca Surah As-Syams
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
  • Salam

Itulah tata cara Sholat Dhuha. Setelah selesai mengerjakan Sholat Dhuha dianjurkan untuk banyak berdoa.

4 dari 4 halaman

Bacaan Doa Usai Sholat Dhuha

Setelah mengetahui tata cara Sholat Dhuha, alangkah baiknya kamu melanjutkannya dengan memanjatkan doa kepada Allah Swt. Sebenarnya tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah Saw setelah selesai menjalankan Sholat Dhuha. Sehingga dalam kitab-kitab Fiqih, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa setelah Sholat Dhuha.

Namun ada satu doa setelah Sholat Dhuha yang populer dipanjatkan oleh kaum Muslim di seluruh dunia. Doa ini bukanlah berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa setelah Sholat Dhuha ini dicantumkan oleh Asy-Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad-Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

ALLAHUMMA INNADHDHUHA-A DHUHA-UKA, WALBAHAA-ABAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWAATUKA, WAL QUDROTA QUDROTUKA, WAL ‘ISHMATA ISHMATUKA.

ALLAHUMA INKAANA RIZQII FISSAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’SIRON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FA THOHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QORIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDROTIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIN.

Artinya:

“ Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Demikian itulah penjelasan tata cara sholat dhuha beserta doa dan penjelasan dalil batas maksimal jumlah rakaat yang kerap menjadi perdebatan. Dengan landasan tersebut, maka kamu bisa menjalankannya sesuai pendapat ulama yang diyakini.

Beri Komentar