Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Setiap manusia tidak pernah luput dari dosa. Dalam khilafnya, pasti manusia pernah berbuat maksiat. Sebesar apapun dosa seseorang apabila orang itu mau bertobat dengan sungguh-sungguh maka apapun bisa terjadi. Hal ini menunjukkan sifat Allah yang Maha Pengampun.
Kisah tuntunan bertobat kepada Allah SWT ini bermula dari zaman Nabi Musa AS. Pada saat itu, terjadi kemarau yang berkepanjangan menimpa kaum Bani Israil. Hingga mereka merasa tidak kuat dan memutuskan untuk berkumpul lalu pergi menemui Nabi Musa.
Mereka meminta agar Musa mendoakan kaum itu, agar Allah menurunkan hujan. Mendengar keluhan itu, Nabi Musa beserta kaumnya pergi menuju tanah lapang dan berdoa agar Allah menurunkan hujan. Mereka berjumlah sekitar 70 ribu orang.
Kemudian, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa. Allah berfirman, " Dia tidak mengabulkan doa Nabi Musa bukan karena kedudukan Nabi Musa yang rendah, justru Nabi Musa memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah. Tetapi ada salah seorang di antara kaum tersebut yang secara terang-terangan berbuat maksiat selama 40 tahun."
Nabi Musa dapat memanggil orang itu untuk keluar dari gerombolan orang yang mengikuti Nabi. Karena dialah yang menjadi penghalang turunnya hujan di daerah itu.
Namun, Nabi tidak yakin apakah suaranya yang lemah itu akan didengar oleh 70 ribuan orang. Kemudian Allah berfirman bahwa Nabi Musa yang memanggil tapi Allah yang akan menyampaikan kepada mereka.
Nabi Musa pun menyeru pada rombongan itu dan meminta orang yang telah berbuat maksiat selama 40 tahun itu keluar dari rombongan. Beliau juga mengatakan jika orang tersebut yang menyebabkan hujan tidak turun.
Orang itu pun menengok ke kanan dan ke kiri. Namun, tidak ada yang keluar dari rombongan dan ia pun merasa bahwa orang yang dimaksud adalah dirinya.
Mendengar hal tersebut, orang itu berdoa kepada Allah bahwa ia telah mengakui..kisah selengkapnya klik di sini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Baca Juga: Adik Menikah Duluan Hambat Jodoh Kakak? Ini Menurut Islam Bolehkah Tidur dalam Keadaan Junub Setelah Berhubungan? Kisah Harut dan Marut, Malaikat yang Redakan Sihir Yahudi Kisah Jenazah Pelacur dan Pemandi Mayat 6 Hal Ini Dilarang Ketika Berhubungan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya