Barang-barang Bermerek Palsu (Sumber: Www.huffingtonpost.com)
Dream - Tren belanja masyarakat jelang Lebaran senantiasa dimanfaatkan para pedagang untuk meraih untung sebesar mungkin. Sayangnya, segelintir pihak memanfaatkan momen ini dengan menjual barang-barang bermerek palsu.
Baru-baru ini, polisi Dubai melaporkan telah menyita barang-barang bermerek palsu senilai US$ 9,26 juta, setara Rp 107,97 miliar, selama dua minggu pertama Ramadan. Situs berita yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), Gulf News, melaporkan penyitaan itu terdiri dari tas tangan, sepatu dan jam tangan palsu.
Upaya penyitaan ini merupakan bagian dari kampanye kepolisian Dubai dalam mengungkap kejahatan pemalsuan. Dalam penggerebakan itu, polisi Dubai bekerja sama dengan Departemen Pembangunan Ekonomi.
Kampanye yang akan berakhir dalam beberapa hari jelang Idul Fitri ini bertujuan melindungi hak kekayaan intelektual dari pemilik merek asli. Demikian dikatakan Mayor Jenderal Khalil Ebrahim al-Mansouri, Asisten Kepala Polisi Dubai Pidana Urusan Investigasi.
Khalil menambangkan, langkah ini juga bertujuan untuk mencegah penyebaran barang palsu dan efek negatif terhadap perekonomian dan masyarakat.
Letnan Kolonel Rashid Saleh Bin Thaboi, Deputi Direktur Departemen Anti Kejahatan Ekonomi, mengatakan sejak awal kampanye, sekitar lima penyalur barang palsu ditangkap setiap hari.
Tindakan hukum segera diambil terhadap orang yang terlibat dan mereka akan dipindahkan ke bagian penuntutan. Sementara apartemen tempat ditemukannya barang bermerek palsu telah ditutup. (Ism)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak