Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi: Kodok
Dream - Mengobati beragam penyakit dengan pengobatan herbal atau tradisional ternyata masih dipercaya dan terbilang ampuh. Siapa yang tak kenal binatang melompat yang satu ini, kodok. Ternyata hewan dua alam ini memiliki segudang manfaat bagi penyembuhan segala penyakit yang disebabkan virus.
Kulit kodok yang mengandung banyak zat diyakini mampu membunuh mikroba-mikroba penyebab penyakit. Kemampuan itu karena adanya proses adaptasi kodok dengan lingkungan. Kodok cenderung tinggal di tempat berbahaya.
Kodok telah hidup selama 300 juta tahun dan berhasil mengembangkan sistem pertahanan tubuh untuk menghadapi lingkungan yang membahayakan dirinya. Tak heran jika kodok mengandung bahan-bahan pembunuh penyakit. Tapi sayangnya toksik bagi kuman-kuman juga toksik terhadap manusia.
Universitas United Aran Emirates telah melakukan penelitian untuk memodifikasi zat-zat terkandung dalam kulit kodok, agar dimanfaatkan untuk manusia dengan cara menghilangkan efek samping yang membahayakan. Telah diidentifikasi 100 antibiotik baru dari kulit kodok dan mampu melawan bakteri Staphylococcus aureus yang resisten Methicillin.
Kulit kodok kaya akan zat kimia berkhasiat yang mampu membunuh, virus, bakteri, dan jamur. Mengingat toksisitasnya, para peneliti melakukan modifikasi pada tingkat molecular terhadap zat-zat yang terkandung pada kulit kodok. Alhasil, lebih less-toxic terhadap sel-sel manusia dan lebih toksik terhadap penyebab penyakit.
Antibiotik yang terkandung dalam kulit kodok ternyata ampuh membunuh kuman-kuman yang tidak biasa, sehingga menyulitkan kuman-kuman berkembang. Sejauh ini telah dilakukan penelitian dan memurnikan dan menetukan struktur kimia dari 200 antibiotik yang berasal dari kulit kodok yang mennati untuk diteliti.
Kulit kodok mampu membunuh bakteri Staphylococcus aureus yang resisten atau Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). MRSA merupakan bakteri penyebab infeksi mematikan pada pasien-pasien di rumah sakit. Adapun antibiotik lainnya yakni "Mink Frog" diyakini mampu melawan Iraqibacter.
Semoga kulit kodok bisa lebih mampu mengembangkan kemampuannya untuk melawan bakteri-bakteri penyebab penyakit manusia. (Ism)
Advertisement


Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui

Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan


Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam