Politisi Cantik Mualaf Perjuangkan Masjid Pertama di Athena

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 9 Mei 2014 14:24
Politisi Cantik Mualaf Perjuangkan Masjid Pertama di Athena
Dia akan mengikuti pemilu Parlemen Eropa pertengahan Mei mendatang. Jika terpilih, maka ia akan menjadi wanita muslim berhijab pertama yang duduk sebagai anggota parlemen Uni Eropa.

Dream - Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk meminimalisir terjadinya diskriminasi terhadap kaum minoritas. Ambil bagian menjadi politisi salah satunya.

Seperti yang dilakukan seorang muslimah asal Yunani, Anna Stamou. Dia merupakan kandidat wanita muslim Yunani pertama yang akan mewakili negaranya pada pemilu Parlemen Eropa pertengahan Mei mendatang.

Anna berharap keberadaannya di parlemen dapat mencegah diskriminasi anti-Muslim dan menjamin kesetaraan bagi pemeluk agama minoritas. Wanita yang dilahirkan di tengah keluarga Kristen Ortodox ini mengaku dinominasikan oleh Partai Eco Green asal Yunani.

Sebelum memperjuangkan isu diskriminasi, wanita lulusan manajemen bisnis ini menekuni profesi sebagai guru yoga dan aktivis. Jika terpilih, maka ia akan menjadi wanita muslim berhijab pertama yang duduk sebagai anggota parlemen Uni Eropa.

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency seperti diberitakan Onislam, Jumat 9 Mei 2014, Anna mengaku memutuskan menjadi mualaf pada usia 30 tahun.

Saat itu pula ia menggali jawaban atas setiap pertanyaan dalam hidupnya. Anna kemudian bertanggungjawab untuk hubungan masyarakat di lembaga Asosiasi Muslim Yunani dan diperistri oleh kepala lembaga tersebut.

Anna mengaku alasan utama berkecimpung ke politik untuk menjamin kehidupan umat Islam di Yunani, punya hak sama dengan warga negara lainnya.

Dia berharap umat Islam Yunani mau secara aktif berpartisipasi dalam proses pemungutan suara, tanpa takut suara mereka tidak akan diperhitungkan.

" Jika saya terpilih untuk Parlemen Eropa, saya akan berjuang untuk persamaan hak bagi kaum muslim. Salah satu prioritas utama yakni pembangunan masjid di Athena, yang merupakan satu-satunya ibukota Eropa tanpa tempat ibadah umat muslim," kata Anna.

Upaya Anna memperjuangkan isu diskriminasi terhadap umat muslim memang bukan tanpa alasan. Saat ini diketahui umat muslim di Yunani mencapai hampir 1,3 persen dari total 10,7 juta penduduk di negeri yang dikenal dengan seni arsitektur kelas tinggi tersebut. (Ervina Anggraini)

Beri Komentar