Laba Bersih Semester I-2026 Moncer 9 Kali Lipat, MedcoEnergi Genjot Capex Migas dan Ketenagalistrikan
(FOTO: Instagram/MedcoEnergi)
Reporter : Syahid Latif
Laba bersih MedcoEnergi pada Semester I-2026 mencapai US$275,31 atau meroket 796% dibandingkan periode sama setahun lalu
DREAM.CO.ID - Perusahaan Minyak Bumi dan Gas (Migas) milik keluarga Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) semringah pada pertengahan tahun ini. Hal ini terlihat dari capaian laba bersih perusahaan yang meroket berdasarkan laporan hasil keuangan semester I-2026.
MEDC membukukan laba bersih sepanjang paruh pertama 2026 mencapai US$275,31 juta. Capaian tersebut meroket hingga 796% atau hampir 9 kali lipat dibandingkan perolehan cuan perusahaan pada periode sama setahun lalu sebesar US$30,70 juta.
Peningkatan laba bersih tersebut diperoleh seiring meningkatnya produksi minyak dan gas, membaiknya harga minyak dunia serta kontribusi Amman Mineral setelah operasi smelter berjalan secara penuh.
Perolahan laba bersih perusahaan pada semester I-2026 ditopang dengan meningkatnya pendapatan sebesar US$1,415 miliar dari sebelumnya US$1,147 miliar pada periode yang sama sama yang lalu. Sementara EBITDA tercatat sebesar US$805 juta dan laba kotor sebesar US$588 juta.
Perolehan laba kotor perusahaan mengalami kenaikan dibandingkan Semester I-2025 sebesar US$452,10 juta disebabkan beban usaha yang naik dari US$694,8 juta pada Januari-Juni 2025 menjadi US$826,25 juta pada periode 2026.
Sementara itu posisi utang konsolidasi pada akhir Juni 2026 tercatat berada di level US$4,128 juta dengan kas dan setara kas sebesar US$1.402 juta, sehingga rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk Restricted Group1 terjaga pada 1,4 kali atau di bawah panduan yaitu 2,5x pada harga mid-cycle AS$65 per barel.
Kinerja Bisnis Solid
CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan dalam keterangan tertulisnya, menyampaikan bahwa hasil semester pertama mencerminkan keandalan Perseroan dalam eksekusi proyek dan manajemen operasi produksi.
Fokus perushaan sepanjang semester I-2026, ungkap Ronald, adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal. Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027.
"Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan,” ujar Ronald.
Sepanjang Januari-Juni 2026, MedcoEnergi melaporkan kinerja yang solid dengan produksi minyak dan gas semester I mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) dengan kontribusi gas menyumbang sekitar 72% dari total produksi.
Capaian tersebut ditopang kinerja blok-blok migas Perseroan, yaitu volume produksi Blok Corridor seiring tambahan hak partisipasi, kinerja produksi Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran pengembangan lapangan Bualuang di Thailand, selesainya proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta kontribusi produksi penuh dari proyek Senoro.
Genjot Capex 2026
Pada semester ini, Perseroan juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia, di mana Perseroan ditunjuk sebagai operator yang menandai operasi produksi pertama Perseroan di Malaysia.
Dengan capaian yang diraih selama Semester I-2026, MedcoEnergi akan tetap mempertahankan panduan kinerja 2026 dengan target produksi minyak dan gas sebesar 165-170 mboepd serta penjualan ketenagalistrikan sebesar 4.550 GWh dan mempertahankan biaya kas produksi minyak dan gas di bawah US$10 per barel setara minyak.
Seiring dengan komitmen Perseroan untuk berinvestasi pada peluang-peluang pertumbuhan yang bernilai tambah, Perseroan menaikkan panduan belanja modal tahun 2026 menjadi US$450-475 juta untuk segmen Minyak & Gas Bumi, serta hingga US$50 juta untuk segmen Ketenagalistrikan.