Profil Dua Wamenkeu Baru Pendamping Suahasil Nazara: Duet Alumni ITB yang Salah Satunya Cuma `Punya` Sepeda

Dinar | Kamis, 1 Oktober 2026 19:22

Reporter : Syahid Latif

Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenkeu mendamping Menkeu Suahasil Nazaw

DREAM.CO.ID - Roda organisasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali berjalan dalam formasi awal saat Presiden RI, Prabowo Subianto membentuk Kabinet Merah Putih di awal pemerintahannya.

Kementerian yang bertugas sebagai Bendahara Negara ini kembali memiliki tiga orang Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dengan dua di antaranya baru dilantik Presiden dalam perombakan Kabinet Merah Putih baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Dua Wamenkeu baru yang akan bekerja di sisa masa jabatan Presiden Prabowo Subianto itu adalah Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman.

"Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ucap para Menteri, Wakil Menteri, dan para kepala badan mengulang pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin Prabowo.

2 dari 3 halaman

Wamankeu yang Balik ke Kantor Lama

Sosok Luky bukan wajah baru di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sebelum dilantik kembali sebagai pejabat Kemenkeu, pria lulusan sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sempat menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran pada 23 Mei 2025. Namun posisinya tak bertahan lama.

Saat Prabowo mengangkat Purbya Yudhi Sadewa sebagai Menkeu, Lucky dicopot dari jabatannya itu.

Pengalaman Lucky berkantor di kementerian yang berkantor di Lapangan Banteng itu sudah malang melintang. Mengawali karier sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sejak 1 Maret 1995, Lucky pernah menjelajah ke berbagai bidang di Kemenkeu.

Posisi Luky di Kemenkeu mulai menanjak usai menyelesaikan gelar Doctor of Philosophy (PhD) in Economics di University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat (AS). Pada 2004 ia ditugaskan sebagai Kepala Subbagian Kelembagaan dan Pelaporan DJP dan dalam waktu singkat dipromosikan sebagai Kepala Sub Direktorat Potensi Perpajakan.

Luky juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana dan Kepala Sub Direktorat Manajemen Transformasi pada DJP. Kemudian menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.

Lama malang melintang di bidang perpajakan, tantangan baru menghampiri Lucky saat dipercaya bekerja di Badan Kebijakan Fiskal sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Juli 2011. Seperti kariernya di DJP, Lucky juga tak butuh waktu lama untuk naik kelas dengan menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.

Kenyang di bidang fiskal, Lucky juga pernah ditempatkan sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan pada September 2015, Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara pada Juli 2017, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada November 2017, serta Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada November 2022.

Duet Alumni Teknik Industri ITB

Berbeda dengan Lucky Alfirman yang mengabdikan hidupnya sebagai pegawai Kemenkeu, Wamenkeu Nurkholisoh Ibnu Aman lebih banyak berkecimpung di dunia moneter. Satu kesamaan dua Wamenkeu ini adalah alumnus dari fakultas yang sama di ITB.

Mengintip laman akun LinkedIn, Nurkholisoh ternyata memulai kariernya sebagai pegawai magang di Accenture selama empat bulan pada tahun 2002. Namun tak butuh waktu lama, bagi pemegang gelar Sarjana Cum Laude ini untuk memulai karier sebagai pegawai tetap.

Dua tahun setelah menyelesaikan magang, Nurkholisoh diterima sebagai di perusahaan konsultan ternama dunia, Ernst & Young sebagai Senior Associate selama 1 tahun 5 bulan yang berakhir pada Desember 2025.

Memulai awal tahun 2026, Nurkholisoh menginjakkan kakinya sebagai pegawai Bank Indonesia (BI). Pria yang meraih gelar MBA bidang Finance & Economics dari The University of Chicago Booth School of Business menghabiskan 14 tahun berkiprah di bank sentral Indonesia itu.

Seiring keputusannya untuk melanjutkan pendidikan S3 di University of Edinburgh Business Scholl, Nurkholisoh menjalani karier barunya sebagai Doctoral Research di universitas yang sama.

Usai menggenggam gelar Ph.d bidang Finance, Nurcholisoh kembali melanjutkan karier di BI sebagai Senior Researcher.

 

3 dari 3 halaman

Wamenkeu yang Cuma `Punya` Sepeda 

Selain pilihan tempat berkarier, dua Wamenkeu yang baru dilantik juga memiliki perbedaan harta kekayaan yang sangat jauh. Bahkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), salah satu Wamenkeu ini hanya memiliki alat transportasi berupa sepeda gunung.

Catatan kekayaan terakhir Wamenkeu baru ini dapat ditelusuri dari situs LHKPN milik KPK yang disampaikan untuk periode tahun 2025.

Luky Alfirman yang saat ini masih menjabat sebagai Direktur Jenderl Anggaran Kemenkeu melaporkan harta kekayaannya mencapai Rp52,82 miliar. Sebagian besar kekayaannya berupa kas dan setara kas yang nilainya kala itu mencapai Rp23,09 miliar.

Selain itu, Lucky Alfirman juga melaporkan kekayaan berupa surat berharga yang nilainya mencapai Rp15,03 miliar serta tanah dan bangunan dengan nilai Rp13 miliar.

Untuk kebutuhan mobilitas, Luky Alfirman tercatat memiliki empat kendaraan roda empat dengan mobil termewahnya berupa Toyota Avanza keluaran tahun 2023 yang bernilai Rp210 juta. Sisanya adalah Honda Jazz Minibus tahun 2012 bernilai Rp60 juta, Honda Accord tahun 2013 senilai Rp150 juta, dan Honda City tahun 2014 yang punya nilai Rp130 juta.

Dua harta kekayaan yang dilaporkan Luky Alfirman adalah harta bergerak lainnya senilai Rp205 juta dan harta lainnya Rp938,64 juta.

Kondisi berbeda justru terlihat dari laporan kekayaan Wamenkeu Nurkholisoh Ibnu Aman. Bekerja sebagai pegawai bank sentral, total harta kekayannya menurut LHKPN yang disampaikan pada 22 Februari 2026 hanya berjumlah Rp4,7 miliar.

Kekayaan Norkholisoh hanya bertumpu pada satu sumber yaitu tanah dan bangunan yang nilai totalnya mencapai Rp3,42 miliar. Harta tak bergerak itu berada di Tangerang, Magelang, dan Jakarta Pusat.

Yang cukup mencengangkan dalam LHKPN yang dibuat Nurkholisoh adalah harta berupa alat transportasi dan mesin. Nurkholisoh hanya melaporkan kepemilikan sebuah sepeda gunung bermerek Polygon yang diperoleh dari hasil sendiri pada tahun 2017 dengan nilai Rp800 ribu.

Meski hanya melaporkan kendaraan berupa sepeda, harta berupa kas dan setara kas yang dimilikinya bernilai Rp2,91 miliar. Serta kekayaan berupa harta bergerak lainnya yang nilainya mencapai Rp62 juta.

Selain hanya melaporkan alat transportasi berupa sepeda gunung, Nurkholisoh ternyata merupakan seorang pajak yang masih harus melunasi utang. Dalam LHKPN tersebut, sang Wamankeu melaporkan hutang sneilai Rp1,69 miliar.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id