Jalan Ekonomi Hijau Indofood

GREEN | Rabu, 21 Oktober 2026 14:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Perusahaan Total Food Solutions yang didirikan pada 1990 ini, sudah sejak lama menerapkan konsep keberlanjutan atau sustainability.

DREAM.CO.ID - Menerapkan ekonomi hijau di berbagai lini industri saat ini jadi satu hal yang tak terbantahkan. Bukan hanya sekadar berorientasi bisnis dan keuntungan tapi juga bagaimana membuatnya berkelanjutan dari sisi sosial dan lingkungan. Beberapa perusahaan sudah mulai mengimplementasikannya dengan detail dan terencana sejak beberapa tahun lalu, salah satunya Indofood.

Perusahaan Total Food Solutions yang didirikan pada 1990 ini, sudah sejak lama menerapkan konsep keberlanjutan atau sustainability. Dari Sustainability Report/ Laporan Keberlanjutan yang dipublikasi di Indofood.com, proses tersebut sudah cukup lama namun secara formal dan terintegrasi penuh ke dalam strategi bisnis berskala Environmental, Social, and Governance (ESG), praktik ini mulai dilaporkan secara mandiri sejak 2021.

Penerapannya tentu dimulai dari visi dan misi perusahaan, hingga kebijakan dan serta pengambilan keputusan. Ada banyak green concept yang diterapkan di Indofood. Seperti Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, Sistem Mitigasi Perubahan Iklim dan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK), Sistem Manajemen Efisiensi Energi ISO 50001, Pengelolaan Air dengan WWF International Water Risk Filter, Pengelolaan Limbah, Pengelolaan Sampah Kemasan dan Plastik hingga Keanekaragaman Hayati dan Perkebunan Berkelanjutan.

 

2 dari 3 halaman

Sistem Manajemen Lingkungan dan Efisiensi

Indofood seperti dikutip dari Indofood.com, menerapkan praktik-praktik sistem manajemen lingkungan berdasarkan standar internasional ISO 14001. Untuk ISO 14001 sendiri adalah standar internasional yang menetapkan kerangka kerja bagi organisasi atau perusahaan untuk membangun dan menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) secara efektif. Standar ini membantu mengidentifikasi, mengendalikan, serta mengurangi dampak operasional terhadap lingkungan seperti limbah, emisi, dan penggunaan energi.

Lalu Sistem Manajemen Efisiensi Energi ISO 50001 juga dilakukan Indofood, yaitu standar untuk membantu industri menggunakan energi secara efisien, memotong biaya operasional, serta mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pendekatan berbasis data dan siklus perbaikan berkelanjutan/ sustainaibility. Hal yang juga dilakukan di area hulu adalah Pengelolaan Air dengan WWF International Water Risk Filter.

International Water Risk Filter ini digunakan Indofood sebagai pedoman referensi dalam memetakan kelangkaan air di area operasi. Pengelolaan Air ini juga melakukan penilaian terkait penggunaan, biaya dan intensitas air di setiap unit operasional. Termasuk, mitigasi risiko terkait air seperti kelangkaan air, banjir, regulasi, dan reputasi.

 

3 dari 3 halaman

Pengelolaan Limbah dan Sampah

Pengelolaan limbah dan sampah tentunya juga jadi perhatian. Dikutip dari Indofood.com, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Indofood dikelola secara ketat sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Di seluruh unit operasional Indofood, limbah B3 dikumpulkan dan disimpan pada tempat penyimpanan sementara yang berizin sebelum diangkut oleh pihak ketiga yang berizin untuk proses selanjutnya.

Sementara untuk limbah padat tidak berbahaya dihasilkan dari proses produksi, diterapkan konsep reduce, reuse dan recycle (3R) untuk mengelolanya. Prosesnya dengan cara mengidentifikasi dan memisahkan limbah sehingga limbah yang bernilai dapat digunakan kembali, didaur ulang atau diolah untuk menghasilkan nilai tambah; termasuk limbah makanan organik dari proses produksi yang masih baik diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak oleh produsen pakan ternak. Seluruh limbah kertas dan karton dengan kondisi yang layak, didaur ulang melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Indofood juga bekerja sama dengan pengepul sampah untuk mengelola limbah plastik pasca produksi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Divisi Kemasan Fleksibel dari Grup CBP (Consumer Branded Products) memiliki fasilitas daur ulang internal yang mengolah limbah plastik pasca produksi menjadi biji plastik daur ulang. Beberapa fasilitas produksi juga telah melibatkan masyarakat setempat untuk mendukung pengelolaan limbah.

Masih banyak praktik-praktik sustainability dari Indofood di bagian hulu hingga hilir, dan hal tersebut bisa dilakukan secara detail dan komprehensif karena langsung dibuat dalam bentuk kebijakan dan regulasi dasar di perusahaan. Termasuk memberikan awareness melalui program-program seru dan menarik langsung ke konsumen.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id