Apa Sih Maksudnya Tindakan Performative? Ketika Seseorang Terlihat Peduli, tetapi Tujuannya Dipertanyakan

Stories | Rabu, 23 September 2026 14:00

Reporter : Abidah

Performatif digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dilakukan untuk menampilkan identitas, kepedulian, atau posisi tertentu kepada orang lain, bukan karena ingin menghasilkan perubahan.

DREAM.CO.ID - Pernah melihat seseorang mengunggah foto ketika sedang memberikan bantuan kepada orang lain, lalu muncul pertanyaan: apakah ia benar-benar ingin membantu atau sekadar ingin terlihat sebagai orang baik? Atau ketika sebuah perusahaan memasang logo pelangi di media sosial untuk menunjukkan dukungan terhadap kelompok tertentu, tetapi tidak ada perubahan berarti dalam kebijakan internalnya?

Situasi semacam itu sering disebut sebagai performative action atau tindakan performatif. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dilakukan terutama untuk menampilkan identitas, kepedulian, atau posisi tertentu kepada orang lain, bukan semata-mata karena ingin menghasilkan perubahan substantif.

Namun, performative tidak selalu berarti "palsu". Memahami istilah ini membutuhkan konteks karena sebuah tindakan bisa sekaligus memberikan manfaat nyata dan memiliki unsur pencitraan.

Apa Itu Tindakan Performative?

Secara sederhana, tindakan performatif adalah tindakan yang memiliki dimensi pertunjukan sosial. Seseorang tidak hanya melakukan sesuatu, tetapi juga memperlihatkan kepada orang lain bahwa dirinya sedang melakukan sesuatu.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memang sering melakukan tindakan dengan mempertimbangkan bagaimana dirinya dilihat orang lain. Kita memilih pakaian, berbicara dengan cara tertentu, mengunggah aktivitas di media sosial, atau menunjukkan dukungan terhadap isu tertentu. Karena itu, unsur "performance" sebenarnya merupakan bagian yang cukup biasa dalam kehidupan sosial.

Istilah ini menjadi lebih kritis ketika penampilan tersebut lebih diutamakan daripada substansi. Misalnya, seseorang sangat aktif mengunggah dukungan terhadap isu lingkungan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah berusaha mengurangi kebiasaan yang berkontribusi terhadap masalah lingkungan.

Dalam konteks tersebut, orang mungkin menyebut perilaku tersebut sebagai performative environmentalism atau aktivisme yang performatif.

2 dari 6 halaman

Dari Mana Istilah "Performative" Berasal?

Kata performative memiliki sejarah panjang dalam ilmu bahasa dan filsafat. Filsuf bahasa Inggris J. L. Austin memperkenalkan konsep performative utterance dalam kuliah yang kemudian diterbitkan sebagai How to Do Things with Words.

Austin menunjukkan bahwa bahasa tidak selalu digunakan hanya untuk menggambarkan kenyataan. Ketika seseorang mengatakan "saya berjanji", misalnya, ucapan tersebut sekaligus merupakan tindakan: orang tersebut sedang membuat janji.

Konsep tersebut kemudian berkembang dan digunakan dalam berbagai bidang, termasuk kajian sosial dan budaya. Dalam penggunaan kontemporer, terutama di media sosial, kata performative sering dipakai untuk mengkritik perilaku yang dianggap lebih berorientasi pada bagaimana seseorang terlihat di mata publik daripada perubahan yang benar-benar dilakukan.

3 dari 6 halaman

Contoh Tindakan Performative di Media Sosial

Media sosial membuat tindakan performatif menjadi jauh lebih mudah terlihat. Hampir semua aktivitas dapat didokumentasikan, dikemas, dan dibagikan kepada publik. Contohnya dapat ditemukan dalam berbagai isu.

Seseorang mengunggah foto ketika memberikan makanan kepada orang miskin. Jika unggahan tersebut sekaligus membantu penerima, tindakan itu tidak otomatis menjadi buruk. Namun, kritik performativitas dapat muncul apabila penderitaan orang lain justru digunakan terutama sebagai alat untuk mendapatkan pujian.

Contoh lainnya adalah perusahaan yang mengunggah pesan dukungan terhadap suatu gerakan sosial ketika isu tersebut sedang populer, tetapi tidak memiliki kebijakan yang mendukung nilai yang mereka komunikasikan.

Fenomena serupa juga dapat muncul dalam aktivisme. Seseorang mungkin membagikan puluhan unggahan tentang sebuah gerakan, menggunakan tagar tertentu, dan menunjukkan solidaritas secara terbuka. Namun, jika seluruh aktivitas berhenti pada unggahan dan tidak ada keterlibatan lebih lanjut, orang lain dapat mempertanyakan seberapa jauh dukungan tersebut benar-benar diwujudkan.

Apakah Semua Tindakan yang Dipublikasikan Berarti Performative? Tidak.

Ini bagian yang penting agar istilah tersebut tidak digunakan secara sembarangan.

Mengunggah aktivitas sosial tidak otomatis berarti seseorang sedang berpura-pura. Dokumentasi justru kadang memiliki fungsi positif. Sebuah unggahan mengenai kegiatan donor darah, misalnya, dapat mendorong orang lain melakukan hal yang sama. Perusahaan yang secara terbuka menyatakan komitmen terhadap suatu isu juga bisa saja benar-benar menjalankan kebijakan tersebut.

Masalahnya bukan semata-mata pada apakah tindakan tersebut terlihat oleh publik, tetapi pada hubungan antara simbol, motivasi, dan tindakan nyata.

Karena itu, menuduh seseorang performative hanya berdasarkan satu unggahan juga bisa menjadi penilaian yang terlalu terburu-buru. Kita tidak selalu mengetahui motivasi seseorang hanya dari apa yang terlihat di media sosial.

 

4 dari 6 halaman

Performative Activism: Ketika Aktivisme Berhenti pada Simbol

Salah satu istilah yang paling sering digunakan adalah performative activism. Istilah ini menggambarkan bentuk aktivisme yang lebih menonjolkan ekspresi publik daripada keterlibatan untuk mengatasi masalah yang diperjuangkan.

Misalnya, seseorang mengganti foto profil untuk menunjukkan solidaritas terhadap sebuah gerakan. Itu dapat menjadi cara untuk meningkatkan visibilitas sebuah isu. Namun, apabila dukungan hanya berhenti pada perubahan foto profil tanpa usaha memahami persoalan, berdonasi, ikut kegiatan, mengubah perilaku, atau mendukung kebijakan yang relevan, orang dapat mempertanyakan kedalaman aktivismenya.

Persoalannya menjadi lebih kompleks karena simbol juga memiliki kekuatan sosial. Sebuah tagar dapat membuat isu yang sebelumnya tidak terlihat menjadi perhatian publik. Sebuah unggahan dapat mengajak orang lain berdiskusi atau bertindak. Dengan kata lain, tindakan yang tampak performatif belum tentu tidak berguna.

 

5 dari 6 halaman

Mengapa Orang Melakukan Tindakan Performative?

Ada banyak alasan. Pertama, manusia memiliki kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan sosial. Kita ingin dianggap sebagai orang yang baik, peduli, berpendidikan, modern, atau memiliki nilai tertentu.

Kedua, media sosial menciptakan lingkungan yang sangat bergantung pada visibilitas. Sesuatu yang tidak terlihat sering kali dianggap tidak terjadi. Akibatnya, orang terdorong untuk menunjukkan apa yang mereka lakukan.

Ketiga, ada tekanan sosial. Ketika hampir semua orang di lingkungan kita menunjukkan dukungan terhadap suatu isu, tidak ikut menunjukkan dukungan dapat membuat seseorang khawatir dianggap tidak peduli.

Keempat, ada keuntungan reputasional. Dalam dunia bisnis, politik, maupun personal branding, citra sebagai orang atau organisasi yang memiliki kepedulian sosial dapat memiliki nilai ekonomi dan sosial.

6 dari 6 halaman

Jadi, Apa yang Membuat Sebuah Tindakan Menjadi Bermakna?

Salah satu cara paling sederhana adalah melihat konsistensi antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan. Jika seseorang berbicara mengenai kesehatan mental tetapi juga berusaha menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, dukungannya memiliki bentuk konkret. Jika perusahaan mengaku peduli lingkungan dan benar-benar mengubah proses produksi, mengurangi limbah, serta transparan mengenai dampaknya, pesan publiknya tidak berhenti sebagai simbol.

Begitu pula dalam kehidupan pribadi. Kita tidak perlu selalu mengumumkan setiap kebaikan yang dilakukan. Namun, kita juga tidak harus menganggap semua tindakan yang dibagikan kepada publik sebagai kepura-puraan.

Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih berguna bukan hanya "Apakah tindakan ini performative?", melainkan "Apa yang terjadi setelah pertunjukan itu selesai?" Sebab, menunjukkan kepedulian kepada publik bisa menjadi awal. Yang menentukan nilainya adalah apakah kepedulian tersebut kemudian diterjemahkan menjadi tindakan yang konsisten dan perubahan yang nyata.

Terkait
{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id