Dikenal Penggemar Ular, Ilmuwan Namai Spesies Baru dari Papua Nugini dengan Nama Slash Guns N’ Roses

Stories | Selasa, 29 September 2026 10:00

Reporter : Abidah

Ular yang kemudian diberi nama Lielaphis slashi memiliki panjang sekitar 28 inci atau 71 sentimeter. Hewan tersebut ditemukan di hutan Papua Nugini.

DREAM.CO.ID - Nama Slash selama ini identik dengan gitar Gibson Les Paul, topi tinggi, dan permainan gitar yang menjadi ciri khas Guns N’ Roses. Namun, musisi yang memiliki nama asli Saul Hudson itu kini memiliki “warisan” yang sama sekali berbeda. Namanya diabadikan menjadi nama ilmiah spesies ular baru yang ditemukan di hutan Papua Nugini.

Para ilmuwan menamai ular tersebut Lielaphis slashi, atau Slash's groundsnake. Ular berwarna cokelat kemerahan itu merupakan spesies yang sebelumnya belum secara resmi dikenali oleh ilmu pengetahuan. Penelitian mengenai spesies tersebut diterbitkan dalam jurnal Zootaxa dan melibatkan peneliti dari Field Museum serta Louisiana State University Museum of Natural Science.

Yang membuat penamaan ini semakin menarik adalah kecintaan Slash terhadap reptil yang ternyata sudah berlangsung sejak masa kanak-kanak. Ia diketahui selama bertahun-tahun mendukung kebun binatang, museum, serta lembaga yang bergerak dalam bidang sejarah alam.

"Sebagai pecinta reptil sejak dulu, saya merasa sangat terhormat dengan penamaan dari Lielaphis slashi asal Papua Nugini dengan nama saya. Ini sangat luar biasa dan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," kata Slash.

2 dari 4 halaman

Bermula dari Sampul Majalah Reptil

Penamaan tersebut ternyata memiliki hubungan personal dengan Sara Ruane, Associate Curator of Herpetology di Field Museum sekaligus penulis senior penelitian tersebut.

Ruane mengaku sudah menyukai Guns N’ Roses sejak duduk di kelas satu sekolah dasar. Ketika kelas lima, ia bahkan sudah mengatakan kepada gurunya bahwa dirinya ingin menjadi herpetolog, ilmuwan yang mempelajari reptil.

Ketika berusia 12 tahun, Ruane mendapatkan majalah Reptiles Magazine yang menampilkan Slash sedang memegang ular piton retikulasi peliharaannya di sampul. Momen tersebut membekas dalam ingatannya.

"Saya pikir, 'wah orang ini keren sekali,'" kata Ruane.

Bertahun-tahun kemudian, setelah menjadi ilmuwan yang memiliki kesempatan memberi nama resmi kepada spesies reptil yang baru dikenali, Ruane kembali membaca wawancara lama Slash. Ia menemukan bahwa kecintaan sang gitaris terhadap reptil bukan sekadar hobi.

Slash bercerita tentang kegemarannya mengunjungi museum dan kebun binatang serta ketertarikannya pada sejarah alam. Ia juga pernah mencari ular di luar rumah ketika masih kecil. Bagi Ruane, kisah tersebut terasa dekat dengan perjalanan hidupnya sendiri. Ketika akhirnya mendapat kesempatan menamai spesies baru, ia memilih Slash.

 

3 dari 4 halaman

Ular Misterius dari Hutan Papua Nugini

Ular yang kemudian diberi nama Lielaphis slashi memiliki panjang sekitar 28 inci atau 71 sentimeter. Hewan tersebut ditemukan di hutan Papua Nugini.

Pada 2006, Chris Austin, profesor sekaligus kurator herpetologi di Louisiana State University Museum of Natural Science, menemukan seekor ular ketika melakukan penelitian pada malam hari. Ia tidak mengenali ular tersebut sebagai spesies yang sudah diketahui.

Groundsnake dari Papua Nugini memang aktif pada malam hari. Menurut Austin, ular ini biasanya ditemukan tidak lama setelah matahari terbenam, berada di sekitar pangkal pohon besar sambil mencari makanan.

Penelitian terhadap ular tersebut baru berkembang lebih jauh setelah Ruane bekerja bersama Austin di Louisiana State University pada 2016. Keduanya kemudian berkolaborasi untuk memahami kelompok ular Papua Nugini yang hingga kini masih relatif kurang dipelajari.

Secara kasatmata, L. slashi tidak langsung terlihat sebagai spesies yang benar-benar baru. Namun, penelitian laboratorium menemukan sejumlah perbedaan penting.

Tianqi Huang, penulis pertama penelitian sekaligus peneliti pascadoktoral di Field Museum, mengatakan analisis genetik menunjukkan bahwa L. slashi berbeda secara genetik dari ular lain yang berkerabat dekat dalam genus yang sama.

Para peneliti tidak hanya mengandalkan DNA. Mereka juga membandingkan karakter fisik, termasuk jumlah sisik, serta menggunakan pemodelan ekologis untuk melihat habitat yang disukai spesies tersebut. Gabungan bukti genetik, karakter fisik, dan perbedaan habitat itulah yang membuat para peneliti menyimpulkan bahwa ular tersebut merupakan spesies baru.

 

4 dari 4 halaman

Tidak Berbisa, tetapi Punya Gigi Besar

Pengetahuan mengenai kehidupan L. slashi masih terbatas karena ular sulit diamati di alam liar. Namun, bentuk tubuhnya memberikan petunjuk mengenai pola makannya.

Ular dalam genus tersebut diketahui memiliki gigi berukuran besar di bagian belakang mulut. Menurut Ruane, struktur tersebut kemungkinan membantu groundsnake menangkap kadal kecil yang tubuhnya licin serta telur reptil.

Berbeda dari boa yang menangkap dan meremukkan mangsanya dengan lilitan tubuh, ular ini diduga menggunakan giginya untuk mencengkeram mangsa.

Meski nama ilmiahnya diambil dari gitaris yang pernah tergabung dalam band yang dijuluki “most dangerous band in the world”, Lielaphis slashi sendiri tidak berbahaya bagi manusia. Ular tersebut tidak menghasilkan bisa yang dapat menyebabkan cedera serius pada manusia.

Hutan Tempatnya Hidup Sedang Terancam

Penemuan spesies baru ini sekaligus menunjukkan betapa banyaknya keanekaragaman hayati Papua Nugini yang masih belum sepenuhnya diketahui.

Papua Nugini merupakan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland dan terbagi antara Indonesia dan Papua Nugini. Hutan tropisnya menjadi habitat bagi keragaman hayati yang sangat besar, tetapi sebagian masih belum terdokumentasikan dengan baik oleh ilmuwan. Habitat L. slashi menghadapi ancaman dari aktivitas manusia, termasuk industri perkebunan kopi dan pertambangan.

“Itu bagian dari alasan mengapa mendeskripsikan spesies yang hidup di sana sangat penting,” kata Ruane. Menurutnya, setiap spesies perlu dikenali agar ilmuwan dapat memahami bagaimana ekosistem bekerja dan bagaimana setiap organisme saling berhubungan.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id