Perempuan Kaya Biayai Serial Drama agar Bisa Jadi Pemeran Utama dan Cium Aktor Muda Lebih dari 60 Kali

Stories | Kamis, 24 September 2026 10:00

Reporter : Abidah

Seorang perempuan kaya di China mendanai produksi drama agar bisa mendekati dan berciuman dengan aktor.

DREAM.CO.ID - Seorang perempuan kaya di China menjadi sorotan setelah dituding mendanai sebuah serial drama pendek dengan syarat dirinya menjadi pemeran utama perempuan sekaligus memiliki kendali besar atas cerita. Produksi 50 episode itu kemudian menuai kontroversi setelah pemeran pria mengaku mengalami perlakuan yang tidak diinginkan selama menjalani adegan romantis.

Dilansir dari Oddity Central, aktor drama pendek China berusia 23 tahun, Zhong Yufei, mengungkap pengalaman yang disebutnya sebagai mimpi buruk di lokasi syuting. Ia menuding lawan mainnya, yang juga merupakan investor tunggal produksi tersebut, terus melakukan tindakan yang membuatnya tidak nyaman selama proses pengambilan gambar.

Perempuan tersebut dilaporkan menetapkan dua syarat utama ketika bersedia membiayai serial itu. Ia harus mendapatkan peran utama perempuan dan memiliki keputusan akhir terhadap naskah. Karena dirinya juga menjadi sumber pendanaan utama, hampir tidak ada anggota produksi yang berani menentang keputusan yang dibuatnya.

Salah satu keputusan yang kemudian menjadi masalah adalah jumlah adegan ciuman dalam naskah. Serial tersebut dilaporkan memiliki lebih dari 60 adegan ciuman. Sutradara dan anggota kru disebut sudah berusaha memperingatkan bahwa jumlah adegan romantis tersebut dapat mengganggu ritme cerita dan membuat penonton kehilangan keterlibatan dengan alur.

Namun, perempuan itu disebut tidak menghiraukan masukan tersebut. Dalam pernyataan yang dikutip Oddity Central dari SouthYule, ia dilaporkan mengatakan, “Aku sudah menonton lebih banyak drama pendek daripada yang sudah kamu buat,” ketika menanggapi pihak yang mempertanyakan keputusannya.

2 dari 2 halaman

Zhong Yufei, yang dipilih sebagai pemeran utama pria, mengatakan dirinya terkejut ketika menjalani salah satu adegan romantis pertama. Ia mengaku lawan mainnya tiba-tiba melakukan ciuman yang melibatkan lidah. Zhong mengatakan dirinya secara naluriah mencoba menjauh, tetapi perempuan tersebut disebut memegang bagian belakang kepalanya dan menahannya untuk terus mencium.

Bagi Zhong, situasi tersebut menjadi semakin rumit karena serial itu dianggap sebagai peluang besar dalam kariernya. Sebelum produksi tersebut, ia baru mendapatkan beberapa peran pendukung dalam drama pendek. Ia mengaku memilih tidak menyampaikan keberatan meski merasa terus mengalami perlakuan yang tidak diinginkan.

Zhong juga menyebut orang-orang lain di lokasi syuting seolah memilih mengabaikan kejadian tersebut. Sikap itu, menurut pengakuannya, membuatnya semakin sulit untuk berbicara mengenai apa yang dialaminya.

Masalah produksi kemudian tidak berhenti di lokasi syuting. Produser Meng Xing mengungkapkan bahwa platform yang semula direncanakan menayangkan serial tersebut akhirnya menolaknya. Setelah proses pengambilan gambar selesai dan produksi memasuki tahap penyuntingan, platform tersebut meninjau beberapa episode dan menilai isinya terlalu eksplisit. Banyaknya adegan ciuman disebut menjadi salah satu persoalan karena berpotensi melanggar aturan yang berlaku.

Kegagalan mendapatkan platform penayangan membuat serial tersebut mengalami masalah komersial. Meng Xing kemudian tampil memberikan penjelasan bahwa dirinya dan tim produksi hampir tidak memiliki ruang untuk mengambil keputusan karena sebagian besar keputusan berada di tangan pemeran utama perempuan yang sekaligus menjadi investor tunggal.

Kasus tersebut kemudian menyebar luas di media sosial China dan memicu perdebatan mengenai posisi aktor muda di industri drama pendek. Perbincangan publik tidak hanya berpusat pada jumlah adegan romantis, tetapi juga pada tuduhan mengenai batas persetujuan dan perlakuan terhadap aktor di lokasi syuting ketika pihak yang memiliki modal sekaligus memegang kendali produksi.

Terkait
{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id