Raja Herbal dari Ketapang Sebagai Benih Kemandirian Ekonomi Desa
© 2026 Https://www.dream.co.id
Reporter : Abidah
Usaha rumahan yang digagas sepasang suami-istri ini memanfaatkan berbagai tanaman herbal di sekitar rumah menjadi benih kemandirian ekonomi desa.
DREAM.CO.ID - Bermula dari usaha rumahan, yang dilakukan oleh sepasang suami istri, usaha rumahan asal Ketapang bisa menjadi benih kemandirian ekonomi desa. Mereka meracik minuman dari jahe, kunyit, kencur, dan temulawak, lalu menamai usahanya Raja Herbal. Usaha rumahan sederhana ini serupa dengan banyak usaha kecil di berbagai daerah lain di Indonesia, sampai peminatnya mulai bertambah.
Pimpinan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di desa mereka melihat potensi ini dan mengajak keduanya mengikuti program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat. Cita Mineral Investindo (CMI), perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut di bawah naungan Harita Bauxite, merancang program ini untuk mendorong usaha kecil di sekitar area operasinya.
Dari Usaha Rumahan Menjadi UMKM
Bimbingan CMI mengubah wajah usaha ini. Raja Herbal kini memiliki tempat produksi sendiri dan tempat berjualan, lengkap dengan plang besar bertuliskan nama usahanya di halaman depan, sebuah transformasi dari sekadar usaha dapur menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang lebih mapan.
CMI memacu perkembangan ini lewat berbagai bantuan: alat pertanian, alat produksi, dan pengemasan label. Pelaku usaha juga mengikuti pelatihan di sebuah hotel di Ketapang, digelar CMI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Delapan ibu dari Desa Membuluh Baru, Kecamatan Air Upas, Ketapang, Kalimantan Barat, kini menjalankan Raja Herbal bersama-sama. Mereka memproduksi empat produk unggulan: jahe aromatik, jahe merah, kunyit, kencur, dan temulawak. Kemasan produk mereka tampil profesional, tidak kalah dengan produk-produk nasional maupun impor yang biasa dijumpai di etalase pusat perbelanjaan kota-kota besar.
Satu dari Banyak Usaha Binaan
Raja Herbal hanyalah satu dari banyak UMKM yang dibina Cita Mineral Investindo. Perusahaan ini memacu berbagai usaha lain lewat bantuan peralatan dan peningkatan kapasitas, mencakup pelatihan dan pendampingan mulai dari alat produksi, kemasan, strategi pemasaran digital, hingga akses pasar. Kolaborasi ini melibatkan puluhan usaha binaan dari berbagai desa.
Salah satu wujud nyata program ini adalah Gebyar Cita UMKM, acara yang digelar CMI di Kecamatan Sandai, Ketapang, pada 18 Agustus 2026. Usaha binaan dari delapan desa ikut serta, menampilkan kuliner dan kerajinan tangan seperti kriya, suvenir, serta anyaman tradisional. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam ini berjalan meriah dan mendapat apresiasi dari sejumlah pejabat daerah.
Camat Sandai A. Ase mengapresiasi inisiatif CMI ini dan berharap acara serupa digelar rutin agar ekonomi masyarakat lokal terus bergerak. Febrianto, S.P., dari Dinas Koperasi dan UMKM Ketapang, berjanji memberi penguatan legalitas bagi para pelaku UMKM. Yohanes Christy dari Dinas Lingkungan Hidup Ketapang turut mengapresiasi upaya CMI dan berharap perusahaan lain yang beroperasi di Kabupaten Ketapang mengikuti inisiatif serupa.
Menuju Kemandirian Desa
Presiden Prabowo Subianto bertekad mendorong kemandirian ekonomi desa sebagai tumpuan bagi kemandirian bangsa, sekaligus jalan keluar dari ketergantungan. Cerita Raja Herbal, dari usaha dapur rumah menjadi UMKM dengan kemasan profesional dan pasar yang berkembang, menjadi contoh nyata dari cita-cita tersebut.
Apa yang terjadi di Ketapang berpotensi terulang di daerah lain. Delapan ibu dari Desa Membuluh Baru sudah membuktikan bahwa kemandirian ekonomi desa bukan sekadar wacana, ia bisa tumbuh dari dapur rumah, asalkan mendapat pendampingan yang tepat.