Siti Hasmah Wafat di Usia 100 Tahun, 70 Tahun Temani Mahathir
© 2026 Siti Hasmah Bersama Mahathir Mohamad (Instagram @tunsitihasmahofficial)
Reporter : Okti Nur
Selama 70 tahun di sisi Mahathir bukan seluruh cerita Siti Hasmah. Sebelum menjadi istri perdana menteri, ia sudah lebih dulu menjadi dokter dan membuka jalan sendiri.
DREAM.CO.ID - Siti Hasmah meninggal dunia. Istri mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, itu mengembuskan nafas terakhir di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, Senin 28 September 2026.
Pada 12 Juli 2026, Siti Hasmah Mohamad Ali genap berusia 100 tahun. Tiga pekan kemudian, ia dan Mahathir memperingati 70 tahun pernikahan. Selama hidupnya, dia sangat lekat dengan kehidupan sang suami di dunia politik Malaysia.
Namun demikian, awal hidup Siti Hasmah bukan menjadi istri perdana menteri. Jauh sebelum Mahathir berada di puncak kekuasaan, ia sudah memilih jalannya sendiri, yaitu menjadi dokter.
Sebelum Menjadi Istri Perdana Menteri
Siti Hasmah lahir di Klang, Selangor, pada 12 Juli 1926. Pada masa kecil, dokter sebenarnya bukanlah cita-citanya. Dia ingin menjadi wartawan. Namun takdir membawanya ke jalan lain. Dia kemudian masuk King Edward VII College of Medicine di Singapura pada 1947.
Dia termasuk perempuan Melayu generasi awal yang menempuh pendidikan kedokteran. Tahun 1955, dia lulus. Selanjutnya menjalani latihan kedokteran di Kuala Lumpur, kemudian pindah ke Kedah.
Pada 1965, ia menjadi perempuan pertama yang ditunjuk sebagai pejabat medis di bidang kesehatan ibu dan anak. Pada 1974, ia menjadi perempuan pertama yang dipercaya memimpin layanan kesehatan ibu dan anak di Kedah.
Itu bukan sekadar catatan karier. Pengalaman tersebut membentuk perhatian Siti Hasmah pada kesehatan perempuan, keluarga, pendidikan kesehatan dan persoalan masyarakat pedesaan. Isu-isu itu tetap mengikutinya, bahkan saat mendampingi Mahathir memimpin negara.
Perhatian Siti Hasmah pada kesehatan ibu dan anak memang tak hilang saat Mahathir menjadi perdana menteri Malaysia --pada 1981 hingga 2003 dan 2018-2020. Dalam dua periode itu, perhatian Siti Hasmah pada kesehatan ibu dan anak justru kian besar.
Ia tetap aktif membawa isu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, kesehatan mental, penyalahgunaan narkoba, serta pemberdayaan perempuan ke berbagai forum. Pada 1995, misalnya, ia memimpin delegasi Malaysia ke Konferensi Dunia Keempat PBB tentang Perempuan di Beijing, China.
70 Tahun Bersama Mahathir
Siti Hasmah dan Mahathir pertama kali bertemu saat sama-sama menempuh pendidikan dokter di Singapura. Mereka menikah pada 5 Agustus 1956 dan membangun keluarga dengan tujuh anak.
Selama itu pula, Siti Hasmah mendampingi Mahathir. Pasangan ini mendapat pengakuan ASEAN Records sebagai pasangan mantan perdana menteri tertua yang masih hidup, saat Siti Hasmah berusia 100 tahun dan Mahathir 101 tahun, saat mereka belum dipisahkan oleh kematian.
Siti Hasmah akan dimakamkan di Pusara Negara, Putrajaya, dengan Istiadat Pengebumian Pembesar Negara. Pemerintah Malaysia telah menetapkan penghormatan kenegaraan.