Awas, Kesalahan Ini Sering Dilakukan Saat di Turunan Tajam

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 25 November 2019 09:48
Awas, Kesalahan Ini Sering Dilakukan Saat di Turunan Tajam
Jangan sampai berakibat fatal.

Dream - Turunan tajam acapkali membuat pengemudi merasa khawatir. Salah mengambil langkah bisa memicu kecelakaan. 

Hal ini hanya menjadi masalah bagi pengemudi pemula atau mereka yang belum medan. Pengemudi yang sudah berpengalaman juga mengalami hal serupa.

Dikutip dari Garda Oto, Senin 25 November 2019, pengemudi justru melakukan kesalahan saat melewati turunan tajam. Mereka mengatur transmisi ke posisi netral untuk menghemat konsumsi bahan bakar.

Kenyataannya, keputusan itu justru membahayakan nyawa sendiri dan pengguna jalan lainnya. Alih-alih hemat, transmisi ke posisi netral tak memberikan efek pengereman sama sekali.

Selain itu, gigi netral sering membuat rem mobil blong. Kondisi ini tentu membahayakan bagi pengguna jalan yang lain.

Sikap mengemudi pun juga berpengaruh saat melalui turunan tajam. Jika tidak tenang, keputusan yang dibuat tidak tepat.

Saat panik, orang akan sulit berpikir dan membuat keputusan. Cara mengemudi ini juga bisa menyebabkan kecelakaan.

1 dari 5 halaman

Transmisi Otomatis Terasa Kasar, Ini Penyebabnya

Dream - Mobil transmisi otomatis cukup digemari karena nyaman digunakan. Apalagi di kota-kota besar dengan arus lalu lintas padat.

Dengan mobil transmisi otomatis, mengemudi di tengah kemacetan menjadi lebih nyaman. Tetapi, ada kalanya gigi transmisi terasa kasar.

Dikutip dari Suzuki, tak jarang transmisi ini menjadi lebih kasar setelah mobil digunakan untuk perjalanan jauh.

Ada beberapa penyebab transmisi matik menjadi lebih kasar. Penyebab paling umum adalah oli transmisi yang sudah lama tak diganti. Padahal, oli menjadi nyawa bagi transmisi. Terutama saat perpindahan gigi.

Oli transmisi yang lama tak diganti akan mengandung endapan atau residu. Ini berisiko menyebabkan lubrikasi komponen gearbox berkurang dan menjadi kasar.

Jika mengalami hal ini, kamu bisa membawa mobil ke bengkel untuk mengganti oli transmisi. Kamu juga bisa sekalian memeriksakan kondisi mobilnya secara keseluruhan.

2 dari 5 halaman

Cara Mudah Bersihkan Jamur Putih di Kepala Aki

Dream - Aki basah masih banyak digunakan untuk menyalakan mobil. Aki jenis ini kerap mengalami masalah, yaitu munculnya jamur putih di bagian kepala.

Cara mengatasi hal ini sebenarnya cukup mudah. Tidak perlu menggunakan cairan khusus untuk membersihkan jamur yang menempel.

Dikutip dari Suzuki, Jumat 22 November 2019, kerak jamur biasa muncul di terminal kepala aki. Ini normal terjadi pada aki basah dan bukan masalah yang serius.

Biasanya, jamur paling banyak muncul di kepala bagian plus (+). Penyebabnya, terjadi oksidasi air aki yang mengandung asam sulfat (H2SO4).

Asam sulfat adalah cairan elektrolit kuat yang bisa menyimpan dan menghantarkan arus listrik.

Akibat pemakaian arus listrik secara terus menerus membuat aki menjadi panas. Nah, dari panas ini air aki menjadi menguap dan muncullah jamur kerak putih di terminal kepala aki.

Jika sudah muncul kerak jamur ini, sebaiknya segera dibersihkan. Kalau didiamkan bukan tidak mungkin listrik yang dialirkan aki jadi terhambat.

Cara membersihkannya tidak sulit. Kamu cukup menggosok-gosok kerak jamur putih di kepala aki sampai kembali bersih dengan sikat gigi bekas. Kamu tak perlu cairan apa pun untuk membersihkannya.

3 dari 5 halaman

3 Hal Wajib Diperhatikan Ketika Merawat Mobil Diesel Masa Kini

Dream – Mobil diesel punya beragam keunggulan dibandingkan kendaraan berbahan bakar lain. Salah satu yang membekas di benak pengendara adalah mesin mobil diesel yang bandel dan konsumsi bahan bakar yang irit.

Namun keunggulan mobil dengan mesin diesel itu jadi percuma jika si pemilik malas merawat kendaraaannya.  

Seiring perkembangan zaman, penggunaan teknologi terbaru sudah banyak yang diaplikasikan di mesin berbahan bakar solar. Sebut saja commonrail dan turbocharger.

Dengan beragam teknologi baru tersebut, apakah anggapan perawatan mobil bermesin diesel lebih mudah daripada bensin masih berlaku sampai saat ini? Atau malah jadi lebih ribet?

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 9 April 2019, ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika merawat mobil bermesin diesel keluaran terbaru. Pertama, pelumas. Beban kerja mesin diesel lebih ekstrem karena rasio kompresi yang tinggi. Jika ditambah dengan kehadiran turbocharger, suhu dan tekanan yang dihasilkan tentu akan lebih tinggi.

Saat ini mesin mobil diesel membutuhkan pelumas dengan tingkat kekentalan (viskositas) yang lebih rendah. Untuk memilih pelumas mesin diesel yang encer, pilihannya adalah SAE 10W-30, SAE 5W-40 atau 5W-30.

4 dari 5 halaman

Kedua, Jangan Lupa Ganti Filter Solar

Kedua, filter oli. Layaknya kendaraan pada umumnya, mobil diesel perlu mengganti oli dan komponen saringan secara rutin. Komponen yang perlu diperhatikan adalah filter solar.

Mesin Diesel berbahan bakar solar punya kandungan air. Setiap mobil diesel pasti memiliki pemisah antara air dan solar dalam filternya. 

Selalu jaga agar takaran air tidak boleh terlalu banyak. Jika sudah melebihi takaran, akan ada indikator menyala.

Meski tidak ada waktu penggantian secara periodik, baiknya filter solar juga diganti berbarengan dengan ganti oli, yaitu tiap 10 ribu kilometer.

Beberapa komponen lain yang patut diperhatikan adalah filter udara, yang harus diganti setelah semakin banyak kotoran menempel, oli mesin, dan tune up. Persis sama dengan mobil bermesin bensin lain, bahkan sama juga dengan sepeda motor.

Sementara itu, untuk harga filter solar tergantung merek dan jenis kendaraan. Biasanya, harga filter ini mulai Rp45 ribuan sampai Rp100 ribuan.

5 dari 5 halaman

Ketiga, Perhatikan Bahan Bakar

Solar jadi bahan bakar mobil bermesin diesel. Hanya saja, untuk pemilihan jenisnya, wajib menggunakan solar berkualitas. Jika menggunakan solar berkualitas, hal itu dapat menunjang kinerja mesin terutama yang telah dilengkapi mesin turbodiesel.

Selain itu, performa optimal mesin diesel akan diperoleh dengan bahan bakar berkualitas yang memiliki kandungan sulfur rendah.

Sebaliknya, jika mesin turbodiesel mengonsumsi bahan bakar kualitas rendah (kandungan sulfur tinggi), filter solar akan bermasalah yaitu mampet, dan merambat terganggunya fungsi injektor.

Karena itu, filter solar mesin diesel modern harus sangat rapat. Tujuannya agar tidak ada kotoran yang bisa menghambat lubang injektor mesin turbodiesel.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

Beri Komentar