Mobil Terbang Antik Dilelang Rp12 M, Benar-Benar Bisa Melayang!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 5 Desember 2019 16:12
Mobil Terbang Antik Dilelang Rp12 M, Benar-Benar Bisa Melayang!
Mobil ini dibuat pada tahun 1950-an.

Dream - Mobil terbang bukanlah temuan baru di dunia otomotif. Enam dekade lalu, sudah ada inovator yang merancang dan membuat mobil yang bisa berjalan di darat serta mampu terbang.

Kendaraan terbang ini bernama Taylor Aerocar yang diambil dari nama pembuatnya Moulton Taylor. Dia mendesain mobil terbang ini di tahun 1949 dan baru dibangun setahun setelahnya. 

Dikutip dari Autoblog, Kamis 5 Desember 2019, mobil terbang itu akan dilelang di Pelelangan Barret-Jackson Scottsdale pada Januari 2020. Harga lelangnya mulai US$895 ribu atau sekitar Rp12,53 miliar.

Mobil ini menggendong mesin Lycoming 0-320 4 silinder di belakang. Mesin itu dikawinkan dengan girboks manual 3 percepatan.

Saat mobil sedang dalam road-modem, Taylor Aerocar menggunakan sistem penggerak empat roda. Saat dalam mode terbang, tenaga dipusatkan di spoiler belakang.

Komponen terbang saat mobil ini melaju di darat akan disimpan di trailer yang terpasang di bagian belakang.

Menariknya, mobil terbang memiliki sertifikat dari FAA sebagai kendaraan di darat dan udara. Mobil terbang ini sudah mengantongi 781 jam terbang dan menempuh jalan darat 15 ribu mil.

1 dari 5 halaman

Malaysia Perkenalkan Mobil Terbang Lokal, Indonesia?

Dream – Negara tetangga kita, Malaysia, tak lama lagi akan memamerkan mobil terbang. Uniknya, mobil terbang itu dikembangkan oleh perusahaan lokal.

Purwarupa mobil terbang akan “ menyapa” masyarakat negeri jiran itu pada tahun ini.

“ Kami akan menggunakan kemampuan lokal untuk membangun mobil terbang,” kata Menteri Pengembangan Wirausaha, Mohd Redzuan Md Yusof, dikutip dari New Straits Times, Rabu 27 Februari 2019.

Redzuan mengatakan komponen impor hanya digunakan sebagai fitur keamanan mobil. Dia mengatakan purwarupanya sudah siang dan bisa digunakan oleh sektor swasta.

 

© Dream

 

Dikabarkan bahwa mobil terbang merupakan insiatif pemerintah untuk mempromosikan teknologi tinggi kepada swasta untuk meningkatkan produktivitas. Mobil terbang bisa digunakan di banyak sektor, seperti pertanian dan kedirgantaraan.

Sekadar informasi, proyek ini menelan dana kurang lebih 1 juta ringgit (Rp3,44 miliar).

Wah, Malaysia sudah maju di bidang teknologi ya. Bagaimana dengan Indonesia?

2 dari 5 halaman

Lihat Lebih Dekat, Kendaraan Ini Bukan Mobil Terbang Biasa

Dream – Di dunia otomotif, ada mobil terbang. Namanya juga mobil terbang, ya, kendaraannya ini dirancang untuk terbang —walaupun ketinggiannya tidak bisa menyamai pesawat terbang.

Tapi, mobil terbang yang satu ini beda, lho. Sepintas memang mirip mobil terbang, tetapi kendaraan yang satu ini adalah drone raksasa.

Dikutip dari Carscoops, Senin 12 November 2018, drone terbang ini bernama Koncepto Millenya. Kendaraan ini dirancang oleh seorang inventor Filipina, Kyxz Mendiola.

Drone ini memiliki satu kursi penumpang. Kyxz membangun pesawat nirawak ini selama enam tahun. Koncepto Millenya memiliki 16 mesin, 16 baling-baling, dan 16 komputer.

Mobil terbang atau apa itu, ya?© Carscoops

Purwarupa ini bisa terbang setinggi 20 kaki. Baterainya juga awet untuk terbang selama 10-15 menit. Kyxz menggunakan serat karbon untuk konstruksi pesawat untuk menekan berat.

“ Ketika teknologi drone mulai dating ke Filipina, saya mulai membangun drone sebagai hobi dan film. Di luar dari itu, saya penasaran apakah bisa membuat sesuatu yang besar untuk membawa saya,” kata Kyxz.

“ Mobil terbang” Kyxz menyedot perhatian warganet dan menarik perhatian Star 8, perusahaan Australia yang mengkhususkan diri dalam kendaraan listrik. Star 8 sangat terkesan dengan kreasi Kyxz dan bermitra dan berniat untuk mengkomersialkan kendaraan yang mirip dengan Koncepto Millenya.

CEO dan President Star 8, Jacob Maimon, berencana untuk memanggil pembuat Koncepto.

3 dari 5 halaman

Siap-siap, Mobil Terbang Diluncurkan 2020

Dream - Setelah 15 tahun dikembangkan, perusahaan Urban Aeronautics optimis dapat meluncurkan mobil melayang kreasi mereka. Mobil terbang bernama The Cormorant tersebut dapat mengangkut bobot hingga 500 kilogram dan mampu terbang dengan kecepatan 185 kilometer perjam.

Menurut pendiri dan CEO Urban Aeronautics, Rafi Yoeli, mobil yang menggunakan rotor internal tersebut dapat mengevakuasi korban konflik bersenjata. Selain itu, mobil terbang tersebut dapat digunakan militer sebagai kendaraan untuk menghindari bom.

" Bayangkan saja, mobil ini dapat melewati bom yang dipasang di kota dan kandungan kimia berbahaya lain dengan dikontrol dari jarak jauh," kata Yeoli, dilansir dari Reuters via Arab News, Rabu, 4 Januari 2017.

Pemilik perusahaan yang awalnya mengembangkan pesawat tanpa awak, drone, itu yakin mobil terbang itu dapat segera terselesaikan. Meski begitu, dia menjelaskan ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan sebelum akhirnya diluncurkan di pasaran.

The Cormorant berbobot 1,5 ton. Hingga riset terakhir, Yoeli telah menghabiskan dana sekitar 14 juta dolar, setara Rp188 miliar.

Selain The Cormorant, Yoeli juga mendesain kendaraan berukuran mobil keluarga yang disebut Air Mule.

Meski demikian, dua kreasi Yoeli saat ini belum memenuhi standar Federal Aviation Administration (FAA). Tes pada November 2016 menyebut ada masalah mengenai data yang dikirim oleh perangkat sensor mobil terbang tersebut.

4 dari 5 halaman

Mirip Kipas Angin, Mobil Terbang Malaysia Jadi Bahan Tertawaan

Dream - Malaysia baru saja merilis prototipe mobil terbang kebanggaan mereka. Tapi sayang, rancangan tersebut justru ditertawakan warganet di negeri jiran tersebut.

Prototipe mobil terbang masa depan Malaysia tersebut sebelumnya diperlihatkan pada pameran Langkawi International Maritime and Aerospace 2019 (LIMA'19).

Model mobil terbang Malaysia yang dipamerkan di LIMA'19© Twitter Datuk Jahat Hensem
Foto: Twitter Datuk Jahat Hensem

Kehadiran prototipe mobil terbang tersebut menarik perhatian semua orang. Kendaraan yang dikenal sebagai Vector itu dirancang untuk menjadi sistem transportasi udara.

Menurut kabar yang beredar, prototipe mobil terbang Vector akan selesai dibuat paling cepat awal bulan Juni tahun ini.

Perusahaan yang merancang prototipe mobil terbang tersebut mengatakan Vector adalah kendaraan dengan konsep drone.

5 dari 5 halaman

Digambarkan Mirip Kipas Elektrik Mini

Kendaraan masa depan itu dirancang agar bisa mengangkut penumpang, mengirim barang, dan bahkan digunakan untuk tujuan pengamatan.

Namun, alih-alih membuat kagum netizen Malaysia, prototipe mobil terbang itu justru membuat mereka tertawa.

Sebagian besar komentar netizen menyoroti baling-baling mobil terbang pada prototipe tersebut yang mirip kipas elektrik mini.

Netizen pun ramai-ramai membuat meme prototipe mobil terbang Malaysia yang mengundang tawa.

Ada yang membandingkannya dengan konsep mobil terbang negara-negara lainnya.

Perbandingan konsep mobil terbang negara lain dengan milik Malaysia.© Twitter Amy S @79Amyshahuddin
Twitter Amy S @79Amyshahuddin

Sementara yang lainnya menyamakannya dengan membuat 'kapal selam' terbang dari mainan dan kipas elektrik mini.

Disamakan dengan mainan yang diberi 'roda' kipas elektrik mini.© Facebook Mujahidin Zulkiffli
Facebook Mujahidin Zulkiffli

Menurut laporan, prototipe mobil terbang Vector akan menelan biaya 1 juta ringgit. Namun, belum dipastikan bagaimana bentuk akhirnya.

Sumber: World of Buzz

Beri Komentar