6 Bahan Aktif Skincare Anti Aging yang Aman untuk Bumil

Reporter : Cynthia Amanda Male
Jumat, 23 September 2022 07:12
6 Bahan Aktif Skincare Anti Aging yang Aman untuk Bumil
Ketahui bahan aktif yang boleh dan tidak boleh digunakan saat hamil. Lalu, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan keamanannya.

Dream - Kesadaran untuk merawat kulit untuk mencegah proses penuaan dini sudah semakin membaikmeningkat. Kini kita tak asing lagi mendengra kerabat, sahabat, atau teman kerja yang menggunakan skincare mengandung retinol, bakuchiol, atau bahan aktif lainnya yang berfungsi mencegah penuaan dini.

Bahkan tingkat konsentrasi dari skinacer yang dipilih pun tidak main-main. Ada yang menggunakan retinol dengan konsentrasi 1 persen sejak pertama kali mencoba dan terus digunakan secara rutin tanpa mengalami iritasi.

Skincare dengan kandungan bahan aktif tertentu memang ampuh mencegah penuaan. Sayangnya, tidak semua bahan aktif aman digunakan untuk para ibu hamil.

Cukup banyak wanita yang sudah mengetahuinya tetang larangan menggunakan beberapa skincare berbahan aktif tertentu di masa kehamilan. Sayangnya belum banyak yang tahu jika Nyatanyacukup banyak pilihan kandungan skinacer yang cenderung aman digunakan saat hamil.

1 dari 6 halaman

Memakai Skincare© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Berdasarkan unggahan Dokter Kulit, Muneeb Shah, skincare yang mengandung retinol, tretinoin, adapalene, tazarotene, isotretinoin, hydroquinone, arbutin, serta spironolactone memang harus dihindari oleh ibu hamil.

Sebagai gantinya, ibu hamil bisa menggunakan skincare yang mengandung azelaic acid, glycolic acid, lactic acid, niacinamide, hyaluronic acid, dan vitamin C.

2 dari 6 halaman

Beberapa wanita juga masih bisa menggunakan skincare yang mengandung benzoyl peroxide, salicylic acid, atau bakuchiol saat hamil. Meski begitu, perawatan kulit serta produk kosmetik yang digunakan saat hamil harus dikonsultasikan pada dokter agar lebih aman untuk calon bayi.

Jangan lupa juga untuk selalu memakai tabir surya di pagi hingga sore hari dan mengaplikasikannya kembali 3-4 jam sekali untuk membuat pencegahan proses penuaan lebih efektif. Pasalnya, kulitmu akan lebih sensitif terhadap matahari jika memakai skincare dengan bahan aktif tertentu seperti retinol dan turunannya.

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dr. Muneeb Shah (@doctorly)

 

3 dari 6 halaman

Sering Dianggap 'Alami', Memakai Bedak Bayi di Wajah Kulit Dewasa Bisa Berakibat Negatif

Dream - Pemakaian bedak bayi pada wajah orang dewasa banyak diyakini sebagai perawatan kulit natural agar terbebas dari produksi minyak berlebih saat beraktivitas. Keyakinan itu tak lepas dari pemikiran bahwa produk bayi menggunakan bahan kimia yang cenderung aman bagi semua jenis kulit.

Namun apakah keyakinan tersebut benar adanya? Benarkah penggunaan skincare bayi untuk perawatan kulit orang dewasa benar-benar efektif seperti yang disangka?

Memakai Bedak Bayi© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Untuk beberapa orang, keyakinan itu mungkin benar karena penggunaan skincare bayi tidak memberikan efek tertentu pada wajah mereka. Tapi sebagian lagi beranggapan berbeda.

Dokter spesialis kulit dan kelamin yang menyediakan jasa konsultasi lewat akun TikTok @dr.indah_ termasuk kelompok yang menilai bedak bayi tidak selamanya aman untuk kulit wajah orang dewasa.

Memiliki hampir 84 ribu pengikut di TikTok, dokter Indah mengungkapkan alasannya mengapa bedak bayi tak selamanya cocok untuk kulit orang dewasa.

4 dari 6 halaman

Menurutnya, kandungan Zinc oxide dalam bedak bayi bisa menyebabkan kulit kering. Selain itu, serbuk bedak bayi juga bisa menyebabkan beruntusan akibat penyumbatan pori-pori. Itulah mengapa kulit justru bisa bermasalah dan tidak terawat meski menggunakan produk perawatan khusus bayi.

Lebih lanjut, Indah menyarankan untuk menerapkan perawatan kulit dasar, seperti pemakaian pembersih, pelembap, serta tabir surya yang sesuai jenis kulit masing-masing.

" Ga selamanya yg terlihat " alami" dan simple itu baik untuk kulitmu," tegasnya dalam unggahan tersebut. Berkonsultasilah pada dokter kulit jika ingin mendapatkan perawatan yang tepat.

5 dari 6 halaman

Kelamaan di Toilet Sebabkan Kulit Kering, Ini Penjelasan Dokter

Dream - Sebagian orang sering berlama-lama di kamar mandi. Tidak sedikit orang yang menganggap waktu mandi dan buang air besar merupakan momen tepat untuk me time atau menyendiri.

Akhirnya, sebagian orang membawa ponsel, koran, buku, atau gadget lainnya, untuk menghabiskan waktu sendiri di toilet. Padahal, menurut dokter kulit, Melyawati Hermawan, berlama-lama di toilet bisa berdampak buruk bagi kulit.

" Jangan 'nongkrong' di WC sambil bawa hp. Kadar kelembapan di WC lain dengan ruangan biasa. Jadi, kondisi ruangannya bisa menyerap kelembapan kulit dan kulit pun jadi lebih kering," tutur Melyawati dalam peluncuran Bio-Oil Skincare Oil (Natural) 125ml di Veranda Hotel, Jakarta Selatan, Kamis 15 September 2022.

Ilustrasi Kulit Kering© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Selain membuat kulit kering, kebiasaan tersebut juga bisa memperparah stretch marks. Terutama, jika kamu mandi terlalu lama atau menggunakan air di atas suhu 360 Celsius.

" Biasakan mandi jangan pakai air panas. Minyak alami kulit akan terkikis dan makin gampang muncul stretch marks. Pakai air yang suhunya mirip suhu tubuh, sekitar 36 derajat. Mandinya juga nggak perlu terlalu lama," katanya.

Jika kulitmu terasa kering setelah mandi atau akibat terpapar AC terlalu lama, gunakan sabun yang mampu meningkatkan serta menjaga kelembapan kulit.

Jangan lupa juga menggunakan pelembap, minyak, atau lotion segera setelah mengeringkan badan dengan handuk lembut. Sehingga, kulitmu pun tidak akan sensitif, lembap, serta tidak terlalu cepat mengalami penuaan maupun muncul stretch marks.

6 dari 6 halaman

Beri Komentar