Berbeda dari Biasanya, Ketahui Skincare Wajib untuk Usia 50 Tahun ke Atas

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 21 Juli 2022 17:16
Berbeda dari Biasanya, Ketahui Skincare Wajib untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Walaupun sudah mengalami penuaan, tapi kulit tetap harus dirawat agar tampak lebih sehat dan awet muda.

Dream - Tidak ada kata terlambat bagi perawatan kulit. Kamu bisa memulainya sejak dini maupun di usia lanjut. Begitu pula dengan orangtua yang belum pernah menggunakan skincare secara rutin.

Tentunya, tahapan pemakaian skincare pun berbeda dari orang yang berusia muda. Perawatan yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing. Namun, perawatan dasar yang disarankan untuk kulit orang dengan usia 50 ke atas fokus pada mencegah serta menyamarkan efek penuaan.

Dokter Kulit, Ika Ayu menyarankan orang yang berusia di atas 50 untuk mengutamakan pemakaian sabun muka, toner, serum anti aging, serta serum khusus area mata.

" Serum khusus mata itu penting sekali, karena di atas 30 tahun, bawah matanya mulai lebih gelap dan cekung. Jadi, serum mata itu penting banget untuk dipakai," tuturnya dalam acara perkenalan Aceskin di iCantix & Co. Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis 21 Juli 2022.

1 dari 4 halaman

Wajib Memakai Tabir Surya dan Bedak

Memakai Skincare© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Dia juga mewajibkan pemakaian tabir surya dan bedak untuk melindungi kulit saat beraktivitas. " Sunblock harus tetap pakai. Pakai bedak juga, ya, untuk melindungi kulit dari debu dan polusi. Kalau malas, pakai bedak tabur juga bisa" .

2 dari 4 halaman

Pemakaian Skincare Secukupnya

Memakai Skincare© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Meski kulit membutuhkan perawatan ekstra di usia tersebut, namun tidak perlu menggunakan produk terlalu banyak. Hal tersebut justru menyebabkan masalah kulit dan mengurangi efektivitas pemakaian produk.

Skincare hanya perlu digunakan sedikit saja hingga menutupi seluruh permukaan wajah. Dia juga tidak menyarankan untuk menggunakan aplikator saat memakai skincare. Terutama, aplikator yang dipakai berulang tanpa dicuci atau bisa menyerap produk.

Maka dari itu, dia menyarankan untuk mengaplikasikan produk dengan tangan atau jari daripada menggunakan kapas maupun ujung skincare yang telah berbentuk seperti aplikator.

" Ujung skincare yang berbentuk aplikator bisa digunakan sekali. Tapi untuk dipakai terus-terus, enggak, lah. Pakai toner juga jangan pakai kapas. Sayang dibuang-buang dan produk banyak terserap di kapas. Pakai tangan aja langsung," tutupnya.

3 dari 4 halaman

Tanda Penuaan Pada Leher yang Sering Muncul Lebih Cepat, Menunduk Lihat HP Salah Satu Pemicunya!

Dream - Proses penuaan tidak hanya terjadi pada wajah. Kulit di area leher juga bisa mengalami hal yang sama. Apalagi jika kamu tidak merawat kulit leher dengan baik dan hanya menggunakan sabun mandi.

Lama kelamaan kulit leher akan cepat menua dan muncul garis halus maupun kerutan. Adapun tanda penuaan yang sering terjadi pada leher adalah garis halus yang terdapat di bagian depan.

Biasanya, tanda penuaan tersebut mulai terlihat di usia 20-an. Namun dikutip dari unggahan Dokter Kulit, Arthur Simon, garis halus di bagian tengah leher tidak hanya muncul akibat penuaan.

Tanda Penuaan Pada Leher© Shutterstock

Foto: Shutterstock

4 dari 4 halaman

Faktor genetik, paparan matahari secara berkala, serta gerakan berulang juga bisa menjadi penyebab munculnya garis halus pada leher.

Kebiasaan menunduk untuk melihat layar ponsel atau gawai lainnya juga bisa memicu penuaan dini di bagian leher tersebut.

Jadi, garis halus dan kerutan pada leher muncul semakin cepat dan jelas dari waktu ke waktu. Meski begitu, kamu bisa mencegah dan menyamarkan garis halus pada leher dengan memakai perawatan kulit seperti di wajah.

Gunakanlah toner, serum, pelembap, tabir surya, dan lain-lainnya hingga ke leher untuk menjaga area tersebut dari berbagai masalah maupun proses penuaan dini. Jadi, penampilan kulit di seluruh tubuh pun akan tetap terlihat awet muda.

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh dr. Arthur S., SpKK, FINSDV (@dokterkulitkucom)

 

Beri Komentar