Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Suasana Dalam Acara Telling To The World Di Kantor Elzatta, Jakarta (Dream)
Dream - Di tengah fobia terhadap Islam, pemduduk Amerika Serikat (AS) yang menjadi mualaf justru meningkat. Pasca kejadian World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001, jumlah mualaf di negeri ini bahkan disebut meningkat sekitar 20 ribu sampai 40 ribu jiwa.
Kini, fenomena bertambahnya jumlah mualaf di AS itu menghadapi situasi genting. Fobia terhadap Islam semakin menguat pasca insiden Paris.
Prihatin dengan kondisi itu, rumah busana Muslim, Elhijab menggelar penggalangan dana untuk turut serta dalam pembangunan Mualaf Center, di New York. Acara dengan mengambil tema " Telling Islam to the World" itu menghadikan Imam Besar Masjid di New York dan pendiri Nusantara Foundation Muhammad Shamsi Ali sebagai pembicara.
Menurut CEO Elcorps, Elidawati, kesulitan Mualaf di AS harus menjadi kegelisahan bersama.
" Penggalangan dana ini merupakan kepedulian elhijab pada situasi sulit yang dihadapi mualaf AS sekaligus keinginan elhijab untuk senantiasa berbagi dan menebarkan manfaat," tutur dia saat ditemui Dream, di Jakarta, Kamis, 17 Desember.
Nantinya, Mualaf Center yang berdiri akan menjadi pusat berbagai kegiatan. Beberapa diantara yang direncanakan membina keagamaan mualaf secara intensif, mengembangkan studi dakwah di Barat dan Amerika, serta melakukan kaderisasi ulama dari kalangan mualaf.
Shamsi sendiri menegaskan jika Mualaf Center ini akan menjadi bagian pembelajaran mandiri para mualaf di tengah perbedaan pendapat di kalangan Muslim sendiri. Sebab, diakui banyak mualaf yang kejiwaannya rentan.
" Para mualaf itu sebetulnya rentan kejiwaannya. Contohnya Mike Tyson yang kehidupannya rusak kembali setelah masuk Islam. Atau salah seorang mualaf, murid saya yang bertemu dengan guru yang salah," kata Shamsi.
Seperti diketahui mualaf merupakan salah satu asnaf yang sering terlupakan oleh sesama muslim. Untuk itu, bagi sahabat Dream yang tertarik dengan rencana pembangunan Mualaf Center di New York ini, sahabat Dream dapat mengirimkan donasi ke rekening di bawah ini.
Rekening Bank, Nusantara Foundation
Nama bank : Citibank
No rekening : 4981726797
Swift code : CITI US 33
Rekening Bank CSR Elhijab
Nama bank : BCA
Cabang : Buah Batu - Bandung
Nama rekening : PT BERSAMA ZATTA JAYA
No rekening : 7750321610
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis