Ultah ke-19, Trax FM Sajikan Traxkustik 19`s Festival

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 8 Juli 2019 16:37
Ultah ke-19, Trax FM Sajikan Traxkustik 19`s Festival
Sukses digelar pada Minggu, 7 Juli 2019 kemarin.

DreamMerayakan hari jadinya yang ke-19, radio 101.4 Trax FM Jakarta sukses menggelar Traxkustik 19’s Festival pada Minggu, 7 Juli 2019 kemarin di Grand Lawn, Bintaro Jaya Exchange Mall.

Event kemarin merupakan puncak dari rangkaian acara musik Trax FM  dalam program TRAXKUSTIK yang telah digelar sebanyak empat kali sepanjang 2018.

 TRAX FM

Traxkustik sendiri merupakan sebuah program on air mingguan di 101.4 Trax FM Jakarta serta relay ke 90.2 Trax FM Semarang dan 95.1 Trax FM Palembang. Tayang setiap hari Selasa di program Good Alternoon Show, pada 19.00- 20.00 WIB, Trakustik dipandu Ardhito Pramono.

 TRAX FM

Program ini juga selalu menghadirkan musisi yang disukai Anak Trax (sebutan untuk pendengar Trax FM) untuk diwawancara dan tampil membawakan lagu mereka secara live on air.

 TRAX FM

Sebagai puncak perayaan ulang tahun Trax FM di2019, Trax FM menghadirkan musisi lokal berkualitas seperti Souljah, The Rain, Tuan Tiga Belas, Mocca, Child Out, Pamungkas, Jason Ranti, dan RAN yang dipandu penyiar-penyiar favorit Trax FM.

 TRAX FM

Diselenggarakan secara gratis, acara ini juga bertabur banyak hadiah serta merchandise menarik untuk anak Trax yang berkesempatan hadir. Selama acara berlangsung, anak Trax yang datang tak sungkan-sungkan berdendang bersama para Trax Strooper (tim Trax FM).

Apakah Sahabat Dream ada yang hadir di acara Traxkustik 19’s Festival kemarin?

1 dari 5 halaman

Benarkah Dengar Musik Bisa Tingkatkan Kreativitas Saat Kerja?

Dream – Banyak orang berpikir bahwa bekerja sambil mendengarkan musik bisa meningkatkan kreativitas. Tapi, studi menunjukkan bahwa bekerja sambil mendengarkan musik justru berdampak sebaliknya.

Dikutip dari studyfinds.org, Rabu 20 Maret 2019, peneliti dari Inggris dan Swedia berkolaborasi untuk meneliti dampak musik terhadap kreativitas verbal. Peneliti meriset orang-orang yang beraktivitas sembari mendengarkan beragam jenis musik yang diputar. Hasilnya dibandingkan dengan peserta yang beraktivitas dalam keheningan.

Kajian yang diterbitkan dalam Applied Cognitive Psychology ini menyebut ada 30 responden yang terdiri atas 15 responden pria dan 15 wanita dari University of Lancashire, Inggris, direkrut untuk percobaan.

Para peserta ditunjukkan tiga kata, seperti “  point”, “  stick”, dan “  maker”. Mereka diminta untuk membuat kata atau frasa baru dari kata-kata yang diajukan.

Ada peserta yang mengerjakan tes itu di lingkungan yang tenang, seperti perpustakaan. Ada pula yang sembari mendengarkan musik. Ada yang mendengarkan musik berbahasa asing, musik instrumental, dan lagu-lagu pop.

2 dari 5 halaman

Ini Hasilnya

Peneliti menemukan bahwa peserta yang menyelesaikan tugas sembari mendengarkan musik mendapatkan “ gangguan” ketika bekerja daripada yang merampungkan tes di tempat yang tenang.

“ Kami menemukan bukti yang kuat tentang gangguan kinerja ketika musik diputar daripada suasana yang tenang,” kata seorang penulis dari University Lancashire, Neil McLatchie.

McLatchie menemukan kreativitas seseorang bisa memburuk ketika mendengarkan musik yang populer. Apalagi kalau musiknya bisa meningkatkan suasana mood hati peserta dan menjadi favorit.

Peneliti percaya musik bisa bermasalah ketika didengarkan sambil bekerja daripada suara yang ada di perpustakaan. Suara bising dari musik bisa mengganggu kemampuan verbal daripada perpustakaan.

“ Temuan di sini menentang pandangan populer bahwa musik meningkatkan kreativitas. Terlepas dari keberadaan konten semantik, musik secara konsisten mengganggu kinerja kreatif dalam memecahkan masalah,” kata dia. 

3 dari 5 halaman

4 Manfaat Tak Terduga Sering Dengarkan Musik

Dream - Musik tak hanya alat hiburan kamu di saat waktu senggang atau padat. Sebagai karya seni, musik yang tercipta memang bisa memberikan perubahan suasana hati dan membantumu berkonsentrasi.

Dalam sebuah penelitian, mendengarkan lagu dapat merangsang ingatan.

Manfaat musik memang sudah banyak diketahui banyak orang. Sering kita mendengar seorang ibu hamil yang memasangkan earphone di perutnya untuk didengarkan pada bayi yang dikandung.

Nah, sebetulnya apa sih manfaat mendengarkan musik? Berikut rangkumannya seperti dikutip dari laman Dokter Sehat.

1. Musik meningkatkan kemampuan anak

Mendengarkan musik dipercaya dapat membantu menstimulasi otak anak-anak. Kemampuan visual dan verbal anak juga dapat terasah.

Sebuah penelitian yang melibatkan anak-anak berusia empat hingga enam tahun yang mendapat latihan musik selama satu bulan meningkatkan kemampuan mereka untuk memahami kata-kata dan menjelaskan maknanya bisa meningkat.

Penelitian lain yang dilakukan pada anak-anak usia dealapan hingga sebelas tahun menemukan bahwa mereka yang mengikuti kelas tambahan ekstrakurikuler musik bisa meningkatkan kemampuan berbicara.

Untuk orang dewasa, lakukan latihan musik bisa menjaga otak tetap sehat seiring dengan bertambahnya usia.

2. Mengurangi tekanan darah

Orang-orang yang mendengarkan rekaman musik yang mengalum tiap pagi dan malam dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Penelitian yang dibahas saat pertemuan American Society of Hypertension di New Orleans, Amerika Serikat menyebut mendengarkan musik klasik selama 30 menit selama sepekan mengurangi tekanan darah tinggi secara signifikan.

Musik juga dapat membantumu menaikkan semangat saat memulai olahraga. Musik yang kamu dengarkan sembari berlari akan meningkatkan respon dan semangat berolahraga.

4 dari 5 halaman

3. Kurangi stres

Mendengarkan musik dapat menurunkan tekanan pada pikiran. Selain itu, mendengarkan musik dipercaya juga dapat memberi semangat saat bekerja.

Cobalah mendengarkan musik saat perjalanan ke tempat kerja untuk membantu mengatasi stres.

 shutterstock

4. Musik untuk daya tahan tubuh

Penelitian yang dikembangkan di Brunel University, London Barat telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebesar 15 persen serta meningkatkan efisiensi energi pada tubuh sebesar satu hingga dua persen.

Selain mendengarkan musik melalui rilisan fisik atau digital, kamu juga perlu menikmati konser band musik kesukaan. Suasana semarak konser akan menawarkan pengalaman baru.

5 dari 5 halaman

Mualaf Amerika Ini Berdakwah Lewat Musik

Dream - Noor Saadeh dulunya adalah penyanyi opera kawakan berkelas dunia. Sewaktu muda, Saadeh sering mengadakan pertunjukan di sekolah dan perguruan tinggi sehingga memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam bernyanyi dan musik klasik.

Sebagai seorang penyanyi opera profesional, Saadeh ditunjuk Departemen Pendidikan New York untuk mengajari anak-anak opera dan musik klasik. " Kami membuatnya menyenangkan dan itu berhasil," katanya.

Hal itu menjadi ironis ketika putaran nasib akan menuntun penyanyi opera berkelas ini ke Islam, di mana bernyanyi dan bermain opera dianggap tabu. Terutama jika dilakukan oleh perempuan.

Perkenalan Saadeh dengan Islam terjadi saat dia kembali pulang ke kampung halamannya. Dia terkejut saat menemui ada komunitas muslim yang aktif di sana. Dia pun diangkat sebagai anggota dan diminta mengajar di sekolah Islam tiap akhir pekan.

Berdasarkan bimbingan dan hidayah Allah, Saadeh perlahan dituntun ke jalan yang berbeda. Jalan menuju Islam tanpa harus membuang semua talenta yang dimiliknya sebagai seorang penyanyi opera.

Saadeh tiba-tiba merasa tertarik untuk bekerja dengan anak-anak di masjid. Dan setelah bekerja dengan masyarakat non-Arab yang kesulitan dengan bahasa, kata-kata dan konsep, Saadeh merasakan sesuatu yang lain.

Karena baru masuk Islam, Saadeh memutuskan untuk menemukan cara agar semua umat Islam bisa menikmati belajar tentang Islam melalui musik. " Dari semua pengalaman bertahun-tahun, saya tahu betapa mudahnya untuk menghafal sesuatu yang diatur secara menyenangkan melalui lirik dan melodi," jelasnya.

Saadeh pun mulai menulis ulang sajak tradisional yang dikenal anak Barat dengan lirik Islami. Dengan cara itu, Saadeh akhirnya mendapatkan apa yang diinginkannya, menjadi muslim tanpa menghilangkan bakatnya. " Lagu-lagu yang saya rilis ulang itu menjadi hit dan disukai anak-anak dan orang tua mereka."

Selama bertahun-tahun Saadeh terus menciptakan lebih banyak lagu yang sering digunakan untuk program Idul Fitri. Para orangtua, mengetahui latar belakang Saadeh, mendorongnya untuk melakukan sesuatu pada skala yang lebih besar, seperti rekaman.

Karir barunya sebagai pencipta lagu berubah menjadi bisnis. Suami Saadeh mendukung penuh status barunya itu. " Saya adalah seorang seniman, tapi tidak pernah terlibat dalam sisi produksi," katanya.

Bersama suaminya, Saadeh akhirnya memproduksi rekaman Islami pertama mereka dan terjual habis saat dilempar ke Konvensi Islam Amerika Utara. Ini menandakan ada kebutuhan mendesak bagi anak-anak Muslim yang tumbuh di Amerika Utara untuk berkenalan dengan nilai-nilai Islam melalui ajaran budaya mereka sendiri.

Sejak saat itu, Saadeh dan suami memutuskan untuk membentuk perusahaan multimedia yang mengkhususkan diri pada dunia anak-anak muslim di Barat. Karena dasar idenya berasal dari kemampuan Saadeh dalam bermusik, perusahaan itu dinamai Noorart Inc oleh suaminya.

" Kami menarget anak-anak Muslim dan membatasi kriteria bagi produk kami," katanya. Selain lagu anak-anak Islami ciptaan sendiri, Noorart juga memproduksi rekaman cerita yang diambil dari kisah-kisah Alquran.

Tidak hanya anak-anak, Noorart juga membuat produk untuk muslim dewasa. Mereka membuat rekaman audio dan DVD animasi pertama tentang Islam dan pelajaran bahasa Arab.

Seperti bisnis Islami lainnya, Noorart juga mengalami kendala dalam hal finansial. Karena produk Noorart sangat populer, banyak pihak tak bertanggung jawab melakukan pembajakan. Tentu ini menyulitkan Noorart untuk berkembang dan membuat produk multimedia yang lebih baik.

Namun Saadeh tak patah arah. Dia tetap memproduksi rekaman agar bisa memberi pelayanan kepada muslim Amerika, terutama anak-anak. Setengah bercanda, Saadeh mengatakan, " Semua yang telah saya lakukan ini untuk anak-anak saya. Mereka lebih membutuhkan dari sekedar waktu dan energi saat mengandung dan melahirkan mereka. Saya mencintai mereka sebanyak bagian dari diri saya."

" Saya begitu terkesan dengan Islam dan menerimanya sebagai agama sehingga saya menutup pintu untuk karir saya sebagai penyanyi opera. Tidak ada penyesalan dan saya tidak melihat ke belakang bahkan sampai hari ini, dua puluh tahun kemudian."

(Ism, Sumber: Onislam.net)

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan