Tomat Segar
Dream - Berbagai bahan makanan dalam sebuah hidangan, memiliki rasa dan nilai nutrisi masing-masing. Saat kita menyantapnya, tentunya diharapkan perut akan terasa kenyang dan kebutuhan gizi terpenuhi.
Pada beberapa situasi, yang terjadi justru sebaliknya. Makanan yang dikonsumsi malah meracuni tubuh. Keluhan pun muncul, seperti muntah, diare, sakit kepala, pingsan, bahkan kematian.
Ada beberapa makanan yang mungkin biasa Sahabat Dream konsumsi ternyata juga bisa menyebabkan keracunan. Hati-hati saat mengonsumsinya.
Jamur
Jamur adalah sayuran dengan sumber vitamin D yang baik. Perlu diingat tak semua jamur bisa dimakan. Beberapa mengandung racun yang bisa membuat tubuh mengalami masalah kesehatan setelah mengonsumsinya, lebih parahnya lagi bisa menyebakan kematian.
Pada beberapa kasus, sejumlah jamur dalam kemasan juga terpapar bakteri berbahaya. Untuk itu pastikan jamur yang dikonsumsi sudah memenuhi standar kesehatan pangan.
Tomat
Bagian dari tomat ternyata bisa menyebabkan sakit perut dan kram, yaitu tomatine atau bagian cincin/mahkota tomat. Selain itu, daun tomat juga mengandung racun yang disebut Glycoalkaloid, yang bisa menimbulkan kecemasan saat dikonsumsi.

Tidak semua jenis kacang almond baik untuk dikonsumsi. Terdapat satu jenis yang manis, yang biasa dikonsumsi. Ada pula kacang almond pula yang mengandung sianida tingkat tinggi dan bisa mematikan jika tertelan. Almond jenis ini biasanya yang tumbuh secara liar. Jadi, jangan asal memetik kacang almond dan langsung memakannya.
Kentang

Sumber karbohidrat ini juga bisa mengandung racun yang disebut solanin. Perlu kehati-hatian saat makan kentang. Jika kentang berubah kehijauan atau bertunas, segera buang. Kentang yang sudah bertunas mengandung racun yang bisa berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Times of India
Dream – Bahan makanan biasanya dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi untuk mendapatkan rasa yang lebih nikmat. Alasan lainnya adalah untuk menghilangkan virus dan bakteri yang mungkin ada di dalamnya.
Tahukah Sahabat Dream sebenarnya ada beberapa makanan yang lebih baik disantap mentah. Terutama jika bahannya diolah secara organik, tanpa menggunakan pestisida atau mengalami rekayasa genetika.
Kini tren mengonsumsi makanan segar organik dalam keadaan mentah sedang sangat diminati atau dikenal dengan 'raw foodism'. Mungkin kamu juga ingin mencobanya di rumah.
Bukan hanya lebih sehat, tapi juga kita bisa mencicipi makanan dengan rasa aslinya dan bonusnya bisa membantu menurunkan berat badan. Mulai dari mana? Coba saja konsumsi empat makanan ini dalam keadaan mentah. Pastikan membeli yang organik.
1. Bawang Bombay

Bawang Bombay digunakan sebagai bahan dasar untuk memasak sayuran bersama dengan tomat dan rempah-rempah. Saat dimakan mentah, bawang bombay memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan karena mengandung nutrisi dan antioksidan yang baik untuk hati. Allicin (bau bawang) dapat mengurangi penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, mencegah agregasi trombosit, dan memiliki sifat anti inflamasi. Bawang juga membantu meningkatkan kepadatan tulang dan mengandung antibakteri.

Sayuran ini mengandung vitamin C, kalsium, potassium, protein, dan sulforaphane (senyawa yang ditemukan untuk melawan sel kanker, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, memberikan antioksidan yang membantu anti penuaan dan kekebalan tubuh). Kamu dapat menambah irisan brokoli dalam salad atau sup yang hangat.

Tomat mengandung likopen dan antioksidan yang membantu menurunkan kolesterol dan penurunan berat badan. Buah ini juga membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan kulit, dan mengurangi risiko terbakar sinar matahari. Akan lebih baik dikonsumsi langsung.

Kacang memang paling enak dinikmati jika sudah diolah dengan digoreng/ dipanggang dan diberi garam. Ternyata hal itu mengurangi nilai gizi, menyebabkan hilangnya zat besi dan magnesium. Selain itu, minyak yang digunakan dalam proses pemanggangan menambah kalori dan lemak ekstra. Kacang mentah dapat menjadi camilan instan yang rendah kalori.
Laporan: Angela Irena Mihardja