Kayu Manis (Foto: Shutterstock)
Dream - Kayu manis termasuk rempah andalan saat kita akan mengolah masakan atau membuat kue maupun minuman. Kekuatan dan kayu manis tentu saja aromanya yang begitu menggugah selera.
Untuk itu, Sahabat Dream wajib menyetok kayu manis di rumah. Sayangnya, jika disimpan terlalu lama atau disimpan dengan cara yang salah, aroma kayu manis bisa menghilang atau berubah.
Sangat penting untuk memperhatikan penyimpanannya agar aromanya selalu awet. Apa saja yang harus dilakukan?
Beli yang batang jika ingin disipan lama
Cara menyimpan kayu manis agar aromanya awet memang harus diperhatikan sejak kamu memilihnya. Tergantung kamu memilih yang berbentuk batang atau bubuk, maka ketahanannya pun akan berbeda. Sebaiknya pilihlah kayu manis dalam bentuk batang karena bentuk batang ini lebih awet aromanya daripada bentuk bubuk. Hal ini disebabkan karena semakin lebar permukaan kayu manis yang terpapar udara, semakin besar kemungkinan aromanya hilang.
Cara menyimpan kayu manis agar aromanya awet berikutnya adalah dengan menyimpannya pada suhu yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Menyimpan kayu manis sebenarnya cukup sederhana, pastikan saja kebersihan wadah dan tempat penyimpanan, simpanlah pada suhu ruangan sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Rempah-rempah kering semacam kayu manis paling baik disimpan dalam wadah tertutup gelap dan taruh di bagian dapur yang jauh dari sumber panas. Kayu manis bisa bertahan tahunan, bahkan lebih dari 2 tahun jika disimpan dengan baik.
Cara menyimpan kayu manis berbentuk bubuk, pastikan tempat penyimpanan tersebut tak lembap, namun tak pula langsung terkena sinar matahari. Misalnya, dalam lemari dengan kisaran suhu yang memungkinkan bubuk kayu manis tak rentan berjamur.
Menyimpan dalam wadah kaca atau wadah tertutup dan tidak dicuci juga merupakan salah satu cara menyimpan kayu manis agar aromanya awet.

Jika belum akan menggunakan kayu manis batangan, simpanlah terlebih dahulu dalam wadah kedap udara. Jangan mencuci kayu manis saat akan disimpan dan hindari terkena air sebab hal tersebut cenderung akan cepat menimbulkan jamur.
Laporan: Husnul Abdi/ Sumber: Liputan6.com
Dream - Saffron begitu tersohor sebagai 'rempah emas' dengan harga selangit. Harga perkilogramnya bisa sampai Rp200 juta, tergantung dari kualitasnya. Banyak ahli masak dari berbagai negara selalu memuji rempah cantik ini sebagai penguat rasa masakan.
Beberapa waktu lalu, Dream bersama Dubai Tourism mengikuti tur Frying Pan Adventure. Salah satu misinya adalah mencari dan mencicipi langsung Saffron.
Petualangan dimulai dengan menjelajahi pasar rempah di Souk Deira, Dubai yang letaknya bersebelahan dengan Dubai Creek.
Souk sendiri dalam bahasa setempat artinya pasar. Kawasan ini memang pasar tradisional. Deretan bangunan tua dengan aroma khas rempah yang langsung menyeruak. Mata pun dimanjakan dengan warna-warni rempah yang cantik. Bikin penasaran untuk menyentuh dan menghirup aromanya.

Sampailah di sebuah kedai rempah yang cukup besar. Bagian depannya tampak barisan plastik panjang berisi berbagai rempah.
Tampak satu yang sangat mencuri perhatian. Warnanya oranye kemerahan, berupa serat-serat bunga.
Bagi yang belum pernah menyentuh, mencium apalagi melihat Saffron, bakal mengira rempah tersebut adalah Saffrron.

(Serat bunga matahari/ Foto: Mutia/ Dream)
Fareeda, tur guide kami, langsung mengatakan kalau itu bukan Saffron. Saffron tak akan pernah diumbar begitu saja di depan toko dalam keadaan terbuka.
" Rempah ini akan disimpan layaknya emas berharga oleh pemilik toko, ada di dalam dan baru akan diperlihatkan jika ada yang hendak membeli. Rempah yang ada di depan memang sangat mirip Saffron, itu adalah serat bunga matahari," ungkap perempuan asli India ini.
Ia tampak berbicara dengan pemilik toko rempah. Sang penjual langsung mengeluarkan rempah yang bikin penasaran. Saffron ditempatkan dalam toples transparan. Warnanya merah pekat, aromanya seperti obat.

(Saffron/ Foto: Dream/ Mutia)
Fareeda pun memberikan tips jika ingin mengetes apakah Saffron yang kita beli asli atau tidak. Cukup taburkan sedikit saja Saffron ke dalam air. Jika warnanya kemerahan, maka Saffron tersebut adalah palsu dan bisa jadi hanya serat bunga matahari yang diberi warna.
" Jika dituang sedikit saja ke dalam air hangat-hangat kuku, airnya menguning, itu pertanda Saffron asli. Meski berwarna merah, tapi Saffron memberikan warna kuning yang pekat dan menggoda dalam masakan. Aromanya pun akan menguat," ungkapnya.
Biasanya, untuk lebih hemat, Saffron direndam dulu dalam cairan, seperti kuah kaldu, air hangat atau susu. Cairan tersebut baru digunakan untuk mengolah masakan. Masakan yang kerap menggunakan Saffron biasanya berwarna kuning.

Seperti ayam rempah, nasi biryani, machbous, atau seafood paella. Untuk di Indonesia, Saffron ini fungsinya mirip dengan kunyit.
Misi pun selesai. Terjawab sudah rasa penasaran dengan si rempah emas.