Awas Kalap, Tersaji 40 Jenis Masakan Bukittinggi Kaya Rempah

Reporter :
Jumat, 1 Maret 2019 13:00
Awas Kalap, Tersaji 40 Jenis Masakan Bukittinggi Kaya Rempah
Bebek cabai hijau, gulai usus, bebek rendang dan dendeng batokok serta banyak menu lainnya siap dilahap.

Dream - Masakan dari Sumatera Barat tampak selalu memiliki tempat di lidah banyak orang. Kenikmatan rasanya tak perlu diragukan lagi. Terutama masakan dari daerah Bukittinggi yang terkenal dengan nasi kapaunya.

Bagi warga Jakarta, bisa mencicipi menu nasi kapau di Jalan Kramat Raya, kawasan Senen, Jakarta Pusat. Salah satu kedai yang sangat terkenal adalah kedai Uni Upik. Kedai ini menyajikan 40 jenis masakan khas Bukittinggi yang kerap bikin kalap.

Daging rendangnya, misalnya, disebut empuk dan lezat. Tetapi, menu lain seperti gulai kepala ikan, telur dadar, gulai usus, tunjang, jengkol, udang balado, dan ayam bakar tak kalah menggoyang lidah.

Ada juga menu bebek cabai hijau, sup iga sapi, bebek rendang dan dendeng batokok. Menu daging bebek memang sangat jarang ditemui di warung maupun restoran nasi Padang.

Di warung nasi ini, daging bebek ada yang disajikan dengan cabai hijau dan ada juga yang dimasak dengan bumbu rendang. Sementara, dendeng batokok dibuat dari irisan tipis dan lebar daging sapi yang diiris tipis melebar.

Sesuai namanya daging dendeng dibuat dengan cara diipukul-pukul menggunakan batu cobek supaya dagingnya lembut. Setelah matang, dendeng diberi cabai hijau atau cabai merah yang diiris kasar.

1 dari 2 halaman

Gulai Rebung Wajib Ada

Satu lagi yang jadi ciri khas nasi kapau, satu porsi nasi biasanya berisi sayuran gulai kol dan rebung, kacang panjang, bumbu rendang, dan sambal hijau atau merah.

" Gulai rebung ini memang jadi ciri khas nasi kapau yang tidak ada atau jarang dijumpai di tempat masakan Padang lainnya. Kita di sini juga tak pakai bahan pengawet dan MSG," tutur Delon, putra Uni Upik, saat dijumpai Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

 Lauk Uni Upik

Delon bersama kakaknya memang jadi penerus orangtua mereka yang mendirikan warung nasi kapau. Lauk di warung nasi kapau termasuk di Uni Upik, hampir semua merupakan resep turun-temurun khas daerah Bukittinggi.

" Semua di tempat penjual nasi kapau lauknya hampir sama semua, soal rasanya tergantung bagaimana dan siapa yang meraciknya," terang Delon.

Uni Upik sendiri mewariskan resep masakannya hanya pada anak-anaknya dan anak buah kepercayaannya. Menjaga kualitas rasa jadi hal yang utama baginya. Kalau sedikit saja berubah, biasanya pelanggan akan kecewa dan beralih pada warung nasi lainnya.

" Menu makanan dari dulu sampai sekarang enggak ada perubahan. Paling cuma ada satu, kita pernah coba menyediakan soto daging, tapi ternyata kurang peminatnya jadi kita enggak bikin lagi," jelas Delon.

2 dari 2 halaman

Berjualan Sejak 1985

Dulu, Uni Upik dan suaminya berjualan di kawasan Senen sejak 1985 di lokasi yang sama dengan saat ini. Bedanya, saat ini sudah menjadi kawasan terpadu binaan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan sponsor sejak beberapa tahun lalu.

Uni Upik sendiri masih tetap menunggui warungnya meski sudah mempunyai beberapa anak buah. Biasanya saat sudah larut malam, ia dan suaminya pulang, dan anaknya yang gantian menjadi kasir. Warung nasi ini buka tiap hari dari pukul 11.30 WIB atau saat makan siang sampai dengan pukul 4 pagi.

Pengunjungnya beragam, mulai dari yang naik mobil, motor, karyawan, pelajar, mahasiswa, sampai masyarakat sekitar. Harga makanannya beragam mulai dari Rp15 ribu, tergantung dari menu atau lauk yang kita pilih.

Kalau berkunjung ke warung nasi kapau Uni Upik, siap-siap bingung memilh lauk karena semua rasa makanannya, lamak bana (enak sekali).

Laporan: Henry Hens/ Liputan6.com

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie