Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Restoran Shaburai
Dream - Restoran bergaya Jepang tengah digemari sebagian besar masyarakat Indonesia. Tak hanya menyediakan menu menarik khas Negeri Sakura, cara penyajiannya pun cukup unik dan beragam.
Salah satunya yaitu, restoran yang mengusung konsep 'all you can eat' seperti Shaburai. Dengan harga terjangkau, pelanggan berhak mengambil semua makanan atau minuman yang telah disediakan di buffet counter.
" Konsep kita customer happy, jadi boleh makan sepuasnya," ungkap Anthony selaku operator manager Shaburi saat pembukaan gerai ke delapan di Senayan City, Jakarta, kemarin.
Meskipun membolehkan seluruh pengunjung makan hingga berkali-kali, tapi manajemen restoran membatasi waktu kunjungan.
Untuk makan siang dibatasi sampai pukul lima sore untuk menyantap semua hidangan selama 70 menit. Sedangkan waktu makan malam menjadi lebih panjang dengan rentang waktu 90 menit.
Berbeda dengan restoran lain, di tempat ini makanan disajikan dengan menggunakan satu pot untuk satu pelanggan. Sehingga pelanggan dapat menentukan sendiri rasa sup yang akan disantapnya.
" Kalau di tempat lain satu meja satu pot besar, kalau di sini satu orang satu kompor portabel jadi bisa menentukan selera mereka yang mana dan nggak saling ngalah," kata dia menambahkan.
Lebih jauh Sahashi San, sebagai Chef Shaburi menambahkan bahwa bumbu-bumbu diracik dengan bumbu yang sedikit berbeda dengan Shabu-Shabu asli Jepang. Pasalnya, mereka ingin menyesuaikan cita rasa yang bisa diterima dengan lidah orang Indonesia.
Tapi lelaki asal Jepang ini tetap menjamin kelezatan Shabu-Shabu yang ia racik tidak kalah lezat. Selain menyajikan dua saus yang sudah biasa, ponzu asin dan sweet sauce, restoran ini juga menyediakan saus berbeda berupa tokusei coma tare yang terbuat dari bumbu kacang.
" Beberapa bahan kita masih impor karena tidak ada di Indonesia. Tapi untuk daging kita pakai dari Australia dan New Zealand," imbuh Sahashi San.
Untuk harga dibanderol dengan harga mulai dari Rp80 ribu hingga Rp288 ribu. Selain itu, bagi keluarga yang ingin membawa anak di bawah usia empat tahun atau memiliki tinggi kurang dari 140 cm dapat ikut menikmati makan secara gratis tanpa dipungut biaya tambahan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya