Ditemukan Mentega 2.000 Tahun, di Luar Dugaan Saat Dicoba

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 17 Juni 2016 05:02
Ditemukan Mentega 2.000 Tahun, di Luar Dugaan Saat Dicoba
Ditemukan di rawa ini tidak dapat diakses. Karena itu menjadi tempat misterius

Dream - Bongkahan mentega seberat hampir 10 kg yang digali dari sebuah rawa di Irlandia oleh pemotong rumput Jack Conway minggu lalu, diperkirakan berusia 2.000 tahun.

Conway, dari Maghera di Cavan County, sedang bertugas di Rawa Emlagh di Meath County ketika menemukan bongkahan mentega kuno itu. Dia kemudian menghubungi Cavan County Museum untuk melaporkan temuannya. Mentega itu sekarang berada di Museum Nasional Irlandia untuk pengawetan.

Di situs resminya, Cavan County Museum mengatakan rawa itu memiliki sifat-sifat alami yang berfungsi seperti pengawet yang sangat baik, sehingga mentega itu tidak rusak sama sekali.

Pada awal abad pertengahan, mentega Irlandia adalah makanan mewah yang sering digunakan sebagai sarana untuk membayar pajak dan sewa.

" Mentega itu kadang-kadang digunakan sebagai persembahan kepada roh-roh dan dewa -bila digunakan sebagai persembahan, mentega akan dikubur dan tidak pernah digali lagi," kata pihak Cavan County Museum.

Andy Halpin dari Divisi Barang Antik Museum Nasional Irlandia mengatakan kepada Irish Times, mentega itu ditemukan di daerah Drakerath, yang pada masa lalu menjadi perbatasan 11 kota dan tiga kerajaan.

" Kala itu, rawa ini tidak dapat diakses karena itu menjadi tempat misterius," katanya. " Daerah itu terletak di persimpangan tiga kerajaan yang terpisah, dan secara politik wilayah itu tak bertuan."

Meskipun biasanya mentega dimasukkan ke dalam peti atau kotak kayu sebelum dikubur di rawa, bongkahan yang ditemukan oleh Conway tergeletak begitu saja -dan masih bau seperti mentega.

" Tangan saya masih berbau mentega setelah menyentuh dan memegangnya," kata Savina Donohoe, kurator dari Cavan County Museum.

" Secara teoritis mentega ini masih bisa dimakan. Tapi kami tidak akan menganjurkan itu," tambah Halpin.

(Ism, Sumber: telegraph.co.uk)

Beri Komentar