Cilok Awang Kitchen New York/ Instagram @awangkitchengnyc
Dream - New York, Amerika Serikat, merupakan kota yang terkenal sebagai kota pendatang dari berbagai negara. Cukup banyak warga Indonesia yang tinggal di New York, khususnya wilayah Queen.
Ada salah satu tempat makan di Queen yang cukup terkenal di kalangan warga Indonesia dan Asia, yaitu Awang Kitchen. Sang pemilik, Koh Awang, mendirikan tempat makan ini sekitar 2 tahun lalu.
Menu-menu khas Indonesia dijualnya. Mulai dari ayam bakar, ikan bakar, bakso, rendang, sayur lodeh dan tak ketinggalan juga menu camilan. Cilok, cireng, tape bakar dan mendoan disediakan di sini.

Jika Sahabat Dream kebetulan melakukan perjalanan ke Queen, New York, lalu kangen cireng dan cilok, datang saja ke tempat makan ini. Dikutip dari akun Instagram @awangkitchennyc tersedia juga menu Rijstaffel.

Rijsttafel adalah jamuan ala Hindia-Belanda berupa penyajian dari berbagai hidangan Nusantara yang disajikan dalam porsi kecil. Menu dalam jamuan Rijstaffel cukup banyak.
Antara lain ketoprak, sate kerang, springroll, gado-gado Jakarta, soto ayam, ayam goreng kremes, rendang, es teler dan pisang goreng. Sangat lengkap bukan?
Dream - Mi ayam termasuk makanan yang disukai banyak orang. Rasanya nikmat, bikin kenyang, mudah ditemui di mana pun dan bisa didapatkan dengan harga terjangkau. Di Indonesia, harga mi ayam mulai dari Rp10.000 saja.
Jika Sahabat Dream tinggal di New York, Amerika Serikat tentu tak semudah itu bisa mendapatkan semangkuk mi ayam. Jika ada harganya pun pasti agak mahal. Wahyu Ichwandardi, ilustrator asal Indonesia yang bekerja di New York menceritakan pengalamannya mencari mi ayam di New York.
Melalui akun Twitter @pinotski, ia bercerita kalau baru saja membeli mi ayam keriting. Harganya ternyata cukup terjangkau untuk ukuran New York yaitu US $2,2 atau sekitar Rp30ribu.

" Terberkatilah penyedia mie keriting Indonesia di AS ini. Rasanya sungguh otentik, ngobatin kangen makan mie keriting di Pertok (Fitria) Pondok Indah. Harga juga affordable (setara dng Rp 30 ribuan)," tulisnya.
Mi ayam tersebut bukan dijual dalam keadaan setengah matang. Dikemas per bungkus untuk dihangatkan. Menurut Wahyu rasanya otentik dan bisa mengobati rindunya pada mi ayam di Indonesia.

Bakmi keriting itu dari kemasannya terlihat bermerek Aloi, yang kedainya banyak tersebar di Jakarta Barat dan Utara. Siapa sangka bakmi ini ternyata sudah 'go international'.
Dream - Indonesia dan Singapura memiliki kedekatan geografis dan psikologis. Banyak sekali warganegara Indonesia yang bersekolah, bekerja dan akhirnya menetap di Singapura.
Tak heran kalau sejak dulu bermunculan restoran dan tempat makan Indonesia di negeri Singa ini. Salah satunya adalah The Rice Table yang telah beroperasi selama 24 tahun. Sayangnya, di tengan pandemi Covid-19 saat ini, restoran tersebut harus tutup.

The Rice Table, termasuk restoran Indonesia legendaris di Singapura. Memiliki konsep restoran autentik rijsttafel ala Belanda. Penyajiannya hampir mirip dengan rumah makan khas Padang, di mana semua menunya ditaruh langsung di atas meja pelanggan. Para pengunjung bebas memilih makanan serta menyesuaikan dengan porsi dan selera mereka.
Mereka mengumumkan keputusan menutup restoran itu melalui akun Facebook resminya pada 19 Mei 2021. Alasan utamanya, karena kontrak sewa gedung sudah berakhir. Mereka juga berencana tak melanjutkan bisnisnya lagi.
" Kami berterima kasih pada semua pegawai maupun tim The Rice Table dan kepada para pelanggan setia, yang membuat kami mampu bertahan selama 24 tahun. Kami akan terus menyimpan semua kenangan ini," bunyi pengumuman yang diunggah akun The Ricetable Indonesian Restaurant.
Pengumuman tersebut tentunya jadi kabar menyedihkan bagi para pelanggan setia mereka, terutama bagi pencinta makanan Indonesia di Singapura.
" Terima kasih sudah menyajikan makanan yang enak. Ini masih menjadi kabar yang sedih, terutama bagi para perantau. Semoga kalian semua dapat yang terbaik di masa depan nantinya," tulis salah satu pelanggan mereka.
Laporan Henry/ Sumber: Liputan6.com