Kebiasaan Iqbaal Ramadhan yang Membantunya Raih Double Degree

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 9 Juli 2019 16:48
Kebiasaan Iqbaal Ramadhan yang Membantunya Raih Double Degree
Apakah kebiasaan itu?

Dream - Berkesempatan kuliah di luar negeri merupakan kesempatan emas bagi setiap orang. Namun, tidak semua orang bisa memanfaatkannya dengan baik.

Beruntung bagi mantan personel Coboy Junior, Iqbaal Ramadhan yang berhasil menyelesaikan 6 bulan pertama kuliah di Melbourne, Autralia.

Tidak hanya menjalaninya dengan lancar, Iqbaal juga berhasil mendapat credit point yang cukup untuk mengambil double degree. Pria 19 tahun ini mengakui pencapaiannya itu salah satunya diraih karena kebiasaannya minum kopi yang membuatnya matanya selalu melek.

" Kuliahnya lancar. Terima kasih pada kopi yang sudah menemani hari-hari saya. Jadi, saya punya credit point yang cukup untuk mengambil double degree," kata pemeran utama film Bumi Manusia ini di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa 9 Juli 2019.

 Iqbaal Ramadhan

Penyanyi yang kuliah di jurusan Media Komunikasi ini mengaku meminum segelas kopi hangat di pagi maupun siang hari.

" Bangun tidur itu ngopi. Lebih baik nggak breakfast daripada nggak minum kopi hangat, biar melek. Atau siang jam 1, setelah makan siang," katanya.

Pemeran Dilan ini mulai menyukai kopi sejak tinggal di Amerika. Sampai berkuliah di Australia, ia mulai tertarik untuk mengetahui lebih jauh soal kopi dan menjadi barista seperti beberapa temannya.

" Sejak ke US di tahun 2016, aku mulai suka kopi latte. Latte itu nggak pernah salah. Apalagi, di Melbourne budaya kopinya kental banget. Aku jadi tertarik cari tahu cara bikin kopi yang otentik," ujar Iqbaal.

 Iqbaal Ramadhan

Kecintaannya pada kopi tidak hanya dialami di luar negeri. Di rumah pun Iqbaal memiliki alat french press untuk membuat kopi sendiri. Bahkan jika mendapat kesempatan, Iqbaal ingin membuka coffee shop pribadi.

" Nggak menutup kemungkinan sih untuk buka coffee shop. Pastinya, yang nggak ada wifi supaya nggak pada main handphone," tutupnya sambil tertawa.

1 dari 5 halaman

Iqbaal Ramadhan Mengaku Tak Jago Gombal

Dream - Selama berperan sebagai Dilan, Iqbaal Ramadhan kerap melontarkan 'gombalan maut' kepada Vanesha Prescilla yang memerankan karakter Milea. Akting keduanya sukses bikin penonton terbawa perasaan alias baper.

Namun tak disangka, aktor berusa 19 tahun itu sebenarnya tidak pandai menggoda. " Iqbaal tidak gombal, tapi Dilan pintar sekali memainkan kata-kata," kata Iqbaal dalam acara gala premiere Dilan 1991, di Cihampelas Walk Mall, Bandung, Minggu kemarin.

Mantan personel Coboy Junior itu mengaku harus membuang kepribadiannya sebagai Iqbaal demi berperan sebagai Dilan.

  Pemain Dilan 1991

" Dilan yang berbicara. Jadi enggak canggung, enggak cringe ketika melakukan itu (gombal) ke Milea karena itu Dilan yang ngomong," ujarnya.

Tak hanya belajar menggombal, Iqbaal mengaku harus berani naik motor. Ia berlatih agar mampu terlihat gagah ketika membawa motor CB100 yang ikonik.

Padahal, ada pengalaman tak menyenangkan yang dialaminya beberapa tahun silam.

 

 

2 dari 5 halaman

Saat Karier Meroket, Iqbaal Ramadhan Malah Tinggalkan Indonesia

Dream - Iqbaal Ramadhan tengah bersiap meninggalkan Indonesia. Mulai bulan depan, pemeran Dilan itu akan melanjutkan pendidikannya di Monash University, Melbourne, Australia.

Meski tengah sibuk melakukan promo film Dilan 1991, Iqbaal tetap mempersiapkan rencananya ke negeri Kanguru itu dengan matang.

" Persiapkan mental, persiapkan diri supaya serius dan fokus belajar aja dan lulus tepat pada waktunya," kata Iqbaal sdi kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 9 Februari 2019.

Iqbaal memilih Monash University di Melbourne karena perguruan tinggi itu memiliki salah satu jurusan media komunikasi yang bagus. Jurusan itulah yang diambilnya.

" Gue selalu ingin ke Australi sih, gue selalu cinta sama Melbourne sih terus dia punya program Komunikasi yang bagus sih," ujar mantan personel CJR tersebut.

Dia mengaku tak masalah harus menempuh pendidikan di luar negeri di tengah karier akting yang melambung. Menurut dia, pendidikan adalah prioritas hidupnya.

" Pendidikan selalu jadi nomor satu buat gue dan selagi kerjaan masih bisa di-handle, kenapa enggak," tutur Iqbaal. 

3 dari 5 halaman

Dukung RUU Musik, Iqbaal Ramadhan: Ingin KTP Ditulis Musisi

Dream - Iqbaal Ramadhan menyayangkan terjadinya kontroversi dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Permusikan. Menurut dia, RUU ini bertujuan baik, untuk memperbaiki taraf hidup para musisi di Indonesia.

" Tapi malah banyak yang menganggap bahwa RUU Musisi ini salah, padahal ini baru rancangan dan masih bisa dibicarakan," kata Iqbaal di Jakarta, Sabtu 9 Februari 2019.

Menurut mantan personel boyband CJR ini, di dalam RUU Permusikan juga terdapat pasal-pasal yang menguntungkan para Musisi. Misalnya, kata dia, hak-hak kru yang selama ini diabaikan. " Dan hak cipta sebagai musisi," tambah pemeran Dilan tersebut.

Memang, tambah dia, penolakan terhadap RUU Permusikan itu dipicu penilaian tentang potensi hilangnya kebebasan para musisi, seperti hilangnya kebebasan berpendapat. Namun Iqbaal percaya bahwa RUU ini masih bisa dibicarakan secara baik-baik

" Saya percaya RUU Permusikan dirancang untuk sesuatu yang baik untuk seluruh musisi, karena saya juga berkarya sebagai musisi," kata dia.

Iqbaal ingin para musisi di Tanah Air punya pengakuan dalam ketatanegaraan Indonesia. " Saya mau di KTP nanti ditulisnya bukan hanya pekerja seniman, saya mau KTP saya ditulis musisi, aktor, karena ruang lingkup seniman itu cukup luas," kata dia.

Laporan: Tri Yuniwati Lestari 

4 dari 5 halaman

Dalami Peran Minke Bumi Manusia, Iqbaal Ramadhan Belajar Ngemper

Dream - Iqbaal Ramadhan dipercaya memerankan karakter Minke dalam film Bumi Manusia garapan Hanung Bramantyo. Artis muda ini mengaku tidak mudah memainkan karakter ini. 

Iqbaal sempat menemui beberapa kesulitan. Salah satunya referensi mengenai karakter yang dibawakannya. 

" Yang paling susah karena tidak ada yang bisa diajak ngobrol untuk peran saya. Karena kan Pak Pram (Pramoedya Ananta Toer, penulis Bumi Manusia) sudah tidak ada," kata Iqbaal saat di Epicentrum, Jakarta, Rabu 19 Juni 2019.

Untuk dapat meresapi tokoh Minke, Iqbaal sampai membaca sejumlah buku yang digemari Pram

Maka dari itu yang bisa ia lakukan adalah membaca buku-buku yang disukai Pram dan menonton video. Yang dia butuhkan adalah cara Minke dalam berpikir.

 

  Iqbaal

" Mas Hanung bilang saya seorang Minke, satu sisi saya independen. Jadi aku ngerti Mas Hanung bukan bikin saya jadi Minke tapi mengerti cara berpikir Minke," kata Iqbaal.

Selain itu, Iqbaal juga belajar mengurus diri sendiri demi mendalami karakter Minke. Dia pun belajar membersihkan rumah sampai makan di lantai.

" Saya disuruh makan di lantai, saya disuruh ngepel, karena saya sadar saya lahir semua enak. Makanya saya mencoba hal itu," katanya.

Film Bumi Manusia dimainkan oleh Iqbaal Ramadan, Mawar De Jongh, Bryan Domani, Ayu Laksmi, Giorgino Abraham, Sha Ine Febriyanti. Film ini akan tayang 15 Agustus 2019.

5 dari 5 halaman

Hanung Bramantyo Nangis di Depan Pemain Bumi Manusia, Kenapa?

Dream Hanung Bramantyo tidak bisa membendung perasaannya saat menceritakan proses penggarapan film Bumi Manusia. Film ini diambil dari novel terkenal dengan judul yang sama karangan Pramoedya Ananta Toer.

Hanung sampai menangis di hadapan para pemain seperti Iqbaal Ramadan, MawarDe Jongh. Dia merasa terharu bisa menuangkan karya sastra tersohor itu ke layar sinema.

" Di umur 17 tahun saya baca novel ini diam-diam karena takut ditangkap Polisi. Sekarang saya bersyukur kalian menyambut baik ini dan saya terima kasih kepada Iqbaal dan Mawar," kata Hanung di Epicentrum, Jakarta, Rabu 19 Juni 2019.

Bagi Hanung, menggarap Bumi Manusia merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Dia masih tidang menyangka mendapat kepercayaan untuk membuat film tersebut. 

  Bumi Manusia

" Ini kebahagiaan Pak Pram, saya hanya orang beruntung yang bisa diberikan tanggung jawab," ucap Hanung.

Tak hanya itu, Hanung juga terharu mengingat perjuangan Pram dalam menulis Bumi Manusia. Meski dalam penahanan di Pulau Buru dan menjalani hidup dengan segala keterbatasan, Pram tetap bisa menghasilkan karya terbaik.

" Saya bayangin Pak Pram di sini, karena saat menuliis buku ini berada di penjara dan dia meneteskan air mata dan juga keringat," ujarnya.

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham