Lobster/ Foto: Shutterstock
Dream - Lobster merupakan varian seafood termahal. Biasanya disajikan sebagai menu mewah di restoran-restoran kelas atas. Sebelumnya, lobster bukanlah makanan mewah.
Sekitar 200 tahun lalu, banyak lobster terdampar di beberapa pantai Amerika sehingga dianggap sebagai makanan orang miskin. Lalu mengapa kemudian lobster jadi menu mewah?
Para nelayan dengan cepat memenuhi permintaan mengurangi populasi lobster secara drastis. Saat populasinya stabil, lobster tidak dapat dipanen dengan kecepatan seperti dulu. Selain itu ada banyak faktor yang membuat harga lobster jadi sangat mahal. Apa saja?
Lobster Harus Dimakan Saat Segar
Semakin lama lobster, semakin tidak enak tekstur dagingnya. Setelah itu, bakteri membuatnya tidak bisa dimakan. Setelah lobster mati, bakteri yang secara alami hidup di dalamnya mengambil alih dalam beberapa jam. Bakteri ini akan tetap ada bahkan setelah dimasak, dan bisa jadi bahaya bagi yang mengonsumsinya.
Untuk mengatasinya, perusahaan penyedia lobster sering kali memelihara lobster di dalam tangki yang dipajang di restoran agar segera dimasak langsung ketika hewan mati. Bahkan, beberapa koki memilih untuk memasak lobster hidup-hidup, untuk meminimalkan kemungkinan hidangan tersebut memicu masalah pencernaan berbahaya.
Karena lobster harus dimakan sesegar mungkin, ongkos untuk segera mengirimnya sangat mahal. Agar lobster tetap hidup di restoran, maka harus hidup dalam perjalanan. Lobster harus dibawa dengan tangki khusus. Tingkat kelembapan, oksigen, dan suhu dikontrol dengan ketat agar lobster tetap hidup.

Lobster Mati saat Transit
Sebisa mungkin selama perjalanan lobster tetap hidup, tapi kadang tak bisa dikendalikan. Terutama jika jarak pengiriman cukup jauh dan harus transit beberapa kali. Hal ini meningkatkan risiko lobster mati di perjalanan. Kerugian pun akan sangat dirasakan jika sudah keluar biaya pengiriman banyak tapi lobster yang sampai jumlahnya tak sesuai dengan yang diharapkan. Harga pun kadang dinaikkan untuk menutupi cost transportasi.
Harga lobster yang terbilang mahal disebabkan oleh apa yang diharapkan konsumen. Studi pada 1996 terhadap pemilik restoran dan pedagang grosir menyimpulkan bahwa “ menetapkan harga terlalu rendah sama berbahayanya dengan menetapkannya terlalu tinggi, karena harga rendah bisa menimbulkan kecurigaan" .

Harga yang tinggi dianggap menunjukkan kualitas dan kemewahan lobster. Jika diturunkan, bisa jadi bumerang dan memicu anggapan lobster yang disajikan memiliki kualitas rendah.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: TheMostExpensive
Dream - Udang selalu jadi menu favorit dalam sajian seafood, terutama jika ukurannya besar dan dagingnya tebal. Rasanya perpaduan gurih dan manis, apalagi jika diolah dengan bumbu yang khas.
Untuk mengolah udang agar jadi hidangan lezat, penting untuk membersihkannya dengan tepat. Bila tidak, hasil masakan akan beraroma kurang sedap dan rasanya jadi tak maksimal.
Sebelum diolah, udang harus dibersihkan dengan baik untuk menghilangkan kotoran dan bau amis sehingga makin sedap disantap. Amati juga ciri-ciri udang yang sudah tidak segar, yakni berbau amis menyengat, berlendir dan tubuh yang rapuh.

Bila sudah demikian, sebaiknya jangan diolah karena bisa membahayakan kesehatan. Untuk membersihkan udang dengan tepat, coba terapkan langkah-langkah berikut.
Bersihkan Cangkang Udang
Lepaskan bagian cangkang. Caranya yakni gunakan kekuatan untuk menarik cangkang yang berada di sepanjang lekukan bagian dalam udang. Robek dengan menggunakan ibu jadi di bawahnya dan lepaskan cangkang seolah sedang melepas mantel pada udang. Juga bisa dilakukan dengan menggunakan gunting kecil. Caranya, masukkan salah satu ujung bila gunting di bawah cangkang pada bagian atas lekukan, trus potong memanjang ke arah ekor.
Bersihkan juga bagian kepala udang. Di sebelah kepala terdapat kotoran udang berwarna kuning atau sedikit kehijauan yang mudah hilang ketika bagian kepala dicabut dari tempatnya. Mencabut bagian kepala udang cukup mudah, hanya saja harus berhati-hati karena beberapa bagiannya yang tajam bisa melukai kulit jari.

Hilangkan Kotorannya
Cara membersihkan udang selanjutnya yakni dengan menghilangkan kotoran yang ada di bagian punggung. Pada bagian punggung udang terdapat semacam pembuluh darah berwarna ungu atau hitam yang sebenarnya merupakan kotorannya. Pembuluh darah ini cukup aman untuk dikonsumsi hanya saja merupakan kotoran udang.
Untuk udang berukuran kecil, kotoran ini biasanya tak terlalu terlihat, jadi bisa diabaikan. Untuk udang berukuran besar, ada cara khusus membersihkannya. Buat dulu irisan yang tidak terlalu dalam di salah titik pada pembuluh. Tempatkan ujung pisau atau gunting di bawah pembuluh, lalu tarik perlahan ke atas.
Bagian ekor ini juga bisa disisakan pada beberapa sajian misalnya udang goreng atau dibuang untuk udang yang dimasak tumis atau sup. Untuk menghilangkannya cukup mudah, yaitu cukup balik udang hingga bagian bawah menghadap ke atas. Selanjutnya tarik ujung dekat kepalanya ke bawah.

Bila seluruh bagian yang ingin dihilangkan pada udang sudah terbuang, cuci dengan air mengalir. Lakukan dengan hati-hati karena daging udang sangat rapuh. Setelah dibersihkan, udang siap diproses dengan berbagai resep olahan udang.
Sumber: Diadona.id
Advertisement