Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Lindsay Contractor (thestar.com)
Dream - Makanan halal memang tak mudah didapatkan di negara bependuduk mayoritas non-Muslim. Itulah yang membuat prihatin seorang mualaf asal Kanada, Lindsay Contractor.
Perempuan yang masuk Islam pada 2011 ini terkejut saat mengetahui bahwa komunitas Muslim di Kanada, tidak bisa menikmati permen yang berasal dari gelatin.
“ Aku tidak bisa makan permen karet,” tutur Contractor, sebagaimana dikutip Dream dari thestar.com, Kamis 24 Maret 2016.
Memang, gelatin yang digunakan sebagai bahan permen banyak yang terbuat dari unsur babi. Dalam Islam, mengonsumsi babi haram hukumnya.
Tak hanya itu saja, halal atau haram sebuah produk tak hanya dilihat dari bahan saja. Melainkan pada proses pembuatannya. Jika bahan itu berasal dari hewan, maka harus diproses secara halal, mulai dari penyembelihan.
Dan itulah yang mendorong Contractor bereksperimen. Sebagai seorang mualaf, dia berusaha mengembangkan permen halal, baik bahan maupun proses pembuatannya. Contractor lantas melakukan eksperimen, membuat permen dengan gelatin halal.
Pada suatu saat, dia juga mengimpor permen karet halal dari Turki, untuk melihat respons pasar. Dan hasilnya mengejutkan, permen-permen itu ludes hanya dalam sehari.
“ Orang menjadi gila,” kata Contractor, yang menjalankan bisnis bersama suaminya, Imtiaz. “ Kami menjualnya dari rumah dan dalam sehari habis. Setelah itu, permen karet mengambil alih kehidupanku.”
Perusahaan Contractor, Blossom & Bean, sekarang menjual permen lebih dari 40 rasa, mulai cola hingga asam. Bentuknya juga bervariasi. Mereka juga menjual permen berbahan gelatin dari ikan.
Contractor pertama kali menjual produk ini secara online dan pada toko komunitas Muslim di wilayah Mississauga. Dia kemudian membuka toko di Markham. Toko itu dinamai ‘The Date Palm’.
Terobosan besar Contractor dibuat pada tahun 2014. Saat produk mereka dipasarkan oleh jaringan raksasa, FreshCo. “ Itu menempatkan kami pada level lebih tinggi.”
“ Masyarakat tidak ingin berjalan jauh berkeliling kota hanya untuk mendapat permen karet. Mereka ingin permen ada di mana-mana, dan itu tujuan kami,” tambah Contractor.
Bisnis Contractor tumbuh 200 persen pada 2015. Mereka kemudian mempkerjakan sejumlah pegawai. Dan saat ini, lebih dari 100 lokasi di sekujur Kanada telah memasarkan produk mereka, termasukdi wilayah Edmonton and Calgary.
“ Aku tidak pernah menyadari apa dampak permen halal pada kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata Contrakctor. “ Atau bahwa banyak Muslim benar-benar telah merasa permen adalah sesuatu yang mereka lewatkan saat tumbuh.”
Meski Blossom & Bean sudah punya nama, terutama pada komunitas Muslim di Kanada, mereka masih butuh waktu untuk meyakinkan bahwa permen yang dihasilkan benar-benar halal.
“ Masyarakat selalu bertanya kepadaku, apakah rasanya persis dengan permen lainya. Aku jawab, ya, bahkan mungkin lebih enak,” tutur Contractor. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
