Rela Antre Berjam-jam demi Seloyang Martabak Anak Presiden

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 11 Januari 2016 15:02
Rela Antre Berjam-jam demi Seloyang Martabak Anak Presiden
Memasak martabak ini sebenarnya tidak butuh waktu lama, sekitar 10 menit. Tetapi, jumlah pesanan yang banyak membuat waktu pelayanan terasa begitu lama.

Dream - Suasana warung martabak milik putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, yang diberi nama Markobar tidak begitu ramai di Minggu sore. Terlihat beberapa pengunjung tengah berjajar di depan loket kasir, hendak memesan martabak.

Warung martabak ini hanya menyajikan tiga varian martabak dengan ukuran sama. Ketiga varian tersebut hanya berbeda pada rasa, yaitu empat rasa, delapan rasa yang keduanya dijual dengan harga Rp80.000 dan 16 rasa seharga Rp150.000.

Tetapi, suasana yang tenang ternyata tidak sepadan dengan jumlah pesanan. Sekitar pukul 17.30 WIB, setengah jam setelah warung buka, jumlah pesanan ternyata sudah mencapai angka 65.

Seorang pembeli, Agung, sempat mengeluh lantaran dia mendapat nomor antrian yang cukup besar, 45. Padahal, dia mendapat nomor itu saat warung baru saja dibuka.

Meski begitu, Agung memilih untuk bersabar. Dia lalu memutuskan pergi dulu sejenak ketimbang harus dirundung rasa bosan menunggu pesanan.

" Saya pergi sudah satu setengah jam. Ini saja belum jadi pesanan saya," ujar Agung kepada Dream, Minggu, 10 Januari 2016 kemarin.

Kesabaran Agung membuahkan hasil. Setelah dua jam, seloyang martabak delapan rasa telah ada di tangannya.

Pengalaman menarik lain datang dari Edward. Pria ini baru tiba sekitar pukul 18.00 WIB dan kaget dengan angka urutan pesanan yang dia terima.

" Mas dapat nomor berapa? Saya dapat nomor 75. Lama banget ya?" ucap dia.

Sama seperti Agung, sebagian besar pembeli lain memilih melakukan hal serupa, pesan, bayar, lalu pergi sebentar. Setelah beberapa lama, pembeli kembali untuk mengambil pesanannya.

Ada juga pembeli lain yang rela menunggu pesanan. Mereka memilih masuk ke restoran yang berdekatan dengan warung martabak untuk berbincang dan memesan minuman demi mengusir kebosanan. Sebagian dari mereka ada memesan satu, dua, hingga tiga loyang martabak manis.

Sayangnya, hal serupa tidak dilakukan oleh wanita bernama Yulia. Begitu sampai, dia langsung bertanya berapa lama martabak selesai dimasak.

" Mas, berapa lama jadinya?" tanya dia kepada kasir.

Mendengar jawaban kasir, Yulia langsung kaget. " Ini masih menunggu 51 pesanan lagi? Ya sudah, tidak jadi pesan," kata Yulia dan langsung meninggalkan warung dengan muka bersungut. (Ism) 

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi