Galbi Jjim (Foto: Shutterstock)
Dream - Daging yang membalut tulang atau iga rasanya memang sangat gurih dan 'meleleh' di lidah. Terutama jika bumbunya pas yang merupakan perpaduan rasa manis dan gurih.
Sahabat Dream penyuka iga sapi? Sesekali cobalah olah iga dengan gaya masak Korea. Disemur dengan lada hitam dan kecap atau disebut Galbi Jjim. Rasanya sangat unik. Ingin membuat sendiri di rumah? Yuk tengok resepnya
Bahan:
- 1,5 kg iga sapi
- 2 buah wortel
- Air secukupnya
Bumbu Saus:
- 1 buah pir, kupas dan potong-potong
- 1 buah bawang bombay ukuran sedang
- 4 siung bawang putih, haluskan
- 6 sdm kecap asin
- 2 sdm gula palem (brown sugar)
- 2 sdm madu
- 2 sdm mirin cuka apel
- 1 sdt minyak wijen
- 1 sdt lada hitam, haluskan

- Rendam iga dalam air agar darahnya keluar, ganti air dengan air bersih jika sudah merah. Rendam hingga air bening atau tidak ada darah yang keluar
- Campurkan semua bahan bumbu dan blender halus
- Rebus iga kurang lebih 30 menit, buang airnya. Bilas bersih iga, potong dan buang lemaknya
- Rebus lagi iga hingga mendidih kurang lebih selama 10 menit dengan panci presto
- Masukkan bumbu saus yang telah diblender dan wortel. Aduk rata. Kunci tutup panci presto dan masak kurang lebih 20 menit. Matikan api
- Jika sudah hilang uap panasnya, buka tutup panci. Periksa level empuknya
- Pastikan menggunakan cukup banyak air (hingga iga terendam) agar tidak kehabisan air dan gosong
- Jika sudah empuk dan rasanya pas, angkat iga. Galbi Jjim khas Korea siap disantap
Laporan Febi Anindya Kirana/ Sumber: Fimela.com
Dream - Jelajah kuliner di Bandung, Jawa Barat, memang tak akan ada habisnya. Sahabat Dream bisa menemukan banyak sekali tempat makan enak, dengan harga yang sangat terjangkau.
Salah satu yang patut kamu coba adalah Iga Bakar Si Jangkung. Tempat makan ini sebenarnya sudah ada sejak 1996, tapi baru dibangun kedai permanen pada 2005.

Ada beberapa cabang di Bandung, antara lain di Pasteur Food market, Paskal Hyper Square dan Kebun Kawung dan Cipaganti.
Beberapa waktu lalu, Dream mendatangi gerai yang ada kawasan Cipaganti. Letaknya sangat strategis dan sederhana.
Tak ada plang besar. Jadi harus benar-benar memperhatikan jalan untuk menemukannya, apalagi banyak jalan satu arah di kota kembang ini.
Lokasinya berada sejajar dengan mesjid besar Cipaganti. Menu yang paling laris di sini tentunya iga bakar. Ada iga bakar kambing dan iga bakar sapi.
Iga bakar yang telah dibumbui kecap dan rempah dipanggang di atas piring tanah liat. Saat disajikan, asapnya mengepul dan bumbunya masih mendidih. Sang pelayan akan menyajikannya dalam piring tanah berlapis.
Iga kambing jadi menu yang paling laris. Daging yang mengelilingi tulang ini disajikan dengan irisan tomat dan cabai bulat. Level rasa pedasnya boleh dibilang standar.

Jika kamu penyuka makanan pedas, bisa meminta cabai tambahan. Bagaimana rasanya?
Aroma asap dan bakaran bumbu serta piring tanah liat jadi penggugah selera yang paling utama menu ini.
Gurihnya bumbu sangat meresap ke daging. Apalagi bumbu kecap yang sudah agak kering di dalam piring. Dimakan dengan nasi hangat dijamin bikin ingin nambah. Begitu pun rasa iga bakar sapinya.
Ada juga menu krengsengan kambing atau sapi. Sebenarnya menu ini, olahan dan bumbunya tak jauh berbeda dengan iga bakar.
Tapi krengsengan dilengkapi dengan kuah santan. Kuahnya pun sangat gurih. Warung makan ini baru buka siang hari sekitar pukul 12.00 WIB.
Pada hari Jumat, akan buka setelah selesai salat Jumat. Akhir pekan biasanya dalam 3 jam, sudah habis.
Lebih baik jika ke sana, kamu datang lebih awal agar tak kehabisan. Harganya mulai dari Rp35.000 hingga Rp40.000 satu porsi, belum termasuk nasi.
Jangan lupa juga menikmati jajanan, di kanan kiri warung makan ini. Seperti bakso Malang Cipaganti yang sangat ramai, mi ayam Cipaganti dan es cendol avokad yang biasanya mangkal di depan masjid.
Nah, jadi lapar kan? (ism)