Tumis Peda Ala Rossa (Foto: Instagram Rossa)
Dream - Masa karantina seperti sekarang, banyak hal yang bisa dilakukan di rumah. Bisa berkebun, melukis, bermain alat musik, hingga memasak. Seperti yang dilakukan oleh salah satu penyanyi cantik, Rossa, atau akrab disapa Teh Oca.
Ia memilih untuk memasak hidangan favorit keluarga selama di rumah saja. Perempuan kelahiran 9 Oktober 1978 tersebut, membagikan resep tumis ikan peda di akun Instagram pribadinya.
Berikut resep tumis ikan peda ala Rossa yang bisa Sahabat Dream bikin sendiri rumah. Sangat mudah cara membuatnya.
View this post on Instagram
Bahan:
- Ikan asin peda merah goreng (boleh setengah matang atau matang)
- Bawang merah, iris halus
- Bawang putih, iris halus
- Jahe, digeprek
- Cabe hijau dan cabe rawit, iris kasar
- Tomat, potong dadu
- Pete (opsional)
- Garam
- Penyedap rasa
- Gula
- Goreng ikan peda hingga setengah matang, jangan buang minyaknya
- Gunakan minyak bekas menggoreng ikan untuk menumis bawang merah, bawang putih dan jahe

(Foto: Instagram Rossa)
- Setelah layu, masukan cabe hijau, cabe rawit dan tomat, lalu diaduk
- Tambahkan garam, penyedap rasa dan gula sesuai selera ke dalam tumisan
- Tumis kembali sampai matang dan harum
- Tambahkan air jika ingin berkuah (opsional)
- Tambahkan pete (opsional)
- Masukan ikan peda, lalu masak sebentar hingga bumbu merata dan meresap ke dalam ikan
" Met makan siang, bye diet. Urang sunda yuuuk tuang heula," kata Rossa di Instagramnya.
Laporan Raissa Anjanique
Dream - Selama di rumah dalam masa social distancing (menjaga jarak sosial) banyak hal yang bisa Sahabat Dream. Salah satunya beraksi di dapur. Mungkin kamu kangen dengan hidangan ikan bakar favorit di restoran langganan.

Demi kesehatan, kurangi dulu bepergian, apalagi ke tempat yang banyak orang. Untuk mengobati kerinduan akan ikan bakar, bikin saja sendiri di rumah. Menu yang cukup mudah diolah adalah ikan bawal. Bahannya sangat sederhana
Ikan satu ini sangat gurih, apalagi saat dilumuri rempah dan kecap lalu dibakar. Seperti apa cara membuatnya? Simak resepnya.
Bahan:
- 4 ekor ikan bawal
- 1 buah jeruk nipis
Bumbu oles:
- 4 sdm kecap manis
- 1 sdm margarin
- garam secukupnya
- 2 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 1 ruas kunyit
- 2 butir kemiri

Cara membuat:
- Bersihkan ikan bawal dan lumuri dengan jeruk nipis. Biarkan kurang lebih 15 menit, bilas bersih
- Tumis bumbu halus hingga matang, matikan api. Tuang ke dalam wadah dan campurkan dengan kecap manis
- Oleskan bumbu pada ikan secara merata. Panggang ikan hingga matang sambil sesekali dibalik dan dioles lagi dengan bumbu
- Sajikan ikan bawal bakar dengan sayur dan sambal favorit
Laporan Feby Anindya/ Sumber: Fimela
Dream - Nangka muda dengan warna cokelat kehitaman disajikan di kuali tanah liat. Begitu legit saat digigit. Disajikan dengan suwiran ayam, telur pindang dan kerecek. Membayangkan sajian gudeg memang bisa langsung memantik selera makan.

Menu gudeg kini bisa dengan mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia, meskipun yang otentik berada di Yogyakarta. Sahabat Dream pernah berpikir mengapa menu tersebut dinamakan gudeg?
Jawabannya harus menelusuri sejarah Mataram. Konon, makanan yang menjadi ikon Kota Yogyakarta ini sudah ditemukan pada masa Kesultanan Mataram Islam pertama. Jauh lebih dulu sebelum nama kota Yogyakarta digaungkan.
Saat Kesultanan Mataram Islam hendak didirikan, Panembahan Senopati harus 'babat alas' Alas Mentaok atau membuka hutan belantara untuk memperluas wilayah. Panembahan Senopati memerintah prajurit Mataram dan semua kaum pekerja untuk 'babat alas' yang kelak bernama Yogyakarta ini.
Ternyata, di Alas Mentaok tersebut terdapat banyak pohon nangka dan kelapa. Pada saat itu, nangka yang sudah matang langsung dimakan dan kelapa muda juga dijadikan minuman. Nangka muda dan kepala tua tentunya sayang dibiarkan begitu saja.

Akhirnya nangka muda dan santan yang dihasilkan dari kelapa dimasak dan dijadikan santapan bersama. Banyaknya prajurit dan pekerja pada saat itu, mengharuskan memasak dalam jumlah yang banyak.
Dimasaklah nangka muda dengan santan dari kelapa ditambah gula aren, berbagai macam bumbu, serta rempah-rempah, di dalam kuali besar.
Baca kelanjutan kisah gudeg di Diadona.id