Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Tiap Saus Sambal

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Jumat, 30 Agustus 2019 12:36
Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Tiap Saus Sambal
Sepintas mungkin terlihat sama, padahal rasanya bisa berbeda.

Dream - Banyak orang Indonesia merasa belum lengkap makan tanpa sambal. Rasa pedas dapat membuat masakan terasa lebih lezat.

Jika sambal uleg tidak ada, saus sambal pun menjadi alternatif. Saus sambal mungkin terlihat sama secara sepintas. Padahal setiap saus memiliki cita rasa yang berbeda loh.

" Cobain saja saus sambal satu-persatu dari berbagai merek, pasti rasa pedasnya beda. Ada yang cukanya banyak, ada yang aromatik, lebih manis dan ada pula yang asam seperti tabasco," kata chef Yuda Bustara di Jakarta, Kamis 29 Agustus 2019.

Saus sambal dibuat dari proses fermentasi cabai, gula, garam, bawang putih dan bahan rempah lainnya. 

 yuda bustara

Semakin banyak cabai, biasanya saus sambal terlihat semakin kental dan lebih terasa pedas. Ini mengapa saus sambal kental lebih lezat dibandingkan saus yang bertekstur encer.

1 dari 5 halaman

Perhatikan Kompisisi

Hindari saus sambal yang tidak jelas asal-usulnya. Saus tidak higienis dapat memicu berbagai penyakit dari kandungan bahan baku kotor.

" Pilih yang mereknya jelas, gak ada yang tahu mereka pakai bahan apa. Bisa saja dia pakai kol busuk tapi kita tidak terasa karena saus sambal kan sudah melewati proses fermentasi," tegasnya.

Cita rasa saus sambal Indonesia juga sangat digemari masyarakat luar negeri. " Sambal kita laku banget di luar negeri, karena mereka lebih ke tabasco yang asam dari fermentasi cuka," imbuhnya.

 Belibis

Sambal Dua Belibis meluncurkan kampanye 'Pedes Yang Bener' dalam rangka memperluas cira rasa sambal Nusantara.

Menggunakan 47 persen cabai dan bawang putih membuat saus ini mengambil hati masyarakat Indonesia yang menyukai cita rasa orisinil.

2 dari 5 halaman

5 Sambal Khas Jawa Timur, Pedasnya Menantang Lidah

Dream - Sambal menjadi sajian yang tak boleh absen dalam menu makanan orang Indonesia. Sensasi rasa pedas nan gurih dalam sekejap bisa membangkitkan nafsu makan.

Selain dari kawasan Pasunda, salah satu daerah yang sangat terkenal dengan ragam sambalnya adalah Jawa Timur.

Makanan dari daerah ini terkenal pedas, ditambah dengan pilihan sambal yang sangat menggiurkan. Banyak orang kepincut dengan sambal-sambal dari Jawa Timur.

Tak percaya? Kalau kamu berani, coba tantang lidah kamu dengan pedasnya sambal-sambal ini

Sambal Petis

Merupakan sambal yang terbuat dari petis udang, cabai rawit, bawang putih goreng, gula merah, garam dan kecap manis. Sambal petis memiliki cita rasa khas manis gurih. Biasanya, sambal ini disajikan bersama tahu goreng, gorengan atau camilan lain sebagai cocolan.

Sambal Bawang

Sambal bawang juga menjadi sambal khas Jawa Timur. Sambal bawang terbuat dari cabai rawit dan bawang putih serta garam. Sambal bawang memiliki cita rasa khas gurih sekaligus pedas mantap. Sambal bawang cocok disajikan bersama tempe, tahu, ayam atau ikan goreng. Sambal bawang juga cocok disajikan bersama sayur bening atau sayur sop.

3 dari 5 halaman

Sambal Tumpang

Sambal selanjutnya yang begitu khas dengan Jawa Timur adalah sambal tumpang. Sambal ini berasal dari kota Kediri, Jawa Timur.

  Sambal Tumpang

(Foto: Shutterstock)

Sambal tumpang adalah sambal yang terbuat dari tempe yang sudah basi atau tempe bosok kemudian dihaluskan bersama aneka bumbu yakni cabai rawit, bawang putih, lengkuas, daun salam, garam dan sedikit gula. Agar rasa sambal semakin gurih, sambal tumpang bisa disiram dengan minyak goreng panas.

4 dari 5 halaman

Sambal Pecel (Kacang)

Blitar dan Madiun merupakan kota di Jawa Timur yang sangat terkenal dengan sambal pecel atau kacang. Sambal pecel memiliki cita rasa khas yang sangat menggugah selera. Sambal pecel adalah bumbu utama dalam sajian sayur pecel.

  Gurihnya Pecel Semanggi Langka Khas Kendal, Penasaran Mencoba?

Sambal Kecap

Sambal kelima yang begitu khas di Jawa Timur adalah sambal kecap. Sambal kecap terbuat dari irisan cabai rawit, bawang merah dan putih yang kemudian dicampur dengan kecap manis. Sambal ini memiliki cita rasa pedas mengugah selera dan segar. Sambal kecap sangat cocok disajikan bersama ikan bakar, ayam bakar atau bebek bakar.

(Sah, Laporan: Mimi Rohmitriasih/ Fimela.com)

5 dari 5 halaman

Rasakan Sensasi Pedas 'Terlambat' Khas Sambal Koja

Dream - Sambal sudah menjadi penganan identik dengan Indonesia. Masyarakat dunia bahkan sudah akrab dengan istilah sambal ketika menyantap makanan Indonesia.

Sementara bagi orang Indonesia sendiri, kurang lengkap rasanya jika makan tanpa ditemani sambal. Ya, sambal memang sudah menjadi kekayaan kuliner Nusantara.

Sailendra Restaurant JW Marriot Hotel Jakarta mencoba menyajikan kekayaan kuliner tersebut. Salah satunya dengan menciptakan Sambal Koja, sambal yang diklaim pertama di Indonesia menggunakan bahan dasar daun koja.

Sambal ini merupakan hasil ekperimen dari Executive Sous Chef JW Marriott Hotel Jakarta, Heri Purnama. Dia mengatakan sambal buatannya tidak hanya cocok untuk pelengkap saat makan saja, namun juga bisa jadi bumbu masak.

" Ini pure sambal, tapi bisa digunakan untuk bumbu juga," ujar Heri di JW Marriott Hotel, Jakarta, Kamis 6 September 2018.

  Memasak dengan sambal koja

Selain daun koja, sambal ini menggunakan cabe rawit yang tidak terlalu muda maupun tua. Ada juga daun melinjo dan terasi yang membuat rasanya semakin mantap.

" Ini ada antioksidannya juga dan bisa menurunkan kolesterol," ucap Heri.

Sambal koja ini bisa bertahan selama tiga bulan jika disimpan di dalam freezer. Heri menegaskan, produknya sama sekali tidak mengandung bahan pengawet.

" (Pengawetnya alami), ada minyak, ada daun koja dan bawang putih," kata dia.

Selain itu, Heri juga memamerkan kreasi masakan menggunakan bumbu sambal koja. Beberapa di antaranya seperti telur begana sambal koja, nasi goreng kambing sambal koja, sate sambal koja, tempe teri kacang sambal koja, ayam bakar sambal koja, bubur pedas sambal koja.

  Ayam Bakar Sambal Koja

Menurut Heri, ada sensasi pedas berbeda yang ditawarkan sambal koja. Rasa pedas tidak akan muncul di awal, namun setelah sambal sudah habis di mulut.

" Iya memang, awalnya banyak yang bilang kok enggak pedas ya, tapi setelah dua tiga menit baru terasa pedasnya," ucap Heri.

Sambal koja ini bisa dibeli dengan harga Rp50 ribu per botol. Bagi yang membeli lima botol sekaligus, bakal mendapat hadiah satu buku resep aneka masakan Sambal of Sailendra.

Untuk pemasaran, Sailendra Restaurant menjalin kerja sama dengan GrabFood serta beberapa situs e-commerce.

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan