Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Restoran (Foto: Pixabay)
Dream - Saat berkunjung ke restoran, kita tentunya akan mencari makanan lezat, malam yang menyenangkan atau segelas minuman hangat. Bukan hanya kenikmatan kuliner yang kita rasakan tapi juga risiko kesehatan.
Tahukah Sahabat Dream jika banyak sekali kuman dan bakteri bertebaran di restoran. Hal ini terungkap dari hasil penelitian tim dari University of Arizona. Mereka menganalisis barang-barang yang berada di restoran.
Jumlah bakteri dari tiap barang di restoran dihitung, terutama jenisCcoliform. Ini adalah sejenis kuman yang akan membuat seseorang sakit berat bukan sekadar flu ringan.
Dari semua benda yang berada di atas meja, gula memiliki jumlah rata-rata bakteri paling rendah yaitu 2.300 bakteri. Chuck Gerber, salah satu tim peneliti, menduga gula memiliki jumlah bakteri yang sedikit karena paling jarang disentuh.
Lada memiliki jumlah bakter tertinggi kedua yaitu 11.600 organisme bakteri. Lada bukan hanya sebagai rumah saja bagi bakteri tetapi juga sebagai tempat perpindahan bakteri.
Benda di restoran yang memiliki jumlah bakteri paling tinggi yaitu buku menu. Ternyata dalam buku menu terdapat 185.000 bakteri yang mematikan.
" Hal ini mungkin lebih banyak 100 kali jumlah bakteri yang ada di toilet duduk," ujar Gerber.
Jika Sahabat Dream datang ke restoran, sebaiknya kurangi sentuhan-sentuhan pada barang-barang di atas. Bakteri yang ditemui memang bukan bakteri yang berbahaya tetapi bakteri tersebut bisa memicu masalah infeksi pada saluran pernapasan.
(Sah/Laporan Ava Haprin/ Sumber: The Kitchn)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya