Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Brand Finance Merilis Daftar
Dream – Lembaga konsultan merek internasional, Brand Finance, baru saja merilis laporan peringkat merek-merek terrnama. Laporan bertajuk “ Brand Finance 500” ini mendaftar 500 merek yang paling berpengaruh di dunia.
Dari ratusan merek yang masuk daftar tersebut, Alhamdulillah, ada perusahaan yang tercantum dalam daftar ini.
Dikutip dari berbagai sumber, lembaga konsultan in menggunakan tiga kriteria untuk memeringkat ratusan merek internasional. Pertama adalah “ ekuitas” melalui survei. Konsumen menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang merek yang ingin dibeli. Jawaban responden ini berpengaruh 50 persen terhadap nilai kekuatan merek.
Kedua, brand input yang meliputi pengeluaran brand untuk biaya pemasaran. Semakin tinggi biaya pemasaran, semakin tinggi pula peringkatnya. Kriteria ini memberikan berkontribusi 25 persen terhadap nilai kekuatan merek.
Ketiga adalah output yaitu melihat dari marjin keuntungan perusahaan dan harga. Sama dengan kriteria kedua, kriteria ini juga memberikan porsi nilai 25 persen.
Dari 500 perusahaan yang masuk ke dalam daftar “ Brand Finance 500”, ada dua perusahaan Indonesia yang lolos, yaitu PT Telekom Indonesia Tbk (Persero) dan PT HM Sampoerna Tbk.
Dalam peringkat ini, Telkom termasuk sebagai perusahaan telekomunikasi yang bernilai tinggi. Dia memegang peringkat ke-393 untuk peringkat global. Sementara untuk perusahaan telekomunikasi dunia, Telkom menduduki peringkat ke-40 tahun ini, naik 9 peringkat dari tahun 2016 yang dia menduduki peringkat ke-49.
Untuk Sampoerna, perusahan produsen rokok ini menduduki peringkat global ke-445. Perusahaan ini juga menduduki peringkat ke-7 untuk perusahaan rokok di dunia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya