4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Sektor Pertambangan Dan Infrastruktur Topang Dua Indeks Syariah.
Dream - Indeks syariah masih terus melaju setelah menguat pada awal pekan ini. Sepanjang sesi perdagangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) tak sekalipun beranjak dari zona hijau.
Sentimen pertemuan The Fed yang sebelumnya menekan aksi beli sepertinya sudah tak direspon pelaku pasar. Justru kali ini muncul aksi beli pemodal pada saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Selasa 14 Maret 2017, indeks ISSI menanjak 0,741 poin (0,42%) ke level 175,557. Begitu pula dengan indeks keping biru saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang menguat 2,945 poin (0,42%) ke level 700,215.
Indeks ISSI mengawali laju positif sejak sesi pembukaan dengan menguat ke level 174,935. Laju ISSI seolah tak terbendung setelah muncul aksi beli pelaku pasar.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mengalami lonjakan signifikan. Dengan volume transaksi 188,4 juta saham, transaksi jual beli saham syariah kali ini menyetuh angka Rp 10,6 triliun.
Pemodal asing juga terlihat membanjiri pasar saham syariah Indonesia dengan mencetak transaksi nett buy Rp 462 miliar. Sementara aksi beli bersih asing pada saham bluechips syariah tercatat mencapai Rp 424 miliar.
Dua indeks sektoral menjadi motor utama penggerak perdagangan dengan menguat signifikan. Indeks infrastruktur mencetak kenaikan 1,45 persen sementara pertambangan melompat 1,19 persen.
Namun muncul tekanan dari koreksi empat indeks sektoral yaitu pertanian yang turun 0,47 persen, industri dasar 0,14 persen, industri aneka 0,47 persen, dan properti 0,32 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer yang selama ini menjadi motor penggerak indeks syariah menjadi incaran pelaku pasar. Emiten UNTR memimpin penguatan dengan mencetak kenaikan harga Rp550, disusul PTBA Rp400, AALI Rp100, LPPF Rp100, dan TLKM Rp100.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah top loser adalah SMGR yang harga sahamnya turun Rp200, UNVR Rp200, INTP Rp100, ASII Rp50, dan INDF Rp25.
Dari pasar uang, rupiah melemah terhadap dolar AS pada penutupan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 11 poin (0,08%) ke level Rp13.367 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
