Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ternyata, Korupsi Tidak Hanya Terjadi Di Indonesia, Tetapi Negara Lainnya.
Dream – Sebuah lembaga anti korupsi internasional, Transparency International, merilis hasil survei tingkat korupsi negara-negara Asia. Lembaga ini juga melihat kemungkinan responden membayar uang pungutan liar (Pungli) atau suap kepada lembaga pelayanan publik.
Transparency International meyusun survei tersebut selama 1,5 tahun. Mereka mensurvei lebih dari 20 ribu responden di 16 negara di Asia Pasifik. Hasinya, dari 4 orang responden, lebih 1 orang responden pernah membayar uang suap ketika menggunakan jasa layanan publik.
Di survei ini juga ditemukan lima negara Asia yang terkorup. Peringkat pertama adalah India. Di India, tingkat suapnya sangat tinggi, yaitu mencapai 69 persen. Sedangkan yang menduduki posisi kelima adalah Myanmar di mana angka suapnya 40 persen. Lalu apa lagi?
Berikut ini adalah lima negara paling tinggi angka korupsinya, dilansir dari Forbes, Selasa 14 Maret 2017.
5. Myanmar
Berdasarkan Hukum Anti Korupsi 2013, separuh reponden percaya mayoritas polisi di Myanmar korupsi dan 40 persen responden percaya pengadilan juga korupsi. Angka suap di sana sebesar 40 persen.
4. Pakistan
Pakistan tercatat memiliki tingkat korupsi sebesar 40 persen. Hasil survei menunjukkan ¾ responden percaya bahwa sebagian besar atau semua polisi itu korup. Ada 7 dari 10 responden yang pernah berurusan dengan polisi dan pengadilan, harus membayar uang suap. Mirisnya, masyarakat berpikir korupsi tidak bisa diubah.
3. Thailand
Negara Gajah Putih menabuh genderang perang dengan korupsi di semua tingkat, bahkan tingkat pemerintahan sekalipun. Negara ini juga memperketat Undang-Undang Anti Korupsi pada 2015. Namun, masyarakat Thailand optimistis korupsi bisa diberantas. Ada 72 persen yang berpikir pemerintah telah berperang dengan korupsi dengan baik dan 14 lainnya berpikir tingkat korupsi meningkat dalam waktu 12 tahun terakhir.
2. Vietnam
Tingkat korupsi di Vietnam bagaikan endemik. Tingkat suap di sana mencapai 65 persen. Dari 16 negara yang disurvei, masyarakat di Vietnam memandang situasi di negaranya sangat negatif. Sekitar 60 persen responden merasa pemerintah mereka tidak melakukan apa pun untuk membasmi korupsi.
1. India
Di sana angka suapnya mencapai 69 persen. Lebih dari separuh responden di India menyebut harus membayar uang suap di lima dari enam pelayanan publik, yaitu sekolah, rumah sakit, administrasi pemerintah, polisi, dan jasa pengadaan barang. Meskipun demikian, Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang berjuang melawan korupsi, telah memperbaiki pandangan masyarakat: 53 persen responden menilai perjuangan Modi sudah cukup baik dan 63 persen menilai orang biasa bisa mengubah situasi ini.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya