Peserta Bertambah, Kontribusi Unit Syariah Prudential Tembus Rp3,7 T

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 20 Mei 2020 18:33
Peserta Bertambah, Kontribusi Unit Syariah Prudential Tembus Rp3,7 T
Asuransi syariah ini juga mengantongi peningkatan dana tabarru.

Dream – Unit syariah PT Prudential Indonesia membukukan kontribusi bruto senilai Rp3,7 triliun sepanjang 2019. Perolehan ini meningkat 1 persen dari tahun 2018 yang mencapai Rp3,6 triliun.

“ Pangsa pasarnya 28 persen terhadap total kontribusi industri,” kata Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo, dalam konferensi virtual “ PRUSyariah Media and Iftar Gathering” baru-baru ini.

Nini mencatat aset asuransi syariah ini stabil di angka Rp9,1 triliun. Dana tabarru unit syariah Prudential naik 15 persen dari Rp770 miliar pada 2018 menjadi Rp887 miliar pada 2019.

“ Peningkatan ini didorong oleh penambahan peserta pada 2019 dan akumulasi surplus tahun berjalan. Semoga menjadi lebih kuat lagi dan lagi,” kata dia.

Tingkat solvabilitas dana tabarru sebesar 2.581 persen atau lebih dari 20 kali lipat dari batas minimum yang ditetapkan regulator dan tingkat solvabilitas dana perusahaan 7.300 persen atau 60 kali dari batas minimum.

“ Hasil positif ini berhasil kami capai berkat kepercayaan nasabah yang terus meningkat dalam 13 tahun terakhir serta berkat kerja keras para tenaga pemasar berlisensi syariah Prudential Indonesia yang berjumlah lebih dari 114 ribu orang,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Asuransi Syariah Didorong Manfaatkan Digital Selama Pandemi

Dream – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mendorong industri asuransi syariah untuk melihat peluang di balik pandemi Covid-19. Saat pandemi ini ada satu sektor yang berkembang pesat, yaitu teknologi digital.

“ Pada masa pandemi ini, yang menarik adalah kewajiban kita untuk melakukan physical distancing. Digital menjadi yang utama. Di situ ada tonggak besar,” kata Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNEKS, Afdhal Aliasar.

Hal itu disampaikan Afdhal Aliasar dalam diskusi online, “ Bincang Syariah dan Buka Puasa bersama Prudential Indonesia PRUSyariah: Inovasi dan Relevansi Saat Ini”, yang ditulis Selasa 19 Mei 2020.

 

© Dream

 

Afdhal mendorong asuransi syariah memanfaatkan teknologi digital untuk berbisnis selama pandemi. Dikatakan bahwa, sektor bisnis lainnya juga gencar memanfaatkan digital untuk bisnisnya selama pandemi corona.

“ Asuransi syariah harus memainkan peluangnya, bagaimana cara menjual kalau physical distancing masih berlangsung. Ini terobosan yang harus dikembangkan,” kata dia.

Potensi pasar asuransi syariah bisa mencapai Rp10 triliun dalam tiga tahun ke depan. Namun, lanjut Afdhal, pangsa pasar asuransi syariah di Indonesia masih relatif kecil, yaitu 3,2 persen. Sekadar informasi, pangsa pasar keuangan syariah pada 2019 mencapai 8,87 persen.

“ Jadi, potensinya sangat terbuka luas. Kami berharap semua pelaku industri keuangan syariah, termasuk asuransi bisa membuat inovasi, melihat peluang yang lebih baik, dan bisa mengambil potensi yang luar biasa,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Prudential: 20% Warga Non Muslim Indonesia Ingin Miliki Asuransi Syariah

Dream – Prudential Indonesia baru saja merilis survei asuransi syariah di Indonesia. Hasilnya, semakin banyak masyarakat yang berminat kepada asuransi syariah.

Survei tersebut melibatkan 5 ribu responden yang merupakan keluarga kelas menengah ke atas. Survei dilakukan pada 12 Februari-6 Maret 2020 di 20 kota besar di Indonesia.

Sharia Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo, dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020, mengatakan hasil survei menemukan jika  minat masyarakat terhadap asuransi syariah naik dari 40 persen pada 2016 ke 58 persen pada 2020.

Yang menarik, kata dia, sebanyak 44 persen dari responden yang berminat tersebut berasal dari kalangan generasi milenial.

“ Generasi milenial semakin hari semakin paham asuransi syariah,” kata Nini.

 

© Dream

 

Selain itu, asuransi ini mencatat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap asuransi syariah naik dari 31 persen pada 2016 menjadi 39 persen pada 2020.

“ Angka 39 persen memang kelihatan rendah. Tapi, dengan 8 persen increasing, itu luar biasa. Tidak mudah (memberikan) edukasi kepada seluruh masyarakat,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Potensi Nyaris Rp10 Triliun

Nini menyebut potensi asuransi syariah di Indonesia mencapai Rp9,6 triliun untuk tiga tahun ke depan. Dikatakan bahwa mayoritas peminat produk ini adalah Muslim, yaitu 81 persen. Sisanya adalah non-Muslim.

“ Hampir 20 persen non-Muslim tertarik untuk membeli syariah,” kata dia.

Prudential juga mencatat ada lima jenis asuransi yang menjadi pertimbangan masyarakat Indonesia. Kelimanya adalah asuransi kesehatan, kecelakaan diri, pendidikan, investasi, dan pensiun. 

4 dari 5 halaman

Prudential Rilis Asuransi Syariah Tanda Cinta untuk Keluarga

Dream - Tingkat pemahaman masyarakat akan pentingnya asuransi harus diakui masih rendah. Banyak keluarga atau pribadi yang belum sadar akan pentingnya perlindungan jiwa menghadapi risiko yang bisa saja menghadang.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada 2019 mencatat tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2 persen dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh tertinggal dari negara-negara Asia lainnya, seperti Korea Selatan 8,4 persen dan Jepang 6,2 persen.

Kabar baiknya, tingkat literasi masyarakat terhadap asuransi syariah sedikit lebih baik. Indeks literasi asuransi syariah sudah mencapai 1,92 persen. Berdasarkan data AAJI kuartal III, tercatat ada 17,8 juta peserta asuransi jiwa individu dan 1,3 juta orang yang memiliki polis syariah.

 

© Dream

 

Untuk mendorong literasi keuangan syariah, Prudential Indonesia memperkenalkan pendekatan berbeda kepada masyarakat. Tak hanya dipandang sebagai produk, asuransi syariah juga menjadi tanda cinta bagi diri sendiri maupun keluarga. 

Sharia Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo mengakui produk asuransi syariah terbaru dari perusahaan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan asuransi syariah di Indonesia, terlebih penetrasi pasarnya masih kecil.

Diberi nama PRUCinta, Nini mengatakan produk asuransi ini berusaha melindungi keluarga lebih optimal, terjangkau, lebih mudah dipahami, dan relevan untuk melengkapi kebutuhan keluarga.

" Prucinta adalah warisan cinta nasabah terhadap orang-orang terkasih karena hanya cinta yang dapat hidup selamanya," kata Nini, di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020.

Menurut Nini, PRUCinta  merupakan produk asuransi jiwa yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari masalah finansial. 

Menurut data dari OJK, mayoritas masyarakat Indonesia yang memiliki tujuan keuangan hanya berfokus pada kebutuhan sehari-hari, cuman 1,5 persen yang sudah mempersiapkan dana darurat. 

Sebanyak 72,1 persen responden mengaku hanya mampu bertahan kurang dari tiga bulan, jika terjadi sesuatu yang mendesak seperti musibah kehilangan sumber pendapatan utama, jangka waktu ketahanan keuangannya relatif lemah. Belum lagi ada risiko kematian yang bisa terjadi kepada siapa pun. 

" Oleh karena itu asuransi diperlukan untuk melindungi ketahanan keuangan keluarga," kata dia.

5 dari 5 halaman

Ini Benefit yang Ditawarkan PRUCinta

Head of Product Development Prudential Indonesia, Himawan Purnama, mengatakan produk asuransi ini memberikan manfaat santunan meninggal dunia dari dana tabarru selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama 10 tahun.

" PRUCinta juga menawarkan manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100 persen kontribusi yang dibayarkan jika tak ada klaim selama masa kepesertaan," kata Himawan. 

Dia juga mengatakan produk asuransi jiwa syariah juga memberikan manfaat 3 kali santunan meninggal akibat kecelakaan dan 4 kali untuk yang meninggal. 

(Laporan: Shania Suha Marwan)

Beri Komentar