100% Kemasan Plastik Unilever Dapat Didaur Ulang di 2025

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 1 Agustus 2019 14:12
100% Kemasan Plastik Unilever Dapat Didaur Ulang di 2025
Masalah plastik menjadi perhatian banyak pihak.

Dream – Masalah sampah plastik menjadi sorotan dunia termasuk Indonesia. Sebuah penelitian menempatkan Indonesia sebagai peringkat kedua penghasil sampah plastik ke Laut terbesar setelah Tiongkok.

Alasan kepraktisan membuat bahan plastik banyak dipakai masyarakat Indonesia dalam aktivitas sehari-hari.  Dengan penduduk ratusan juta orang, sampah plastik itu akhirnya menumpuk.

Yang tak disadar, plastik merupakan jenis sampah anorganik yang tidak dapat membusuk atau terurai oleh alam dalam waktu singkat Butuh perhatian serius untuk membersihkan sampah ini.

Unilever bersama pemerintah berupaya untuk mengurangi sampah plastik dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana memilah dan mengelola sampah agar dapat didaur ulang.

" Komitmen kami adalah pada tahun 2025, 100% kemasan plastik produk kami akan dapat didaur ulang, digunakan kembali atau dapat terurai menjadi kompos,” kata Head of Corporate Communications PT Unilever Indonesia Tbk, Maria Dewantini Dwianto, di Jakarta, 31 Juli 2019.

1 dari 5 halaman

Komitmen Tekan Berat Plastik

Menurut Maria, Unilever secara global telah berkomitmen mengurangi berat kemasan produknya hingga 70 persen pada 2020 mendatang. Perusahan juga akan meningkatkan penggunaan konten plastik daur ulang di kemasan minimal 25 persen pada 2025.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan telah menerapkan tiga kerangka kerja yakni Less Plastics atau mengurangi plastik, Better plastics (plastik yang lebih baik) atau yang dapat didaur ulang dan No plastics/tanpa plastik.

" Upaya ini merupakan realisasi dari strategi unilever secara global yaitu USLP (Unilever Sustaainable living plan) untuk terus menumbuhkan bisnis seraya mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dalam operasi bisnis kami, serta meningkatkan manfaat sosial bagi masyarakat,” kata dia.


(Sah, Laporan: Vika Novianti Umar)

2 dari 5 halaman

Menteri Susi Ajak Masyarakat 'Diet' Kantong Plastik

Dream - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk menolak menggunakan plastik sekali pakai yang saat ini beredar di pasaran.

" Mari kita tolak sampah plastik sekali pakai," ujar Susi dikutip dari laman Liputan6.com, Minggu 21 Juli 2019.

Pernyataan itu Susi sampaikan ketika menghadiri pawai kampanye diet sampah plastik di Monas, Jakarta.

Direktur Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira mengatakan, masyarakat sebaiknya membawa kantong sendiri ketika berbelanja. Sehingga dapat mengurangi peredaran sampah plastik sekali pakai.

" Kami sudah siap bawa tas belanja sendiri, tidak menggunakan sedotan dan sebagainya," ucap Tiza.

Selain itu, Tiza meminta kepada pemerintah segera membuat aturan khusus mengenai penggunaan plastik. Sebab, peredarab sampah plastik di Indonesia sudah masuk kategori serius.

" Kita ingin menujukan komitmen individu dan mendesak kepada pemerintah bahwa plastik sekali pakai adalah masalah sangat serius," kata dia.

 

(Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

3 dari 5 halaman

Garuda Edukasi Bahaya Sampah Plastik

Dream – Corporate Social Responsibilty (CSR) Program Kemitraan dan Bina Lingkungan  PKBL Garuda Indonesia Tbk menggelar edukasi kepada komunitas pecinta lingkungan yang ada di wilayah Jabodetabek.

Senior Manager Government Relations CSR & PKBL, Tashia Scholz, mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan di kawasan Halal Park, Senayan, Jakarta ini dinisiasi oleh Kementerian BUMN.

" Kalau dari Garuda kita membuat kelas ini, kita mendukung ECO gerakan go green ECO friendly," ujar Tashia di lokasi. 

Dalam kelas ini, puluhan peserta yang hadir ini dalam acara bertajuk Garuda Indonesia Eco Friendly Ramadan ini diberi edukasi mengenai cara mendaur ulang sampah plastik. 

" Harapan dari kelas ini komunitas yang hadir menyampaikan ke komunitas yang lain metode yang mereka dapatkan (di sini)," kata dia.

4 dari 5 halaman

Garuda Kurangi Sampah Plastik

Lebih lanjut, kata dia, Garuda Indonesia juga saat ini tengah berupaya mengurangi sampah plastik.

Salah satunya menggunakan gelas berbahan kertas ketika menyajikan minuman untuk penumpang di pesawat.

Selain itu, Garuda Indonesia juga bersama masyarakat bahu membahu menanam pohon untuk melestarikan lingkungan.

" Kemudian kita juga mengedukasi kesehatan di masyarakat," kata dia. (ism)

5 dari 5 halaman

Di Banyuwangi, Sampah Plastik Diubah Jadi Emas

Dream - Sampah plastik telah menjadi perhatian serius para aktivis konservasi lingkungan. Berbagai strategi dirancang agar masyarakat tersadar mengenai bahaya sampah plastik.

Di Banyuwangi, Jawa Timur, gerakan mengelola sampah disuguhkan dengan cara unik. Tiap sampah yang dikumpulkan dapat dikonversi menjadi emas.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Bank Sampah The Gade Clean dan Gold, Harianto Widodo mengatakan, sampah plastik yang dikumpulkan warga dapat `diubah` menjadi emas.

" Untuk proses sampah menjadi emas, dimulai dari pemilihan sampah yang diambil dari sampah rumah tangga. Lalu masuk proses penyetoran, penimbangan, penghitungan, dan hingga tahap akhir hasil penimbangan ke dalam tabungan emas," kata Harianto, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 25 Januari 2019.

Harianto menyebut, sampah plastik yang disetor warga di program Clean and Gold, akan disesuaikan dengan harga emas. Misal, seorang yang menyetor sampah senilai Rp6.500 berarti telah memiliki 0,01 gram emas. Asumsi yang berlaku yaitu harga emas per gramnya Rp650 ribu.

Pemilik tabungan bisa menjual emas bisa sudah mencapai satu gram. Atau bisa dicetak dalam bentuk emas batangan bila sudah mencapai lima gram.

" Kalau sudah mencapai satu gram bisa dijual atau digadaikan pada kami, tapi harus disisakan di saldo sebesar 0,1 gram. Sedangkan untuk bisa dirupakan dalam bentuk emas kalau mencapai lima gram," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Ahmad Ibo)

[crosslink_1]

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo