Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Caranya Menjadi Pemimpin Yang Baik?
Dream – Coba bayangkan Anda mendapatkan promosi jabatan menjadi seorang manajer atau direktur. Selain gaji yang lebih tinggi dan wewenang lebih, ada juga didapatkan titel baru, bos.
Predikat bos tak jarang menimbulkan pandangan negatif sebagai pimpinan yang galak dan ditakuti.
Jika Anda tidak mau dianggap sebagai bos pimpinan semacam itu, dan ingin dikenal sebagai pemimpin sejati, bisa kok. Dilansir dari Lifehack, Rabu 17 Januari 2018, ada tiga cara yang bisa menjadikan seorang sebagai pemimpin yang baik.
Pertama, pemimpin sejati membuka komunikasi dengan anggotanya.
Kolaborasi ide pimpinan dan anak buah akan menghasilkan pemikiran yang hebat. Kajian menemukan bahwa perusahaan akan lebih kuat dan performanya lebih baik jika karyawannya punya kebebasan berpendapat.
Jangan sampai Anda menjadi seorang pimpinan yang membungkam pendapat karyawan dan memintanya untuk bekerja sesuai dengan perintah. Sikap ini akan membuat anak buah merasa tidak nyaman.
Kedua, mengakui kesalahan.
Tidak apa-apa jika Anda melakukan kesalahan ketika memimpin suatu tim. Anda manusia, bukan dewa.
Jika berbuat salah atau membuat keputusan yang kurang tepat, tidak apa-apa mengaku di depan tim. Pengakuan ini tidak membuat Anda lemah, tetapi menunjukkan Anda kuat dan seberapa besar kepercayaan yang diberikan kepada tim.
Ketiga, memisahkan persahabatan dan profesionalisme.
Ketika menjadi seorang pemimpin, Anda akan memiliki percakapan yang santai dengan tim. Tapi, ada satu hal yang harus diingat.
Pisahkan antara persahabatan dengan profesonalisme. Jika ada anggota tim yang melakukan kesalahan, jangan ditegur di depan angota tim yang lain. Cobalah untuk menegur dia ketika sedang berbicara empat mata.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya