8 Jurus Bisnis Properti Bertahan di Masa Pandemi COVID-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 26 Januari 2021 19:12
8 Jurus Bisnis Properti Bertahan di Masa Pandemi COVID-19
Sektor ini juga ikut `tiarap` diserang virus COVID-19.

Dream – Sektor properti tak lepas dari dampak wabah Covid-19. Masyarakat menunda untuk membeli rumah atau apartemen baru melihat kondisi ekonomi yang belum menentu. Di sisi lain, para pelaku usaha di sektor ini berusaha kreatif dan jeli agar bisa melewati masa-masa sulit ini.

Program vaksinasi yang mulai dijalankan pemerintah diharapkan bisa memulihkan kepada keadaan sekaligus kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. 

“ Dengan dimulainya vaksinasi, pelaku usaha dan investor harus kreatif dan jeli melihat kesempatan untuk berinvestasi, terutama pada era new normal,” kata pengusaha properti, Clement Francis, pada YouTube, Selasa 26 Januari 2021.

Clement mengatakan, strategi mempertahankan bisnis properti pada 2021 salah satunya bisa dilakukan dengan mengikuti industri 4.0 yang sedang berkembang. Diakui industri yang mengandalkan teknologi relatif bisa berkembang lebih cepat daripada yang telah diduga sebelumnya.

Selain mengikuti perkembangan industri 4.0, kalangan pengusaha properti juga diharapkan bisa mempertahankan bisnisnya dengan menjalankan delapan kita berikut inil:

1. Pertama, memberikan promo menarik

Dengan memberikan promo menarik dan keringanan pembayaran, investor akan semakin banyak membeli properti untuk investasi ke depannya.

Direktur Utama PT Prioritas Land, Marcellus Chandra, menjelaskan momen di masa lesu properti ini seharusnya dimanfaatkan untuk berinvestasi properti karena sangat menguntungkan.

Dengan harga jual yang lebbih murah, pemilik properti bisa mendapatkan untung karena propsek bisnis ini cukup menguntungkan di masa selepas pandemi.

1 dari 3 halaman

Manfaatkan Teknologi

Kedua, kuat dalam digital marketing

Semua pemasaran dilakukan lewat Instagram, Facebook, Youtube, dan platform digital lain. Marketing tidak secara langsung bertatapan dengan konsumen.

Menurut Clement konsumen ikut berubah sesuai keadaan, selama di rumah mereka lebih banyak melihat digital marketing, seperti Youtube.

“ Contohnya penjualan di BSD, kebanyakan orang beli lihat promosinya dari Youtube,” kata dia.

Digital marketing yang dibuat harus bagus, menarik, dan penjelasannya lengkap sehingga mempermudahkan konsumen dalam melihat, memilih properti yang diinginkan, konsumen tidak perlu lagi pergi jauh-jauh hanya untuk melihat unit properti dan lingkungan sekitar, cukup dari platform digital.

Ketiga, menerapkan protokol kesehatan

Untuk mampu bekerja sama dengan pemerintah dan instansi lain dalam mengembangkan bisnis properti restauran yang terpenting adalah membutuhkan protokol Cleanliness, health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE).

“ Protokol ini menjadi strategi utama mempertahankan bisnis properti makanan ke depannya” ujar pengusaha properti restoran, Bagas Adhadirga.

© Dream
2 dari 3 halaman

Buat Inovasi Baru

Keempat, membuat inovasi baru

Kini, diperlukan inovasi baru yang disesuaikan dengan konsumen masa kini, misalnya membuat nuansa “ back to nature”. Dengan begitu, peluang baru tercipta dengan membuat restoran bernuansa alam.

“ Setelah PSBB, keinginan masyarakat ingin kembali ke alam itu tinggi. Konsep back to nature bisa menarik banyak konsumen dan dapat mempertahankan bisnis ini,” kata Bagas.

Kelima, menargetkan penjualan pada anak milenial

Dilihat demografis masyarakat Indonesia yang lebih banyak tingkat produktifitas yang mana berarti anak muda dan milenial presentasinya lebih banyak.

“ Buat suatu properti yang targetnya untuk kaum milenial agar banyak pembeli yang berinvestasi,” kata dia.

Keenam, manfaatkan peluang yang ada

Saat ada tabungan yang cukup dari pada hanya disimpan di bank lebih baik membeli sebuah properti, karena prospek ke depanya properti tidak akan mati.

“ Baik ditabungkan ke properti karena properti tidak akan merugikan. Lebih baik punya properti rumah sebagai investasi kita” kata Clement.

3 dari 3 halaman

Perluas Jangkauan Bisnis

Ketujuh, ekspansi

Pepatah mengatakan “ pertahanan terbaik adalah menyerang” pernyataan ini sangat cocok dengan bisnis properti. Semakin luas ekspansi yang dilakukan bisnis akan berjalan semakin lancar.

Kata Bagas, misalnya, penerbangan pribadi menjadi bisnis yang baik jika diperluas lebih besar, akan menghasilkan keuntungan dan kesuksesan yang cukup menjanjikan. Tentunya tetap menyesuaikan dengan keadaan juga.

Kedelapan, membuat konsep yang terintegrasi

Saat membeli properti selain mengeluarkan uang yang cukup besar, tetap bisa mendapatkan keuntungan dikemudian hari.

Misalnya properti apartemen di BSD yang dibangun bersamaan dengan kampus, saat orang membeli apartemen tersebut dia akan mendapatkan keuntungan di kemudian hari, yaitu mudah disewakan kepada mahasiswa yang kuliah di bawah apartemen tersebut.


(Laporan: Josephine Widya)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

© Dream
Beri Komentar