Kata Menteri Susi Soal Bungkus Mi Instan Belasan Tahun di Laut

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 10 April 2019 12:15
Kata Menteri Susi Soal Bungkus Mi Instan Belasan Tahun di Laut
Temuan ini menjadi viral di jejaring sosial.

Dream – Temuan bungkus mi instan berusia 19 tahun di Pantai Sendang Biru, Malang, Jawa Timur, membuat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, angkat bicara. Menurut dia, plastik memang sangat terurai.

“ Sampah plastik itu di laut sampai 4 kresek itu 450 tahun tidak bisa diurai,” kata Susi, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 10 April 2019.

Menurut Susi, temuan sampah plastik menjadi sekian tumpukan sampah di laut Indonesia. Makanya, Susi meminta masyarakat sadar akan dampak penggunaan plastik dan beralih ke bahan selain plastik.

Pendiri Susi Air ini juga meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah plastik langsung ke kali. Sebab, dampaknya langsung kepada ekosistem laut Indonesia.

“ Kebanyakan sampahnya kan langsung dibuang ke kali. Tapi, alirannya menuju ke mana? Ke laut. Jadi mohon kurangi dari diri kita sendiri pakailah tumbler, pakai tas anyaman pakai kantong anyaman lebih elegan,” kata dia.

Sekadar informasi, temuan bungkus mie instan berumur belasan tahun ini diunggah di medsos oleh pengguna Twitter berakun @selfeeani.

Akun itu menulis telah menemukan bungkus mie instan yang diproduksi untuk peringatan kemerdekaan Indonesia ke-55. “ Saya merenung sejenak karena perbedaannya 19 tahun jadi bungkus ini terombang-ambing di laut sampai hanyut ke bibir pantai selama 19 tahun,” cuit @selfeeani.

1 dari 1 halaman

Susi Malu

Seperti diketahui, Indonesia masuk daftar penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Nomor dua setelah China. Predikat sebagai penyumbang sampah plastik terbanyak membuat malu Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti.

Menteri Susi menekankan, untuk mengatasi persoalan sampah plastik dibutuhkan peran dari seluruh masyarakat. Kesadaran masing-masing individu menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi sampah plastik

" Indonesia penyumbang sampah plastik terbesar ke dua di dunia. Malu banget punya label begitu. Mulai sekarang kurangi sampah plastik. Mohon kurangi dari diri kita sendiri," katanya.

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham